
Pagi ini Galang uring - uringan, seperti berbeda pada biasanya. Entah apa yang mengganjal dihati dan pikirannya.
Diputuskanya hari ini untuk tidak pergi kekantor. Dibiarkannya saja sedari tadi tubuhnya bergolek kekanan dan kekiri diatas kasur.
Istrinya telah pergi kekampus sejak 30 menit yang lalu. Namun dirinya masih enggan mengangkat tubuhnya untuk beranjak dari tempat tidurnya.
"Baiklah... Aku akan mandi dulu," batinnya untuk menghilangkan bad mood nya.
Dilangkahkan kakinya dengan gontai dan dipaksa kakinya untuk melangkah menunuju kamar mandi.
Terdengar rintikan air, dari kran air yang terbuka dikamar mandi itu, Galang membasahi tubuhnya dengan air hangat, mencoba memberi tenaga pada tubuhnya yang tak bersemangat.
πππ
15 Menit Berlalu
"Aku akan menjemputnya hari ini," batinnya kembali seraya menatap cermin sekaligus merapikan rambutnya.
Galang mencari sesuatu diatas meja rias istrinya, seperti ada suatu benda yang tidak ditemukan diatas meja rias tersebut.
Dibukanya laci pada nakas yang ada dikiri dan kanan tempat tidur begitu juga dilaci meja rias istrinya. Namun masih tak menemukan, apa yang dicarinya.
__ADS_1
Kini dirinya beralih kesebuah tempat dimana Mayang selalu meletakan barang - barang stok kosmetik ditempat tersebut. Dilihatnya kedalam sebuah box tersebut, dan matanya tertuju pada sebuah obat yang terselip diantara kosmetik Mayang.
Matanya tertarik pada obat tersebut, dicobanya untuk mencari obat apa yang ditemukan dirinya.
Betapa terperanjatnya Galang, matanya hampir terlepas pada tempatnya. Degub jantungnya begitu kencang dan darahnya serasa mendidih membaca keterangan dari obat yang ditemukan dirinya.
"Apa...! Ini jawaban dari pertanyaan ku semalam! Ternyata ucapan yang kudengar ditelinga hanya bohong belaka!" Ucap kesal Galang seraya meremas obat yang ada digengaman tangannya.
Hatinya semakin tak menentu, semula ada yang mengganjal dihatinya, ternyata inilah alasan yang dihadapinya saat ini.
Terlihat amarah diraut wajahnya yang tampan, dengan pikiran melayang tak menentu. Dicobanya untuk duduk diujung tempat tidur masih dengan menggenggam kuat obat ditangannya.
πΈπΈπΈ
Kampus Mayang
Mata kuliah untuk hari ini telah selesai, dirinya menunggu disebuah tempat duduk bersantai bagi mahasiswa ditaman kampus tersebut.
Galang telah menelponnya 15 menit yang lalu akan menjemputnya. Sehingga Mayang terpaksa dengan berat hati mengatakan pada The Gang nya untuk tidak bisa ikut Hang Out bersama mereka hari ini.
Alasan yang dibuat - buatnya, yang meyakinkan teman - teman untuk izin kali ini. Mayang sekarang sudah pandai membuat alasan, dirinya seperti sudah terbiasa berbohong dengan statusnya sebagai seorang istri.
__ADS_1
Dengan raut wajah santai dan meyakinkan orang yang mendengar dirinya, berkata " Sorry Bebs, dirumah ada acara untuk nanti malam. cuma makan malam sih...Tapi harus kumpul semua keluarga, jadi aku tak bisa bersama kalian malam ini, kalian tahukah orang tuaku ga akan ijinkan aku kalau tak ikut acara keluarga tersebut."
Dengan mimik wajah meyakinkan semua orang dan memasang wajahnya seperti merasa bersalah, teman - temanya percaya begitu saja akan perkataan Mayang.
Terdengar klatson dari dalam mobil yang terpakir tak jauh dari Mayang duduk. Matanya tertuju pada mobil tersebut yang tak asing baginya.
"Kak Galang..!" batinnya.
Segera dilangkahkannya kakinya menuju mobil mewah berwarna hitam tersebut. Dengan tersenyum mengembang kearah mobil, walaupun dirinya tak dapat melihat orang yang ada didalam mobil tetsebut.
Dibukanya pintu mobil lalu masuk kedalamnya dan kini Mayang berada disamping Galang yang membawa mobil tersebut.
"Kakak tak kerja ya hari ini? Tanya Mayang tanpa melihat raut wajah Galang yang ingin segera meluapkan amarahnya.
"Ga... " Jawab singkat Galang tanpa memandang wajah istrinya.
Mobil meninggalkan halaman kampus dan menuju jalan besar dengan kecepatan tinggi, disepanjang perjalanan Galang hanya terdiam dan tak mengeluarkan satu katapun.
πππ
Lanjut membaca ya Reader... πππ
__ADS_1