
Hujan turun dengan derasnya membuat basah bumi ini, sehingga membuat sebagian orang menunda keinginan untuk keluar dari hunian mereka.
Diliriknya jam yang menempel didinding, menunjukkan angka dijarum jam tepat pada angka 10 malam. Galang mulai merasakan kekhawatiran pada istrinya.
Memang tidak biasanya Mayang pulang semalam ini, walaupun suka telat dirinya tak perna semalam ini.
Dicobanya untuk menelpon Mayang, namun ponselnya terdengar suara operator yang mengatakan bahwa diluar jangkauan atau nomor yang dituju sedang tidak aktif.
Hati Galang kian cemas, sedari tadi dirinya berdiri kemudian berjalan mondar mandir dikamarnya itu.
"Kemana dia pergi! Kenapa ponselnya sampai tak bisa dihubungi segala sih! Ucap kesal sekaligus khawatir tergambar diwajahnya yang tampan.
Diliriknya kembali jam yang menempel didinding, sekarang sudah menunjukkan jam 00.00 tepat. Hatinya semakin cemas dan bingung.
"Aku mau jemput, tapi dimana? Bodohnya! Aku tak menanyakan tadi, pada saat dirinya mau pergi kemana, sewaktu meminta izin padaku," ujar Galang masih dengan perasaan yang sama.
Dicobanya melangkah menuju pintu untuk keluar kamar dan menunggu istrinya dilantai bawah. Pada saat dirinya membuka pintu kamar dengan maksud keluar kamar, ternyata pintu itu terbuka dan terlihat sosok wanita yang dicemaskannya sudah berdiri dihadapannya.
"Dari mana? Kenapa selarut ini?" ucap Galang dengan penasaran sekaligus kesal.
Mayang tahu bahwa Galang akan banyak bertanya pada dirinya. Secepatnya Mayang memeluk suaminya lalu berkata dengan semanja mungkin agar dapat menghilangkan rasa kesal yang terlihat jelas pada wajah suaminya.
"Sayaaang, maafkan aku ya...Telah membuat mu jadi khawatir," ujar Mayang seraya melingkarkan kedua tangannya tepat dipundak suaminya.
__ADS_1
Rasa kesal dan cemasnya terhadap istri yang baru pulang dari kampusnya mulai mereda.
Dengan senyum yang mengembang ketika memandang wajah suaminya, Galang terlihat telah dapat mengendalikan emosinya.
Mayang berusaha agar terlihat sewajarnya dan berusaha agar tak menimbulkan permasalahan yang mengakibatkan mereka berdua bertengkar.
Dipeluknya kembali tubuh suaminya dengan memasang wajah manja, seraya berkata "Maafkan aku, janji tak akan mengulanginya kembali."
Galang hanyut akan bahasa tubuh dari istrinya yang menggemaskan itu. Rasa amarah seketika menghilang dari dirinya.
"May...Pernikahan kita telah cukup lama, tetapi belum ada tanda - tanda akan kehamilan dari dirimu, " ujar Galang dengan memeluk erat tubuh istrinya seraya mencium puncak kepala Mayang.
Mmm...
"Tuhan belum merestuinya Kak, belum mengizinkan aku memiliki seorang anak dirahim ku," balas Mayang dengan suara bergetar dan berat.
Galang menatap kosong kearah dinding kamar tersebut, masih dengan memeluk erat tubuh istrinya.
"Mama selalu mempertanyakan hal itu terhadap ku, seakan menjadi beban ketika hal yang sama di ucapkan ketelinga ku, " ujar Galang dengan suara pelan dan lirih.
Ada gurat rasa tertekan yang terlihat jelas diparas tampan lelaki tersebut. Pikirannya melayang seakan ingin menjerit, untuk melepaskan semua beban yang dirasakanya.
__ADS_1
"Apa kau juga menginginkan secepatnya ...? Tanya Galang yang sekarang telah merubah posisi tubuhnya menghadap istrinya.
Mayang yang semula terlihat pucat, berusaha menjawab dengan suara berat dan terbata - bata, seakan ada sesuatu yang dirahasiakannya.
"Te...Tentu saja, " jawab singkat Mayang tanpa menatap wajah suaminya.
Galang tak menyadari perubahan wajah istrinya, bahkan tak dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan istrinya dibelakang dirinya.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya...ππ