Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 262 Titik Terang


__ADS_3

Setelah berbagai macam pengobatan yang diberikan pada putra kesayangannya, baik secara medis ataupun alternatif. Kini, entah pengobatan yang mana, yang ampuh memberikan perubahan pada kesehatan Zhack.


Rasa sakit yang diderita oleh Zhack dibagian kepala kini seakan menghilang. Rasa sakit yang sampai membuatnya kejang dan bahkan sampai ingin membentur kepala kedinding.


Hani dan Brian tak hentinya mengucap syukur atas perubahan yang terjadi pada putra semata wayang mereka. Perubahan yang semakin hari semakin membaik.


Semula prediksi dokter akan mengoperasi kepala Zhack dan akan mengambil sampel untuk diteliti lebih lanjut, namun belum sempat dilakukan tindakan tersebut, kini Zhack telah menunjukkan bahwa dirinya tidak mengeluh dan merasakan sakit yanf teramat sakit pada bagian kepalanya lagi.


"Sayang...Besok kita akan kerumah sakit untuk melakukan pengecekan kembali," ujar Brian seraya mengelus lembut kepala putra kesayangannya dengan penuh kasih sayang.


Zhack menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya. Selama sakit Zhack hebat itu, hanya seminggu dirawat dirumah sakit. Kemudian dokter meminta secepatnya untuk dilakukan tindakan operasi.


Zhack mendapatkan perawatan dirumah saja dengan tenaga kesehatan yang mengontrol perkembangan Zhack. Keluarga besar Hani tak metestui tindakan pengoperasi bagian kepala Zhack, sehingga Zhack dibawa pulang kerumah.


Dilihat setelah terjadinya sakit Zhack, Brian dan Hani berubah menjadi sepasang suami istri yang lebih dermawan dari sebelumnya.


Mereka berdua selalu bersedekah dan tak hentinya merangkai sebuah doa disetiap sujut malam mereka. Memohon agar putra kesayangan mereka dapat sembuh dengan Mukzijat Tuhan Sang Pemberi Kesembuhan.


🌈🌈🌈


Rumah sakit...


Pak sopir sudah stand by dan siap menunggu perintah majikannya. Dengan berpakian kaos kerah berlengan pendek dengan motif liris berwarna abu - abu mix biru langit serta dipadukan dengan celana pendek sebatas dengkul.


Zhack terlihat tidak seperti anak yang telah mengalami penyakit yang luar biasa beratnya. Semangat untuk sembuh terlihat jelas diwajah anak lelaki tersebut.


Optimis untuk dirinya dapat sembuh terlihat juga pada saat dirinya menegguk berbagai macam obat disetiap harinya, tanpa paksaan Zhack meninum semua obat yang diberikan orangtuanya.

__ADS_1


"Ayo sayang turun," ucap Brian dengan wajah tersenyum sembari meraih tangan mungil Zhack.


Brian lalu menggendong tubuh putranya menuju keruangan dokter, merupakan tempat yang tak asing bagi Zhack. Selama tiga bulan Brian selalu mengontrol perkembangan penyakit yang diderita putra semata wayangnya dirumah sakit tersebut.


Tok... Tok... Tok..


"Permisi..." ucap Brian seraya mengetuk pintu ruangan dokter tersebut.


Terdengar sahutan dari dalam ruangan dan meminta Brian untuk masuk kedalam ruangan tersebut.


"Silahkan duduk Tuan... " ucap dokter tua yang menangani Zhack selama ini.


"Apa kabarnya jagoan?" Sapa dokter tersebut seraya mengulurkan tanganya pada Zhack.


Zhack meraih tangan dokter yang biasa dilihatnya itu, kemudian mencium punggung dari tangan dokter.


"Baik... Opa," jawab Zhack seraya melempar senyum khas anak - anak.


Dari hasil MRI yang dilakukan seminggu yang lalu, dokter terkejut setelah melihat hasil yang diberikan oleh asistennya.


"Massya Allah... Aku tak mengerti, dalam jangka waktu yang sangat singkat. Ini sebuah keajaiban untuk putra Tuan. Hasil ini menunjukkan sebuah perkembangan yang sangat baik. Bagian otak yang mengalami pelebaran sekarang telah mengecil dan itulah yang menyebabkan putra Tuan tidak merasakan sakit yang teramat sakit." Ucap dokter tua tersebut seraya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Selamat Tuan... Anak Tuan dinyatakan sembuh, namun selalu dipantau disetiap perkembangan kesehatannya karena riwayat penyakitnya yang langka dan terbilang cepat sembuh." Ucap dokter tersebut.


"Hindari memakan makanan cepat saji dan makanan yang diberikan penyedap rasa serta hindari untuknya berpikir keras dan terlalu lelah serta terpaan matahari yang terlalu lama." ujar dokter kembali.


"Baik dokter..." Ucap Brian dengan binar mata terpancar, rasa bahagia yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Tak berbeda jauh dengan istrinya, Hani pun tak hentinya mengucap syukur dan spontan melakukan sujud syukur dihadapa dokter tersebut.


"Sebelumnya, apakah putra Tuan meminum obat selain yang saya berikan?" tanya dokter dengan wajah penuh penasaran.


Dokter tua tersebut masih tak dapat percaya atas vonis penyakit yang dilakukan sebelumnya. Kini seperti diangkat penyakit tersebut tanpa meninggalkan bekas luka sedikitoun dikepala Zhack.


"Saya berikan dirinya susu berbahan kedelai, madu dan sarang semut serta air doa yang selalu saya berikan pada Zhack," ucap Brian bersuara dengan terbata - bata menahan tangis yang seakan mau pecah.


"Oooo begitu," balas dokter dengan singkat.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi Dok... Terima kasih yang telah memberikan perawatan dan pengobatan selama ini, " ucap Brian seraya mengulur tangannya.


"Sama - sama," balas dokter tersebut seraya menyambut uluran tangan Brian.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍

__ADS_1


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya...😊😊


__ADS_2