Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 48 Patah Hati


__ADS_3

Sudah satu pekan Bram tidak datang kekantor. semua pertemuan klien dan urusan pekerjaan dikantor dihandel oleh Brian sahabatnya.


Ia habiskan waktu itu hanya dirumah dan lebih banyak di dalam kamar. Bahkan Bram enggan sekali turun ke ruang bawah sekedar untuk makan.


Hanya pak Kus yang setiap hari mengantar makan kedalam kamar Bram. Makanan yang pak Kus antar pun sering kembali dalam keadaan tanpa disentuh Bram.


Orang tua Bram sangat bingung dengan perubahan sikap Bram yang berbeda dengan yang mereka kenal. Peristiwa Hanum telah merubah sikap putranya.


Bram pria yang gila kerja. Ia tak akan sedikitpun mencampurkan urusan pribadi kedalam pekerjaanya. Ia selalu menuntut kesempurnaan dari segala sisi tidak hanya dari urusan kerja tetapi juga urusan pribadinya. Pandai menjaga batasan antara urusan pekerjaan dan pribadi.


Tapi ini semua berubah draktis dalam sepekan ini. Ia sangat larut dalam kesedihan dan keputus asa.


Brian berniat pagi ini mengunjungi sahabatnya itu. Mobil Brian melaju dengan kecepatan sedang. Akan tetapi Hati Brian bergemuruh kencang seakan mau terpental keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


"Apa reaksi Bram setelah aku sampaikan informasi terbaru mengenai Hanum", ungkap Brian dengan menarik nafas panjang.


Bram mati kutu dengan gadis ini. Ia yang semula dikejar para wanita dan selalu wanita itu sendiri yang rela berada disekeliling Bram. Bram seperti magnet bagi wanita yang selalu berusaha menempel ditubuhnya.


Siapa yang tak ingin sekedar saja menjadi kekasih apalagi menjadi seorang istri dari seorang pria yang tampan dan kaya raya. Pemiliki perusahan terbesar dan merupakan keluarga dari keturunan nigrat.


Kini ia meraih keyakinan seorang wanita seperti Hanum saja tidak bisa.


"Apa yang berbeda dengan wanita ini? Mengapa ia sedikit saja tidak menoleh kearah sahabatnya itu. Jika wanita lain maka dengan senang hati dan rela mau tidur bersama pria seperti Bram". besit dalam hati Brian.


Setibanya didalam rumah Brian langsung menuju kamar sahabatnya itu. Ia ketuk pintu tiga kali dan terdengar suara dari dalam.


"Masuklah", jawab Bram yang suaranya terdengar habis bangun dari tidur.

__ADS_1


Memang ia sulit memejamkan mata dan dapat tertidur setelah dini hari. Brian melihat keadaan sahabatnya yang masih berada diatas kasurnya.


"Hey, ada apa ini? Tak pernah ku lihat kau semalas ini Bram". ucap Brian dengan wajah terkejut dan heran.


"Kemana semangat sahabatku yang dulu. Lihat wajahmu, kau bahkan membiarkan janggutmu tumbuh", ucap Brian dengan sorot mata yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Bagaimana aku mengatakan kepadanya melihat keadaannya sekarang saja seperti aku tak mengenal Bram yang dulu". besit Brian dalam hati.


Ada Kebimbang dihati Brian untuk menyampaikan informasi terbaru mengenai Hanum. Ia beranikan diri untuk mengatakan yang telah terjadi pada pernikahan Hanum karena itu lebih baik dari pada menyembunyikan kebenaran dari sahabatnya itu.


" Hanum tidak jadi menikah dengan Galang", ungkap Brian dengan suara pelan.


Mendengar apa yang dikatakan sahabatnya Bram lalu terkejut dan spontan berkata: "Apaaa! ia tak jadi menikah? . tanya Bram dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Hanum menikah dengan sepupunya Dika, pada saat Galang meninggalkan nya begitu saja setelah sopir pribadi Galang datang ke acara pernikahan tersebut". jawab Brian.


__ADS_2