
Putri kecilnya sangat menggemaskan hari ini dengan kecerian dan senyum manisnya membuat semua orang terpesona. Kehadiranya menjadi pelipur lara bagi Hanum disaat hatinya bersedih dan penyemat hidup bagi Bram.
"Rupa kau disini sayang,,,", ucap Bram yang telah ada disamping Hanum membuyarkan lamunannya.
"Seberapa besar arti kami berdua didalam kehidupan mu", tanya Hanum tanpa menoleh kearah Bram.
Seketika Bram langsung mencium puncak kepala Hanum yang sedang duduk diujung tempat tidur seraya menatap wajah putrinya.
Memeluknya dari belakang dengan erat. Bram balikkan tubuh istrinya yang sedang menatap
putri kecilnya kearah dirinya. Sekarang Bram sudah berada diposisi jongkok menghadap Hanum.
Digenggaman erat tangan Hanum dan mencium beberapa kali punggung dari tanggan Hanum dengan mata penuh cinta memandang istrinya.
"Mengapa kau bicara demikian sayang? Apakah selama ini rasa kasih dan sayang yang ku berikan belum meyakinkan mu?", ucap Bram dengan mata berkaca-kaca setelah mendengar perkataan istrinya.
Hanum menarik tangan suaminya agar berdiri dan mengikutinya. Keluar dari kamar putrinya yang telah tertidur lelap.
Bram mengikuti saja langkah istrinya yang menarik tangannya menuju kamar pribadi mereka berdua.
"Bukalah amplop itu?, perintah Hanum pada suaminya dengan memberikan amplop coklat yang ada ditangannya.
Perubahan diwajah Bram terlihat dengan jelas seakan wajahnya terbakar karena amarah yang tertahan.
Wajahnya merah padam melihat isi yang ada didalam amplop tersebut. Betapa terkejutnya bahwa Hanum mendapatkan photo dirinya berasama Clara dalam keadaan seperti adegan bercinta.
__ADS_1
"Baiklah, sudah saatnya kau tahu sayang", dengan menatap wajah istrinya dengan lembut dan penuh kesungguhan.
Hanum menyimak cerita yang dikatakan suaminya dengan wajah penuh penasaran dan cemas.
"Clara adalah mantan tunangan ku yang merupakan teman dekat Laura disaat kuliah diluar negeri. Atas bujuk rayu Laura, aku membuka hati buat Clara karena hampir setiap hari Clara sering bertandang kerumah orangtua ku. Awalnya aku tak begitu menyukainya tetapi karena sering bertemu dan melihat kedekatan adikku padanya membuat aku jatuh hati dan akhirnya memutuskan untuk bertunangan", dengan menghela nafas Bram melanjutkan ceritanya kembali.
Mata Bram seakan mengingat kembali peritiwa kelam itu.
"Pada saat setelah beberapa hari bertunangan terjadi insident yang membuka mata hati ku, bahwa Clara hanya mempermainkan diriku. Hanya mencoba menaklukkan diriku yang terkenal sifat dingin pada para wanita. Laura tak mengetahui sampai saat ini penyebab putusnya tunangan kami berdua", ucap Bram dengan raut wajah miris mengingat masa lalunya.
"Aku baru ingat, Clara yang diucap Bram pada saat bertemu dengan ku dihalte pada peristiwa kelam itu. Wajar aku sulit mengingat nama itu karena aku berusaha menghilangkan trauma yang ada dihati dan pikiran ku. Namanya sangat familiar karena semua ada diingatan ku", Hanum menghela nafas panjang mendengar cerita dari suaminya
Belang Clara ketahuan oleh Bram, yang hanya ingin memanfaatkan dirinya yang kaya dan menerima tantangan dari kekasihnya untuk menaklukkan hati dingin Bram.
Setelah semua berhasil Clara pergi meninggalkan dirinya begitu saja dengan memutuskan pertunangan mereka berdua.
Malam kejadian Hanum bertemu Bram enam tahun silam. Sekarang Clara datang kembali entah dengan tujuan apa mendekati Bram.
"Malam disaat aku pulang larut malam, disaat itu lah aku terjebak untuk kedua kalinya sayang,,,, oleh wanita ular itu!!!", ungkap kesal Bram yang menyalahkan dirinya yang teledor dengan sikap tak waspada.
Seseorang telah mencampurkan suatu obat kedalam minumanya sehingga membuat Bram tak berdaya. Bram setengah sadar saat itu dibawa oleh dua orang laki-laki kesebuah hotel.
Pada saat dikamar hotel Bram sudah tak sadarkan diri dan terbangun beberapa jam kemudian dengan kepala pusing dan berjalan sempoyongan.
"Brian sudah menyelidikinya tetapi belum mengetahui siapa dalang dibalik ini. Lelaki yang menjebaknya mengatakan dibayar oleh seorang wanita untuk melakukan itu semua", ungkap Bram dengan kesal.
__ADS_1
Hanum mengingat kembali peritiwa malam itu, pakian yang dipakai Bram sama dengan pakaian yang ada didalam photo tersebut. Clara sengaja menjebak Bram untuk membuat kisruh didalam rumah tangga Hanum.
"Sayaaaaang maafkan aku, tak ingin menceritakan ini semua kepadamu dengan harapan aku tak ingin membuat mu cemas dan gelisah ataupun berprasangka buruk terhadap ku", dengan tatapan penuh penyesalan dan kesungguhan akan apa yang dikatakannya.
"Aku juga minta maaf merahasiakan ini dari mu, wanita itu beberapa kali mengirimkan photo dirimu bersamanya. Awalnya tak aku ambil pusing karena keyakinan dan kepercayaan ku terhadap mu. Tetapi akhir-akhir ini terbawa dalam pikiran ku dan aku tak sanggup lagi sehingga memutuskan untuk menceritakan padamu", ucap pelan Hanum dengan suara sendu yang keluar dari mulutnya.
Dipeluknya erat tubuh Hanum yang ada dihadapan dirinya seraya berbisik ditelinga: "Teruslah mempercayai akan cinta ku sayang, cukup lama aku mendapatkan mu dan putri kecil kita maka tak semudah itu kau ku lepaskan".
Pelukan mereka berdua semakin erat dan hanyut dalam perasaan yang sama. Malam ini merupakan malam yang panjang buat mereka berdua. Siasat Clara tak mengurangi kesetian dan kepercayaan mereka berdua.
Larut dalam perasan cinta dan sayang yang semakin bersemi dihati keduanya. Tak ingin melewati moment bahagia yang sedang mereka rasakan bersama.
Akhirnya mereka labuhkan dalam semburan kenikmatan sebagai sepasang suami istri.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
__ADS_1
Terima Kasih...🙏🙏
Salam Hangat Lemb@gung