Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 53 Pertemuan Tak Terduga (Part 2)


__ADS_3

Mobil bergerak meninggalkan halte bus dan membawa Hanum dari sana. Hanum duduk dibelakang sopir bersama Bram.


Terlihat sekali rona kebahagian diwajah Bram. Senyum dibibirnya tak lepas menatap wajah Hanum. Hanum masih terdiam memperhatikan tingkah laku Bram terhadap nya. Bram mengusap lembut perutnya dan terlihat senyum yang mengembang ketika telapak tanganya merasakan gerakan lembut dari dalam perut Hanum.


"Ternyata anak papa sudah tumbuh lebih besar ya, papa rindu pada mu tapi mama mu sengaja menghindar dari papa". ucap lirih Bram dan dengan sorot mata sedih.


Ada perasaan yang bebeda setiap Bram menyentuh perutnya. Sebuah rasa ketulusan dan kasih sayang yang dirasakan Hanum disetiap sentuhan itu.


Bram memang terobsesi dengan perut Hanum setelah mengetahui ada janin yang dikandung Hanum. Setiap bertemu maka dengan spontan ia langsung menyentuh bagian perut Hanum.


"Hentikan" ucap Hanum mengagetkan Bram.


"Sekarang kau mau membawa ku kemana? antar aku pulang". perintah Hanum.

__ADS_1


"Sebelum aku mengantar pulang kerumah mu aku mohon untuk ikut denganku sebentar". ungkap Bram dengan nada pelan dan mata yang meminta untuk disetujui permintaan nya.


Hanum tak tega melihat wajah Bram yang begitu mengiba. Dilihatnya arloji ditangannya jarum jam tepat pada angka tiga. Dika biasa akan pulang dari kantor jam lima. Hanum tak ingin membuat Dika khawatir jika tidak ada dirumah setelah pulang dari kantor.


"Baiklah tapi antar aku pulang sebelum jam lima sore". ucap Hanum dengan serius


Bram terlihat sangat senang mendengar permintaan nya dituruti. Spontan ia mau memeluk Hanum tetapi gerak refleks Hanum menghentikan niat Bram.


"Maafkan aku, rasa senang dan bahagia membuat ku spontan memeluk mu". ucap Bram.


Hanum berjalan pelan dan aneh ia tidak merasakan sakit dibetis dan pinggangnya. Bram berjalan disampingnya seraya memegang tangan Hanum yang tak dilepaskanya mulai dari Hanum keluar mobil.


Mereka berdua masuk kedalam ruang khusus dicafe tersebut. Dengan cekatan Bram melepaskan pegangan tangannya lalu meraih kursi agar Hanum bisa segera duduk. Pelayan cafe segera datang dan memberikan daftar menu makanan. Bram menawarkan pada Hanum untuk memesan makanan yang ada dicafe ini.

__ADS_1


" Saya mau minum jus sirsak saja". jawab Hanum.


"Kenapa tidak sekalian pesan makanan? ucap Bram.


" Saya hanya ingin minum saja karena tadi sudah makan diswalayan". jawab Hanum.


" Baiklah kalau gitu saya pesan minuman yang sama dan ditambah beberapa cup cake", ucap Bram pada pelayan cafe.


Hampir tiga bulan ia mencari info keberadaan Hanum. Brian yang selalu mendapatkan informasi cepat pun kehilangan jejak Hanum. Keluarga Hanum menutup rapat keberadaan Hanum bersama Dika.


Keberuntungan lah yang akhirnya membuat Bram bertemu Hanum tanpa terduga. Awalnya ia merasa enggan untuk menghadiri pertemuan dikota x. Karena Brian juga ada pertemuan dengan klien yang tak bisa ditunda maka Bram dengan berat hati untuk hadir pada pertemuan itu.


Jika ia menolak untuk tidak datang pada pertemuan tersebut maka ia akan menyesal terjadinya pertemuan tak terduga dengan Hanum seperti saat ini.

__ADS_1


"Mengapa kau ada disini?, pertanyaan Hanum membuyarkan lamunan Bram.


"Kebetulan ada pertemuan klien ku dikota ini. Awalnya aku tak bersemangat untuk menghadiri pertemuan itu tapi jika aku menolaknya maka pertemuan kita berdua tidak akan pernah terjadi . Semua sudah diatur oleh Allah bahwa kita pasti dipertemukan kembali", ungkap Bram dengan tersenyum dan penuh kebahagia terpancar diwajahnya.


__ADS_2