Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 104 Curahan Hati Hanum


__ADS_3

Entah berapa lama mereka habiskan waktu duduk disebuah kursi dibawah pohon besar nan rimbun daunnnya. Hanum menatap lurus kedepan dengan tatapan mata penuh kesedihan.


Bram masih belum mengerti apa yang maksud dari perkataan Hanum. Ia hanya terus berpikir dan berusaha mengartikan dari sebuah pribahasa yang diberikan kepadanya.


"Hidupku dulu setenang air itu Bram, tetapi ketika kau datang dengan tiba-tiba membuat percikan didalam kehidupanku. Dia yang membantuku untuk bertahan dan kembali tenang seperti air dipermukaan danau itu", ungkap Hanum dengan menarik nafas yang panjang terasa berat sekali.


"Diusia muda ku dua puluh dua tahun harus menanggung beban seberat itu. Lelaki yang ku harapkan bisa menemani diketerpurukan ku, pergi meninggalkan disaat aku sangat membutuhkannya. Dialah yang mau berkorban melindungi ku dan menyayangi ku seperti seorang kakak terhadap adiknya tanpa memikirkan dirinya sendiri", ungkap Hanum dengan bulir bening yang telah keluar diujung matanya.


Sangat hancur hatinya mendengar curahan hati Hanum. Jadi selama ini wanita yang membuatnya jatuh hati merasakan sebegitu pahit dan getirnya hidup akibat ulah dirinya.


Kepala Bram tertunduk dan parasnya yang tampan terlihat sangat menyedihkan. Tak mampu ia tegakkan menatap wajah Hanum


"Kau tahu Bram? bahwa kak Dika tak pernah menyentuh ku bahkan sekalipun, ia akan habiskan hidupnya hanya sebagai penjaga dan pelindung ku. Itulah mengapa Tuhan lebih mengambilnya terlebih dahulu karena niatnya itu", ungkap Hanum yang tak bisa mengendalikan emosinya lagi.


Bulir bening itu tak tertahankan lagi terlihat jelas dari wajahnya yang telah basah. Suara tangis Hanum terdengar pilu menyayat hati Bram sampai kerelung hati yang terdalam.


Bram berdiri Lalu berlutut dihadapan Hanum yang masih menangis. Tak perduli dengan harga dirinya sebagai seorang lelaki karena ia juga tersiksa dengan kesedihan itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, izinkan aku menebus semua kesedihan mu yang telah kulakukan terhadap mu selama ini", ucap Bram lirih dengan kepala yang tertunduk dan bulir mata telah jatuh dari seorang laki-laki yang merasakan rasa bersalah dan keputusasaan yang juga menyiksa dirinya.


"Bangkitlah dan duduklah disampingku", ucap Hanum dengan suara pelan seraya meraih tangan Bram untuk duduk kembali disampingnya.


Hanum menyadarkan kepalanya dipundak lelaki yang ada disampingnya. Bram terkejut dengan sikap Hanum yang seakan meminta untuk bertahan dari rasa kesedihan yang menyelimuti hatinya.


Bram genggam tangan Hanum dengan erat seakan memberikan keyakinan bahwa ada dirinya yang tak akan meninggalkannya sendiri.


"Mengapa selama ini ku bertahan dengan kesendirian, karena rasa perih dan terluka yang masih enggan menghilang dari hatiku. Sehingga tanpa ku sadari keegoisan ku menyebabkan putri kecilku tertekan selama ini", ungkap Hanum dengan rasa penyesalan.


Sampai menunggu putri kecilnya berumur lima tahun, yang dapat mengeluarkan perasaannya yang menginginkan akan sosok seorang ayah.


Harapan putrinyalah yang telah membuka hati Hanum bahwa keegoisannya menyebabkan rasa sedih dihati putrinya sendiri.


"Sayang mari sekarang kita berjalan bersama untuk memastikan tak ada lagi kesedihan yang dirasakan oleh putri kecil kita", ungkap Bram pada wanita yang masih menyandarkan kepalanya dibahu.


Hanum menatap wajah lelaki dihadapannya lalu menganggukan kepala pertanda ia setuju.

__ADS_1


Bram menghapus sisa bulir bening yang masih membasahi wajah cantik Hanum.


"Apa kau mau ku belikan es krim itu? , tanya Bram seraya menunjuk penjual es krim yang ada ditaman tersebut.


"Ya, belikan juga buat putri kecil kita sayang", jawaban Hanum menyejukkan hati Bram sehingga senyum pun mengembang diwajahnya.


To be continue,,,,,,,,,,


*****************************************


Baiklah Reader kita sampai pada episode terakhir di jilid 2 ini 😊


Tetap dukung authornya agar semangat melanjutkan jilid ke 3 😊


Jangan lupa like and komen plus rate bintang 5 dan vote sebanyak-banyaknya 💞💞💞


Terima kasih 😎😘🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2