
Berakhir sudah penantian yang panjang, Ku langkahkan kaki dengan penuh harapan. Janji suci yang tertunda yang telah direncanakan terasa sudah didepan mata dan akan segera terwujud.
"Ku persunting sijantung hati belahan jiwa ku. Aku telah kembali, tunggu aku disana kekasih ku...Besit Galang dihati."
Terlihat senyum tak lepas diujung bibir dan wajah penuh rona kebahagian terpancar. Turun dari pesawat yang tertunda sekitar dua jam.
Galang sengaja tak memberikan kabar kepulangannya. Biar lah menjadi kejutan buat Hanum dan ibu pikirnya.
Sebuah syal berwarna merah muda sudah dipersiapkan buat Hanum sebagai kado akan kepulangannya.
"Kamu tahu sayang tiada malam yang terlewatkan oleh ku selain memimpikan mu ada disamping, Aku sangat merindukan mu Hanum," besit Galang kembali dihati.
Suara dari dalam terdengar menjawab ketika ketukan pintu terdengar dari luar. "Ya tunggu sebentar."
Betapa terkejut ibu melihat putra semata wayangnya sudah ada dihadapan. Rasa haru dan bahagia terpancar dikedua bola mata.
"Kamu sudah pulang nak ?, ucap ibu seraya memeluk putranya dengan erat ada rasa rindu yang terbayar sudah."
"Ya bu." Ucap Galang sambil larut dalam kerinduan.
"Kenapa tak memberi kabar kalau kamu akan pulang lebih cepat ?, tanya ibu."
__ADS_1
"Sengaja," ledek Galang sambil melepaskan pelukannya.
"Hanum tahu kamu sudah pulang nak ?, tanya ibu dengan serius."
Hanya dengan gelengan kepala saja memastikan bahwa Hanun juga sama dengan dirinya tidak tahu akan kepulangannya yang lebih cepat.
***
"Kak Galang....Kata Nina dengan pelan dan lirih seraya memeluk erat tubuh lelaki itu agar rasa beban ini berkurang."
Tersirat dimata gadis remaja itu sebuah kepedihan mendalam dihati dan ingin ia segera tumpahkan beban itu padaku.
"Ada apa nina ?, dan mana kak Hanum?, tanya Galang sembari mencuil manja dipipi."
"Ibu ada apa?, tanya Galang heran."
"Hanum......" Jawab ibu menatap sambil berkaca-kaca.
"Hanum hilang...., Dan sekarang ayah sedang mencarinya ke kota, ujar ibu selanjutnya."
Sontak raut wajah Galang terpaku penuh dengan kebingungan. "Mengapa Hanum, kemana dirimu ?, ucap Galang lirih."
__ADS_1
"Ayah langsung pergi ke kota setelah mendapat kabar Hanum hilang dari keluarga Dina dan sampai saat kami belum mendapatkan kabar terbaru dari ayah," ungkap ibu sambil menangis.
"Sudah dua hari kak hanum hilang," ujar Hani yang juga menangis.
Dering ponsel menghentikan suasana tangis mereka. Tertera nama ayah pada panggilan diponsel Hani.
Segera diangkat panggilan itu secepatnya dan terdengar suara ayah: "Kakak mu sudah ditemukan beritahu ibu dan adik mu Han... Perintah ayah dan kemungkinan ayah akan lama dikota." Ucap ayah mengakhiri panggilan.
Hani memberi tahu kabar yang barusan ia dapatkan. Mendengar perkataan Hani wajah ibu, Nina, dan termasuk Galang sedikit menghilangkan rasa kekhawatiran terhadap Hanum.
"Bagaimana keadaanya ?", tanya Galang penasaran.
"Ayah hanya memberikan kakak ditemukan aja," jawab Hani.
Sejenak hening suara yang ada diruangan itu. semua larut dalam pikiran mereka masing-masing.
"Kalau begitu aku akan pergi kekota dan mencari tahu keadaan Hanum, "ucap Galang memecah keheningan.
Rasa kebahagian pulang secepatnya telah sirna. Kini hanya terlintas kegelisahan dan kekhawatiran yang melanda di hati.
***
__ADS_1
Bagaimana Reader, kasihan ya lihat Galang yang semula hatinya berbunga-bunga kini hancur berserakan setelah mendengar kabar kehilangan kekasih tercinta. Tetap semangat mengikuti cerita diepisode selanjutnya ya.. Jangan lupa like dn komen yang membangun.😄😊 terima kasih🙏🙏