Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 75 Tergores Kembali (Part 1)


__ADS_3

Hanum bahagia bahwa adik tengahnya bisa tinggal bersama. Akan ada teman berbagi cerita mencurahkan rasa yang tak ingin dipendam sendiri.


Hari ini ia bersama Hani akan pergi membeli beberapa barang. Sekalian hanya jalan-jalan dimall sambil cuci mata. Bisa dihitung jari Hanum pergi keluar. Waktunya hanya dihabiskan dirumah atau ditempat bude sekedar membantu usaha kecilnya.


Hanum tak terpikir untuk memanjakan dirinya, dia hanya terpusat pada tumbuh kembang putri kecilnya. Kehadiran Hani dirumah ini membawa suasana baru dan lebih hidup.


"Aunti ntar pilihkan ikat rambut yang cantik buat fay ya? fay mau yang warna pink", rengek ponakannya yang manja dengan wajah imutnya.


"Beres non,,,, ntar kita sama-sama pilih model yang cantik dan aunti akan membelikan ikat rambut yang Fay pilih", jawab Hani seraya mencubit pipinya yang merah.


Mereka bertiga sampai pada sebuah mall terbesar dikota ini. Cukup waktu lama mereka berkeliling dan melihat-lihat semua yng ada dimall tersebut.


Hanum memutuskan untuk beristirahat karena Fay sudah mengeluh kakinya sakit setelah puas berlari kesana kemari ditempat permainan anak-anak yang ada dimall.


Mereka berhenti pada sebuah resto cepat saji yang ada didalam mall tersebut untuk mengembalikan tenaga yang terkuras setelah asik berkeliling.

__ADS_1


"Bunda, Fay mau es krim itu", ucap putri kecilnya seraya menunjuk tempat penjual es krim yang tak jauh dari mereka duduk.


"Baiklah, Fay jadi anak pinter ya tunggu bunda belikan", ucap Hanum dengan senyuman lalu berdiri dan berjalan ketempat penjual itu.


Tak butuh lama Hanum telah kembali dengan membawa satu cup es krim rasa stroberi ditangan kanannya. Fay memakan es krim dengan gaya imutnya dan jadi pusat perhatian orang disekitar tempat duduk mereka.


Fairuz tumbuh menjadi seorang anak yang cantik dan menggemaskan. Dengan kulit putih bersih dan bulu mata yang lentik ditambah dengan mata berwarna biru.


Setiap orang melihatnya terkagum dan terpanah dengan kecantikan putri Hanum. Hanum biarkan rambut hitamnya memanjang menambah gemas orang melihatnya.


Putri Hanum memandang ibu dan auntinya seakan meminta ijin untuk menyebut namanya dengan cara memandang kearah wajah ibu dan auntinya.


Hanum menganggukkan kepala pertanda setuju untuk Fay berbicara.


"Fairuz", ucap putri Hanum dengan suara cedalnya seraya mengulurkan tangan kanan dan tersenyum manis. .

__ADS_1


"Waduh sayang pinter sekali, perkenalkan nama tante Intan", ucap wanita itu seraya meraih tangan Fay.


Ada bebrapa menit mereka berbicara, datanglah wanita paruh baya menghampiri mereka sama seperti wanita muda ini yang tiba-tiba sudah mendekat.


Betapa terkejut Hanum dan Hani menoleh kearah wanita paruh baya yang menghampiri mereka berdua. Jantung Hanum berdetak lebih kencang dari biasanya.


Mata mereka berdua seakan terlepas melihat wanita paruh baya itu. Cukup lama mereka tak bertemu semenjak pembicaraan rahasia diantara mereka berdua disaung dekat rumah Hanum.


"Ibu", ucap Hanum sedikit keras karena terkejut.


"Hanum" ucap wanita itu seraya memandang keputri kecilnya dengan sinis.


"Mengapa kau ada disini? Jangan bilang kalau kau masih mengharapkan anakku!, ucap ketus ibu Galang.


"Oh ini anak haram yang kau banggakan, yang kau pertahanan dan tak rela membuangnya waktu pada saat itu. ungkap ibu Galang dengan wajah jijik dan sangat benci melihat Hanum dan putrinya.

__ADS_1


__ADS_2