Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 119 Teror


__ADS_3

Dering ponsel terdengar mengagetkan Hanum yang sedang melamun. Pikirannya berputar masih hal yang sama yaitu "Galang".


Tertera nama Bram dalam panggilan tersebut, hatinya sudah cemas kalau yang menelpon adalah lelaki yang mengancamnya akan berbuat sesuatu yang buruk.


"Sayang setengah jam lagi akan ku jemput", ucap Bram tanpa memberitahu mau kemana.


Panggilan pun segera dimatikan Bram setelah memberitahu istrinya.


Hanum masih tinggal dirumah pemberian almarhum Dika. Hanum akan mengikut Bram pindah kekota. Selama ini Bram harus bolak balik dari kota tempat Hanum tinggal ke pusat kota dimana Bram tinggal.


Ada perasaan sedih menggelayuti hati Hanum bahwa ia akan meninggalkan kenangan disini bersama almarhum Dika.Tak kuasa menolak nya karena sekarang ia akan tinggal dimana suaminya berada.


"Dek, kamu baik-baik ya tinggal seorang diri disini. Ada bude yang bisa kau jadikan pengganti orangtua kita disini", ucap Hanum pada adek tengahnya itu yang telah duduk disampingnya.


Mereka berpelukan seakan tak ingin berpisah, bulir bening menetes dimata kedua wanita itu. Sebuah Rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Tak beberapa lama Bram sudah berada didepan pintu rumah Hanum. Ia melihat dua beradik itu larut dalam kesedihan.


"Hey ada apa ini? tak perlu sesedih itu. Kalian masih bisa berjumpa hanya butuh waktu dua jam penerbangan kalian sudah bertemu lagi", ungkap Bram seolah mengerti kesedihan istri dan adik iparnya itu.

__ADS_1


Bagi Bram yang biasa kesana kemari melakukan perjalanan memang tidak menjadi masalah yang besar baginya. Pagi dia ada dikota tempat tinggalnya dan siang sudah sampai dirumah Hanum.


"Brian akan sering berkunjung pada mu Han, tak usah khawatir kau akan ada teman", ungkap Bram dengan mata menghibur adik iparnya.


"Kak Bram mana lah aku bisa berteman dengan lelaki tua seperti dia, ga nyambung lagi", ucap Hani dengan nada kesal mengingat wajah Brian.


Lelaki yang dikatakan Hani ternyata ada dibelakang Bram, dengan wajah kesal mendengar perkataan dari gadis yang ada dihadapanya.


"Apaaaa!! lelaki tua, gadis ingusan seperti dirimu tak masuk dalam tipe lelaki tua seperti aku ini", ucapnya kesal dengan sorot mata yang tajam memandang kearah Hani.


Hani terkejut melihat lelaki yang dibicarakan ada dihadapannya.Ternyata ikut bersama Bram kerumah ini.


"Kenapa tiba-tiba dia muncul, sorot matanya buat aku takut seakan mau menelan ku hidup-hidup", besit Hani dalam hati.


Hanum dan Bram pun ikut tertawa melihat perubahan diwajah Hani. Ada rasa kepuasan tersendiri bagi Brian bisa menang dari adeknya Hanum. Biasanya ia selalu kalah dalam berdebat dengan gadis belia dihadapannya.


Hani dan Brian memang terpaut usia yang sangat jauh. Brian memang suka mengusili gadis belia itu. Entah perasaan senang apa, yang ada dihatinya melihat raut wajah gadis itu cemberut ataupun kesal.


Ponsel Hanum bergetar terdengar dering dari nada ponselnya. Hanum meraih ponsel yang terletak diatas meja.

__ADS_1


"Hallo,siapa ini?, ucap Hanum yang tak mendengar siapapun berbicara pada panggilan itu.


Sebuah nomor panggilan baru yang barusan menelpon Hanum. Tak lama dimatikan telpon itu berbunyi kembali masih diam tak terdengar suara dari sang penelpon. Beberapa kali panggilan itu masuk tapi tetap dengan diam dan tak ada suara. .


"Mau apa lagi lelaki itu", ungkap Bram merasa terganggu karena istrinya ditelpon lelaki lain.


Hanum hanya terdiam dan pikirannya melayang mengingat perkataan Galang tempo hari itu.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢

__ADS_1


Terima Kasih...🙏🙏


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2