Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 76 Tergores Kembali (Part 2)


__ADS_3

Bulir bening jatuh menetes dari ujung mata Hanum. Ia tak menyangka kata yang keluar dari mulut ibunya Galang. Wanita yang dulu dikagumi Hanum.


Memdengar perkataan ibu Galang Hanya Hani yang bereaksi sedangkan Hanum hanya diam dan tertunduk malu karena perkataan yang cukup keras terdengar oleh orang disekitar.


"Maaf bu jangan memancing keributan disini, ibu jangan khawatir kk saya tidak akan mengejar putra ibu. Toh ia juga sudah bahagia dengan keluarganya sendiri". ungkap Hani kepada wanita itu dan memastikan bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.


"Ooh baguslah itu, putraku juga udah menikah dengan wanita yang lebih baik dari kk mu!, jawab ibu Galang seraya membelai lembut bahu wanita muda itu dan berlalu pergi begitu saja dengan menarik tangan wanita muda itu.


Hanum masih terdiam membisu setelah kepergian orangtua Galang bersama wanita muda itu. "Mengapa ia begitu membenciku? , besit Hanum dalam hati.


Hani mengoyangkan bahu ku membuyarkan pikiran ku yang terlintas dikepala.


"Kk, tak apa-apakan?, tanya Hani cemas dan masih sedikit kesal dengan peritsiwa yang barusan terjadi.

__ADS_1


Akhirnya setelah siap makan mereka memutuskan untuk pergi dari mall. Mereka khawatir akan berjumpa lagi dengan orangtua Galang.


Disepanjang jalan menuju perjalanan pulang kerumah. Wajah Hanum tidak berubah dari ia bertemu dengan orangtua Galang.


Luka lama tergores kembali dan berdarah kembali. Terasa sangat perih dan pilu di relung hati yang terdalam.


Bulir bening ia coba pertahankan agar tak jatuh diatas pipinya. Hanum tak ingin putri kecilnya mengetahui bahwa ibunya sedang bersedih.


Sopir Taxy mengatar tepat didepan halaman rumah. Hani sekali lagi mengoyangkan bahu Hanum. Ternyata Hanum masih terbawa emosi dengan peristiwa itu.


****************************************


Putri kecilnya sudah tertidur pulas akibat seharian ia bermain ditempat bermain yang ada di mall. Malam ini mata Hanum juga tak bisa terpejam. Pikiranya masih seputar kejadian dimall itu.

__ADS_1


"Apakah Galang pindah kerja kekota ini? sehingga tanpa disengaja ia bertemu dengan orangtuanya. Wanita muda yang bersama ibu Galang tadi sangat cantik dan seperti dari keluarga yang sederajat dengan Galang. Aaah!! Hanum mengapa kau iri dengan wanita itu? sudah jelas tadi ibu Galang sangat membanggakan menantunya itu". ungkap Hanum dalam hati seraya menarik nafas panjang.


Pintu kamar terbuka pelan ternyata Hani masuk kedalam kamarnya. Hani pasti tahu bahwa kk nya belum tidur terlihat dari lampu yang masih menyala.


"Kk kenapa belum tidur? apakah masih kepikiran kejadian tadi sore? , tanya Hani.


"Ya kamu benar kk masih tak percaya bisa bertemu dengan ibunya Galang dimall tadi. Siapa wanita yang bersama ibunya Galang itu, apakah benar istrinya Galang?, ungkap Hanum.


Hani memeluk tubuh kk nya lalu berkata:


"Tak usah kk pikirkan itu semua masa lalu kk, yang jelas sekarang kk fokus saja sama Fairuz biarkanlah kak Galang dengan kehidupannya".


Ucapan Hani menyadarkannya tidak ada untung baginya mengenang mada lalu yang tragis dan memilukan itu. Tetapi mengapa terasa sakit menusuk dihati ketika ibu Galang memperkenalkan wanita itu.

__ADS_1


Ibu Galang sebegitu bencinya terlihat dari sorot matanya yang seakan jijik melihat Hanum dan putrinya.


"Anak haram,,, sama sekali tidak ada dosa anak ini. Hanya lampiasan amarah dan kekesalan yang berujung fatal. Bukan lampiasan nafsu dari sepasang kekasih yang lagi dimabuk cinta", besit Hanum dalam hati dengan kepedihan yang mendalam.


__ADS_2