Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 189 Rasa Simpati


__ADS_3

Segelintir asa menyeruak dari dalam hatinya. Berusaha mengendalikan perasaannya, agar tetap berada pada posisinya.


Tak ingin merepotkan semua orang, Mayang sadar diri bahwa dia hanyalah salah satu dari asisten rumah tangga yang ada dirumah besar tersebut.


Sudah tiga hari Mayang dirumah sakit, berusaha untuk segera sembuh dari penyakitnya. Berkat kegigihanya kondisi kesehatannya menunjukkan semakin membaik.


Walau sudah dilarang oleh Mayang ataupun ibunya sendiri, Galang tetap menemani gadis tersebut menginap dirumah sakit.


Rasa sungkan masih terselip dihati Mayang, tapi dirinya tak mampu berbuat apa - apa karena majikanya sendiri yang berkeras untuk menjaganya dirumah sakit tersebut.


Malam ini adalah malam terakhir dimana dirinya akan menginap dirumah sakit. Dokter telah memperbolehkan Mayang untuk pulang kerumah.


Bulir bening menetes diujung matanya, teringat akan keluarga dikampung halaman. Rasa sedih menyelinap direlung hatinya. Jauh dari keluarga tercinta sangat menyiksa dirinya.


Terbayang wajah ayah dan ibu, rasa rindu bercampur menjadi satu. Ketika rasa sakit dijasad mendera tetapi lebih terasa sakit rasa rindu tak bertemu menusuk direlung hatinya.


"Ayaaaah, Ibuuuuu" Ucap lirih Mayang seraya mata memandang jauh ke atas langit - langit ruang rawat inap tersebut.


Galang yang sedari tadi duduk disofa rupanya memperhatikan gerak - gerik yang dilakukan Mayang.


Berjalan mendekati tempat tidur Mayang lalu duduk pas disamping tubuh gadis muda tersebut.


"Ada apa? Apa yang sedang kau pikirkan?" Sapa Galang dengan menyentuh lembut pundak gadis yang terbaring itu.

__ADS_1


Mayang terkejut ketika melihat majikannya telah berada disampingnya. Rasa rindu yang mendera dihatinya kini tk dapat ditutupinya.


Tangisanpun pecah seketika, mengisi ruang rawat inap tersebut. Galang membiarkan saja gadis tersebut melepas semua beban yang menghimpit dihatinya.


Cukup lama Mayang menagis tersedu, larut dalam rasa rindu yang teramat dalam pada keluarganya.


"Maaf Tuan" Satu kata keluar dari mulut Mayang setelah tangisannya mulai mereda.


Dengan tersendat - sendat Mayang mulai membuka suaranya.


"Aku rindu akan keluarga ku Tuan, apalagi disaat aku sakit begini," ujar Mayang seraya menyeka bulir bening yang membasahi wajahnya.


"Apa kau sangat merindukan mereka?" Tanya Galang kembali dengan sorot mata sangat prihatin.


Mayang hanya menganggukkan kepala pertanda memang benar dengan apa yang dikatakan majikannya.


"Tak perlu Tuan..." Jawab cepat Mayang.


"Saya sudah banyak merepotkan Tuan dan Nyonya . Sudah seharusnya saya tak menambah pula cuti kerja." Jawab Mayang walaupun dihatinya bergemuruh.


"Baiklah...Kalau begitu tetap tegar dan bersabarlah," ucap Galang dengan bijak.


Galang kembali berdiri menuju sofa lalu merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


Mayang mencoba untuk memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.


***


Dokter telah berkunjung pagi ini, positif Mayang boleh segera keluar dari rumah sakit. Bik Ijah sudah datang untuk membantu berkemas.


"Neng...Wajahnya sudah lebih baik dari pertama bibik mengatar Neng kerumah sakit," tukas wanita paruh baya tersebut.


Senyum membingkai diwajah Mayang, tak sabar tuk segera keluar dari rumah sakit ini.


"Ya Bik, Maaf telah merepotkan selama ini, " ucap Mayang dengan wajah polosnya.


Bik Ijah membelai wajah Mayang, seperti anaknya sendiri. Kemudian tersenyum menatap wajah Mayang.


"Kau sudah ku anggap seperti putri bungsuku," jawabnya.


"Anggaplah aku pengganti orngtua mu disini," ungkapnya kembali.


Mayang memeluk wanita paruh baya tersebut. Terasa sebuah dekapan penuh dengan kasih sayang yang tulus dari seorang ibu walaupun tak lahir dari rahimnya.


###


Terima kasih buat Reader semua....💞💞

__ADS_1


Beri rate bintang 5, like dan vote buat dukung Authornya👍👍


Salam Hangat Lemb@yung ❤❤❤


__ADS_2