Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 85 Tidur Bersama


__ADS_3

Mobil melaju dengan kencang menuju ke villa. Putri kecilnya telah tertidur pulas dipangkuan Bram. Seharian bermain membuat lelah putrinya tak lama didalam mobil Fairuz telah tertidur.


Fairuz tak mau lepas dari Bram, ikatan batin seorang anak terhadap ayah kandungnya sangat erat. Hanum tak bisa berbuat apapun, ia merasa bersalah bahwa selama ini menutupi siapa ayah kandung yang sebenarnya.


Hanum memang sangat terpukul atas ucapan putrinya, karena keegoisan sendiri membuat putrinya menderita selama ini. Tak bisa dipungkiri bahwa putrinya sangat menginginkan figure seorang ayah.


Hanum menatap kaca mobil yang terkena embun mencoba menutupi perasaannya terhadap Bram yang ada tepat disampingnya. Bram mengetahui Hanum masih merasakan kesedihan mendalam dihatinya. Terlihat dari wajahnya yang sendu dan tak seceria siang tadi.


Bram meraih tangan Hanum dan mengenggam erat dengan tangannya. Berusaha untuk memberikan suatu kekuatan pada wanita yang telah membuatnya terikat dengan gadis kecil yang tertidur dipangkuannya.


Hanum menatapnya dalam dan tak terasa bulir bening tak tertahankan lagi jatuh membasahi paras cantiknya. Bram menggelengkan kepala sebuah isyarat agar Hanum berhenti menangis.


Mobil berhenti didepan villa, Hani dan Brian telah masuk kedalam. Bram menggedong putrinya yang masih tertidur. Hanum mengikuti langkah Bram disamping lelaki dari ayah putrinya itu.


Setibanya dikamar Bram meletakkan dengan perlahan tubuh mungil putrinya ditempat tidur.


"Malam ini tidurlah disini, Fay masih ingin bersama mu. Biar aku tidur bersama Hani", ucap Hanum.


"Kita tidur bersama disini?, ucap Bram.


Hanum terkejut dengan perkataan Bram. mana mungkin ia tidur bersama seorang laki-laki tanpa suatu ikatan apa pun.

__ADS_1


"Aku janji tidak akan berbuat sesuatu yang tak kau inginkan, aku hanya ingin malam ini kita tidur bersama dalam satu ruangan ini. Disamping putri ku yang cantik dan wanita yang telah memikat hatiku", ungkap bram dengan nada memohon.


Hanum tak menyetujui keinginan Bram ia tetap tidur dikamar Hani. Bram merasa sangat kecewa permintaannya tak terpenuhi.


Hanum mengetuk kamar adiknya itu, dilihatnya tak ada Hani dikamar tersebut. Kemudian Hanum turun kelantai bawah rupanya Hani dan Brian lagi asik mengobrol sambil menikmati makan malam.


"Hani, malam ni kakak tidur dengan mu ya?, ucap Hanum dengan wajah sedih.


"Trus Fay tidur dengan siapa kak? , tanya adiknya itu dengan penasaran.


"Papanya", jawab singkat Hanum lalu berlalu meninggalkan mereka berdua yang masih penuh tanda tanya.


"Eeeh tuan besar ini dunia timur nah kalau dunia barat sana ga da masalah", ucap Hani kesal.


"Kan tidur bersama tak harus melakukan itu",,,,,,ledek Brian dengan mata menggoda.


"Mungkin kau sudah sering ya tidur dengan perempuan yang bukan istrimu", ucap Hani tambah kesal sambil berlalu meninggalkan Brian.


"Aku belum pernh tidur dengan perempuan mana pun, kau tahu! sekarang mau kemana?, teriak Brian kesal dengan tuduhan Hani dan meninggalkan nya begitu saja.


"Aaah sudah lah, aku mau tidur!, teriak Hani seraya melambaikan tangannya tanpa membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


**************************************


Hanum tak bisa memejamkan matanya, ia tak pernah sekalipun berpisah dengan putrinya. Malam ini terasa sangat panjang. Hani sudah tertidur pulas karena seharian ia dibuat pusing putrinya.


Terdengar suara dari luar kamar, Hanum bangkit dan segera membuka pintu. Rupanya Bram yang ada dihadapannya.


"Fay mencari bundanya", ucap Bram.


Segera Hanum bergegas menuju kamar dimana putrinya berada. Hanum terlihat cemas takut terjadi sesuatu pada putrinya.


"Hanum, dia tidak apa cuma,,,,, ucapan Bram tak melanjutkan bicaranya karena tak didengarkan Hanum lagi.


"Ada apa sayang?, tanya Hanum seraya memeluk purtinya.


"Bunda kemana? Fay ingin tidur dengan bunda dan papa", ucap polos putrinya yang mengejutkan Hanum.


Bagaimana mungkin tidur bersama Bram.


"Pa, sini", rengek putrinya meminta Bram untuk tidur diatas kasur bersama.


Akhirnya Hanum tak bisa menolak keiinginan putrinya.

__ADS_1


__ADS_2