Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 153 Bram Vs Clara


__ADS_3

Rutinitas Hanum setiap pagi hari membuat sarapan buat Bram dan Fairuz dibantu oleh asisten rumah tangganya. Nasi goreng sea food dicampur dengan sayuran dan telur ceplok buat kedua orang yang disayanginya.


Kemudian berlanjut dengan menyiapkan pakaian yang dipakai oleh Bram setiap harinya. Telah diletakkannya diatas tempat tidur beserta pakaian dalam suaminya itu.


Semenjak Hanum menjadi istrinya urusan kamar pribadi Hanum bersama Bram tak ada yang membereskanya. Hanum membersihkan sendiri, tak diperbolehkan satu orangpun masuk kedalam terkecuali putri kecilnya.


Seperti biasa hari ini Bram berangkat kekantor. Stelan jas hitam dengan kemeja berwarna biru muda dan dasi motif bergaris yang melingkar dilehernya berwarna navy sangat serasi dengan kemeja yang dipakainya.


Terlihat sangat tampan dengan rona wajah bersinar pagi ini. Hanum mengatarkan suami dan putri kecilnya sampai mereka berdua masuk kedalam mobil.


Dengan tangan yang melingkar dipinggang istrinya Bram berjalan menuju depan pintu utama. Fairuz berjalan beriringan disamping Hanum seraya mengengam tangan bundanya.


Sebuah kecupan manis dipipi Hanum dari putri kesayangannya dan ciuman mesrah di bibir dari suaminya yang diterima Hanum setiap pagi disaat mengatar mereka berdua berangkat kesekolah dan kekantor.


***


Setiba dilobi perusahan yang dimilikinya security menganggukan kepala tanda hormat terhadap Presiden Direktur Atmajha Group.


Bram hidup dengan kekayaan yang tak habis oleh tujuh generasi.


Wajar saja perusahaan yang dirintis dari kakek buyutnya yang juga sudah terlahir dari keluarga bangsawan dan beralih keayahnya dan sekarang oleh dirinya sebagai putra tunggal keluarga Atmajha.


Setelah dipegang oleh Bram perusahaan yang dirintis kakek buyutnya itu semakin berkembang dan banyak anak perusahan diberbagai kota besar dinegara ini dan bahkan sampai ke negara tetangga.


"Maaf Pak ada seorang wanita telah menunggu diruangan dengan cara memaksa saya untuk bertemu Bapak," ujar asisten pengganti Brian.

__ADS_1


"Siapa! " Tanya Bram dengan wajah sangat keberatan.


"Nona Clara Pak!" Balas asisten Hana dengan wajah tertunduk merasa tak berhasil mengusir wanita tersebut.


Sebelum keberangkatannya ke negara tetangga, Brian telah merekomendasi Hana yang bekerja dibawah kepemimpinannya sebagai asisten pribadi Bram.


Brian telah membuat daftar agenda Bram dan apa saja yang wajib dilakukan dan yang dihindari oleh dirinya sebagai asisten pribadi Bram sementara.


Hana wajib berkoordinasi semua tindakannya kepada Brian karena bakal di crosscheck Brian setiap minggunya.


Flashback On


"Kau ingat wanita yang bernama Clara jangan kau biarkan mengganggu bos dikantor atau diluar kantor pada saat bos betenu klien," pesan singkat tambahan Brian pada Hana dengan penuh keseriusan.


Hana menganggukan kepalanya pertanda mengerti apa yang dijelaskan oleh bosnya itu. Brian memang orang yang berpengaruh nomor dua dibawah Bram diperusahan tersebut.


Tidak satupun yang berani membantah perintahnya. Jika ada yang bermain - main dibawah pengawasannya maka siap - siap didepak tanpa pesangon dari perusahan yang menjadi incaran semua orang untuk kerja disana.


Asisten pribadi Bram membuka pintu ruangan bosnya itu. Berdiri dibelakang bosnya dan sekarang beralih posisi dibagian belakang samping kursi Bram.


"Aku mau bicara! Keluarlah kau," suara ketus Clara mengusir wanita yang ada dihadapannya.


"Bicaralah! " Suara ketus Bram tanpa memperdulikan Clara yang telah mengusir Hana.


Tanpa bergeming Hana tetap berdiri pada posisi semula tanpa bergerak secentipun. Selagi bosnya sendiri tak meminta keluar dari ruangan berati Hana tak memperdulikan ucapan wanita tersebut.

__ADS_1


"Kak Bram..." Dengan manja Clara mendekati Bram tanpa malu dilihat Hana yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.


"Kakak sudah tahu kan? Bagaimana karakter Hanum itu! Wanita kampung yang hanya numpang hidup dan memanfaatkan kebaikkan kak Bram aja," Umpat Clara tanpa rasa malu merasa dirinya suci.


Hana yang melihat adegan wanita didepannya itu, merasa kesal sekaligus geram dengan wanita tak lebih dari ******* itu.


Berpakaian tak pantas pada tempatnya, dengan sengaja memperlihatkan lekuk tubuhnya dan bagian dada yang terbuka sampai kebawah.


"Wajar pak Brian mewanti - wanti aku dengan wanita ular satu ini!" Besit dalam hatinya dengan senyum merendahkan Clara.


###


Memang tak tahu diri Clara ya... 😈


Bagaimana para Reader... masih setia pada DBSK Jilid 3 Kisah Cinta Bram


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.

__ADS_1


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎


__ADS_2