
Dikri hanya bisa terduduk lesu dengan pikiran bercampur aduk dikost tempat dimana ia bersama wanita yang sangat dicintainya itu tinggal.
Pikirannya pun terbang tak tentu arah dan masih merasa tak percaya bahwa ia dipermainkan oleh wanita yang ia puja melebihi istri sahnya.
Wanita yang diimpikannya akan melahirkan keturunannya dan bisa hidup dengan belahan jiwanya sampai diusia tua.
Semua impiannya sirna, bak seberkas debu yang terbang tertiup oleh angin. Hanya tersisa penyesalan yang datangnya terlambat
Wanita itu telah kabur dengan membawa beberapa surat berharga dan beberapa tabungan yang dimiliki Dikri. Memang benar tertipu mentah Dikri pada wanita yang dinikahinya itu .
Kebodohanya yang terlampau percaya dan terbuai akan rasa cinta palsu dari wanita tersebut. Kini tinggal ia seorang diri meratapi tindakannya yang terlalu ceroboh dalam hal bertindak dan berbuat.
"Aku menikahinya karena ia hamil yang bukan darah daging ku, wanita itu tlah tidur dengan lelaki brengsek itu. Betapa bodohnya aku percaya begitu saja , meninggalkan istri sah yang tak pernah sekalipun mengecewakan ku walau ia telah banyak aku sakiti", ucap lirih Dikri dengan rasa bersalah yang teramat dalam.
Dikri baru teringatkan akan Dina yang tak pernah menolak apa yang diperintahkannya walaupun itu menyakitkan hatinya.
__ADS_1
"Lelaki macam apa aku ini, terhipnotis dengan cinta palsu!, ucap kesal Dikri pada dirinya sendiri seraya menitikkan bulir bening diujung matanya.
*****************************************
Hanum akan menceritakan hasil dari rencana yang telah menghasilkan kabar bahagia untuk sahabatnya.
Diketuknya pintu sampai tiga kali dan tak terdengar jawaban dari dalam.
Hanum terlihat cemas melihat lampu rumah Dina yang masih menyala padahal hari sudah beranjak siang.
Cukup lama pintu itu dapat terbuka secara paksa. Hanum segera berlari kedalam memeriksa apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Hanum menjerit histeris dan suaranya terdengar keras sehingga para tetangga berdatangan kerumah Dina.
Tubuh Dina terbujur kaku diatas kasur dengan mulut berbusa. Hanum panik dan menangis tak terkendalikan melihat tubuh sahabatnya.
__ADS_1
Tetangga yang telah ramai berdatangan segera membawa Dina kerumah sakit. Dina dilarikan ke UGD uuntuk mendapatkan pertolongan dengan cepat.
Hanum hanya bisa menuggu diluar dan memohon pada Sang Khaliq agar sahabatnya itu selamat dari aksi bunuh dirinya dengan menelan pil tidur.
Tubuh Hanum bergetar dan bibirnya biru serta wajahny pucat. Tak menyangka bahwa Dina memiliki pemikiran yang pendek mengambil jalan pintas membuat yang ditinggalkan sedih dan bagi yang melakukan sengsara diakhirat.
Putra bungsu bude mencoba untuk menenangkan Hanum dan berusaha untuk memberikan suport buat Hanum. Menyadarkannya ia harus kuat demi sahabatnya itu.
Seketika pintu dihadapan Hanum terbuka dan mengagetkan Hanum. Spontan berdiri dan mendekati dokter yang telah menangani sahabatnya itu.
"Pasien terselamatkan akan tetapi ini akan mempengaruhi janin yang ada dikandungannya", ucap dokter dengan kesungguhan.
Dokter mengatakan akan ada hal yang sangat fatal terhadap janin yang ada dirahimnya karena pengaruh pil tidur yang telah diminumya.
Dina diipindahkan keruang inap dan Hanum melihat tubuh sahabatnya itu pucat dan membeku karena sangat dinginnya tubuh Dina.
__ADS_1
Melihat itu Hanum menangis kembali, seraya menyentuh wajah sahabatnya itu.