Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 272 Terbitnya Mentari


__ADS_3

Mayang berusaha keras agar segera menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Kini kandungan semakin membesar, namun dirinya masih tak mengingat siapa ayah dari janin yang sedang dikandungnya.


Bulir bening menetes diujung matanya, lamunan melayang tak tentu arah. Duduk disudut teras dengan pandangan mata yang kosong.


"Ndok... Ada yang ingin bertemu" Ucap wanita tua tersebut yang duduk menghampiri.


"Siapa Mbok? balas Mayang dengan wajah datar.


Seorang lelaki yang datang dari kota, sengaja ingin bertemu. Segera beranjak dari duduknya menuju lelaki yang sedari tadi telah menatapnya dengan dalam.


"Mayang.... " Sapa lelaki tersebut seraya menitikkan bulir bening diujung matanya.


Mayang masih memandang lelaki yang ada dihadapannya dengan sangat dalam. Berusaha untuk mengenali wajahnya.


Namum semakin keras dirinya berusaha mengingat, maka semakin tak bisa mengenal siapa lelaki tersebut.


"Mayang... Kau tak mengingat ku? " Jawab lelaki yang ada dihadapannya.


Mayang menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata penuh dengan rasa penasaran.


"Siapa Tuan? dan ada perlu apa sehingga ingin bertemu dengan ku?" Tanya Mayang dengan suara bergetar.


"Kau lupakan aku begitu saja... Setelah selama ini aku tak henti mencari dan memikirkan keberadaan mu sayang... " ujar lelaki dihadapannya.


Segera lelaki tersebut merangkul tubuh Mayang dengan erat. Sebuah tendangan kecil tepat dibagian perutnya mengangetkan lelaki tersebut.

__ADS_1


Aduuuh....


"Apakah ini buah cinta kita sayang? " ucap Galang pada Mayang.


Mayang masih membisu, mencoba untuk mengingat lebih keras wajah lelaki dihadapannya.


"Apakah kau suami ku?" Balas Mayang dengan wajah penuh rasa penasaran.


"Ya tentu saja, kau adalah istriku." Ucap Galang dengan wajah tersenyum seraya mengusap perut Mayang dengan lembut.


"Aku tahu, bahwa saat ini kau kehilangan ingatan mu. Tapi aku bersyukur telah menemukan mu, dan berita kematian mu disurat kabar tak menyurutkan niatku untuk mencari keberadaan dirimu." Ungkap Galang dengan mimik wajah sedih mengingat betapa besar usahanya untuk sampai pada detik pertemuan saat ini.


Berita kecelakaan yang terjadi pada Mayang ternyata telah dimuat kedalam surat kabar lokal. Satu penumpang dinyatakan meninggal walaupun tak ditemukan jasadnya ditempat kejadian.


Identitas Mayang beserta photo menyebar dan dimuat diseluruh surat kabar lokal yang memberitakan kecelakaan tunggal yang tragis.


Tuhan masih memberikan kesempatan hidup pada Mayang. Sehingga dirinya terselamatkan dari kejadian na'as tersebut.


"Ini lihatlah," ucap Galang seraya menyodorkan buku kecil berwarna coklat dihadapan istrinya.


Mayang menyambut dengan wajah kebingungan. Dibukanya buku kecil berwarna coklat tersebut. Terlihat wajah dirinya ada berdampingan dengan wajah lelaki yang ada dihadapnya didalam buku tersebut.


"Nama ku Mayang, " ucapnya pelan seraya matanya masih membaca identitas dari buku kecil tersebut


"Ini buku nikah kita," ucapnya kembali.

__ADS_1


"Benar sayang," balas Galang seraya memeluk tubuh Mayang untuk kedua kalinya.


"Aku bersyukur mendapatkan alamat dimana keberadaan mu saaat ini. Aku menyebarkan photomu disurat kabar dengan tulisan"Orang hilang". Telah banyak tempat yang ku datangi ketika photomu itu menyebar disurat kabar tersebut, namun semuanya sirna setelah yang dimaksud bukanlah dirimu." Ungkap Galang dengan mempererat pelukannya.


"Akhirnya dengan rasa penuh kepasrahan aku menuju tempat ini, berharap untuk kali ini benar adanya bahwa yang dimaksud adalah dirimu sayang... " Ungkap Galang dengan menitikkan bulir bening diujung matanya.


Mayangpun menangis mendengar cerita dari lelaki yang diyakini adalah suaminya, setelah melihat buku nikah yang ada digenggamannya itu.


"Mari kita pulang kerumah... " Ungkap Galang dengan menatap dalam wajah istrinya tersebut.


Mayang mengganggukan kepalanya seraya tersenyum mendengar perkataan dari suaminya itu.


Wanita tua yang sedari tadi hanya berdiam diri disudut ruang, kini sedang menngis melihat adegan yang ada tepat dihadapannya itu.


"Mbok terima kasih sudah menyelamatkan istri saya, tak akan bisa aku membalas budi kalian berdua, setelah apa yang telah kalian lakukan berdua terhadap istriku. " ungkap Galang dengan mencium punggung tangan wanita tua itu.


Tak waktu lama datanglah seorang lelaki tua yang terlihat seperti pulang dari kebun memasuki ruang tengah rumah tersebut.


"Pak... Anak kita sudah bertemu kembali dengan suaminya." Ungkap siMbok pada suaminya dengan mata berbinar dan pipi basah oleh air mata.


"Syukur alhamdulillah...Akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga," Ucap lelaki tua tersebut seraya tersenyum bahagia.


Sepasang suami istri tersebut merasakan kebahagiaan yang juga dirasakan oleh Mayang dan Galang.


Bak mentari yang mengganti gelapnya malam, Mayang bahagia bahwa ini adalah hari yang sangat ditunggu - tunggunya.

__ADS_1


Galang berpamitan pada sepasang suami istri tersebut. Berniat segera kembali kekota dan memberitahu pada ibunya bahwa Mayang sedang mengandung cucu yang selama ini diimpikannya.


__ADS_2