Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 125 Dering Ponsel


__ADS_3

Jarum jam menunjukkan angka kearah tiga pagi. Dering dari ponselnya membangunkan tidurnya.


Diraihnya ponsel dan melihat panggilan masih dengan nomer baru yang sering menelpon dengan diam seribu bahasa ketika panggilan itu diterima.


Melihat suaminya tertidur pulas dengan tangan masih melingkar dipinggangnya. Sekarang Hanum bisa tertidur tanpa merasakan terbangun karena bermimpi buruk.


Hanya telpon ini yang menggangu disetiap harinya. Tak mengenal waktu ia menghubungi ponselnya. Malam ini Hanum lupa mematikan atau mengatur dalam mode senyap sehingga dia terbagun karena dering ponsel itu.


"Sayang, kenapa?, tiba-tiba Bram telah terbngun dari tidurnya dan melihat Hanum sudah duduk diujung tempat tidur.


"Masih panggilan itu yang membuatku terbangun", Hanum menghela nafas panjang memikirkan siapa yang usil dan sengaja membuatnya terganggu.


Semenjak pernikahanya dengan Bram dipublikasikan dimulai dari sanalah telpon gelap itu menerornya.


"Bram menurutmu siapa yang dengan sengaja membuat ku terganggu dengan panggilan gelap itu? apakah ada wanita yang tersakiti karena mu? , dengan menatap wajah Bram ,Hanum menanyakan dengan keseriusan diwajahnya.


"Pasti banyak yang tersakiti karena mu sayang, kau ga sadar ya suami mu ini siapa?",


dengan menunjuk kearah dirinya dengan telunjuknya, Bram memasang wajah sombong dan narsisnya pada istrinya yang dirundung rasa penasaran dan gelisah.


"Uhhh!! sebel!!!aku serius malah kau ajak bercanda", sungut Hanum kesal dengan melempar sesuatu dalam gengaman kearah suaminya.

__ADS_1


Bram terbahak melihat wajah imut istrinya yang kesal dan ada rasa cemburu mendengar perkataannya dan ia menikmati wajah istrinya yang seperti itu.


Bangkit dari tempat tidurnya lalu memeluk Hanum yang masih kesal kepadanya. Diciumnya kening istrinya mengisyaratkan bahwa tak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisinya dihati Bram.


Ada senyum diwajah Hanum dengan sorot mata yang teduh menatap wajah suaminya.


"Ganti aja nomor telpon mu jika sudah membuatmu terganggu sayang, biar Brian yang akan mengurusnya", ujar Bram memberikan solusi dan menenangkan pikiran istrinya.


"Baiklah, kalau begitu", senyum kembali menghiasi paras cantik Hanum setelah mendengar perkataan dari suaminya.


Akhirnya sampai pagi mereka berdua terjaga, bukan karena dering telpon yang berbunyi. Melainkan mereka habiskan dengan memadu kasih dan menikmati semburan kenikmatan sebagai sepasang suami istri.


Diliriknya kertas yang tertempel dicermin kamar mandi. Sebuah pesan yang dibuat suaminya dengan kata-kata romantis.


Senyum kembali mengembang diujung bibir Hanum, tak menyangka akan sebahagia ini yang dirasakannya. Mendapatkan cinta dari suaminya yang begitu besar.


"Terima kasih Tuhan, lelaki yang dulu sangat ku benci sekarang dapat membuatku menjadi wanita yang beruntung dengan cinta yang diberikan pada ku", rona wajah Hanum berseri dan raut kebahagiaan terpancar diparas cantiknya.


Dengan baju Shortdress berwarna mustard berlengan tanggung dan sepatu flats berwarna senada dengan baju yang dikenakan Hanum. Telah bersiap menunggu jemputan dari suaminya.


"Mau kemana Hanum? , tegur mama dengan senyum diwajahnya melihat menantunya turun dari tangga terlihat bersiap akan pergi.

__ADS_1


"Mas Bram mengajak ku untuk melihat rumah yang akan ditempati kami bu", dengan wajah tersenyum dan bahagia Hanum mengatakan kepada mertuanya.


Ada gurat kesedihan terselip diwajah wanita dihadapan Hanum. Seakan tak rela mereka berdua pindah dari rumah besar ini.


"Kalau itu sudah menjadi keputusan Bram, mama mengikuti saja. Memang sebaiknya begitu kalian akan lebih mandiri jika hidup dirumah sendiri", terdengar sangat bijak ditelinga Hanum mendengar ibu mertuanya berkata walau terselip wajah sedih diujung matanya.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢


Terima Kasih...🙏🙏


Salam Hangat Lemb@gung

__ADS_1


__ADS_2