Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 162 Manja (Part 2)


__ADS_3

Masih merasa malas Bram untuk bangkit dari pangkuan Hanum. Sikap manja Bram terlihat sekali. Lelaki yang berwibawa dan berkharisma seakan terlihat cool didepan umum, bisa berubah menjadi manja disaat bersama Hanum.


Pikiran Hanum melayang sesat melihat Bram yang terkadang muncul distation tv. Dirinya tak menyangka bisa hidup serumah dengan lelaki idaman banyak wanita tersebut.


"Wajar Clara ingin mendapatkan mu lagi," batin Hanum seraya memandang suaminya dengan tersenyum menatap dipangkuannya.


"Ehhh, ada apa? menatap ku seperti itu?" Pertanyaan Bram membuyarkan lamunannya.


"Wajar kau diincar Clara kembali sayang," jawab Hanum jujur memandang suaminya.


Dibelai lembut pipi Hanum lalu telihat senyum membingkai diwajahnya serta sorot mata Bram menatap dengan penuh cinta.


"Sebuah kesalahan pada saat itu! Aku tak menyangka bisa masuk jebakan wanita tersebut. Kau belahan jiwa ku sayang, meskipun hadir dengan sebuah kesalahan," ucap Bram dengan mata seolah mengingat kembali apa yang pernah dilakukanya.


Ada bulir bening diujung mata Hanum yang akan jatuh diwajahnya, Bram melihat wajah istrinya yang menahan rasa sedih.

__ADS_1


Mengangkat kepalanya dari pangkuan istrinya seraya duduk bersila tepat dihadapan Hanum. Dicium mesrah kening Hanum lalu beralih ke bibir merah Hanum.


"Apa kau tak bahagia sayang? Apakah rasa trauma mu terhadap masa kelam itu sudah benar hilang dalam ingatan mu?" Tanya Bram dengan mata penuh keseriusan.


Hanum menyeka bulir bening yang telah menetes diwajahnya. Senyum dan cinta terlihat diwajah wanita tersebut. Bram telah memperkuat akar cintanya didalam hati Hanum. Dirinya memiliki arti tersendiri direlung hati terdalam Hanum.


"Aku merasa hidupku penuh dengan ketidak beruntungan, dan ternyata aku salah. Allah mentakdirkan hal yang indah didalam hidupku. Aku telah berburuk sangka padaNya selama ini. Memberikan kisah kelam dimasa muda ku, diumur muda aku harus melahirkan seorang anak dengan cara yang tragis dan diumur yang muda pula aku kehilangan suami yang menjadi pelindung dan penjaga ku," ungkap Hanum dengan suara lirih dan pilu mengenang awal keterpurukan dirinya.


Bram mendengar perkataan wanita yang membuatnya sangat jatuh hati itu seakan teriris hatinya. Lidahnya kelu tak dapat mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.


"Sayang...Berusahalah mengisi seluruh hati ku dengan cintamu, dan kau termasuk lelaki yang tak pernah putus asa untuk membantu aku membuka kepercayaan akan sebuah rasa dihati ini," ucap Hanum seraya mencium dahi suaminya dengan senyum.


"Terima kasih telah hadir dikehidupanku, aku telah melupakan semua yang telah terjadi. Kehadiran mu sekarang merupakan sebuah anugerah buat ku dan putri kecil kita," ungkap Hanum dengan kesungguhan.


"Terima kasih telah memberi kesempatan pada ku, tak ada yang lebih membahagiakan ku selain kehadiran dirimu dan putri kecil kita," balas Bram seraya menggenggam erat kedua tangan Hanum dan mencium punggung tangan wanita dihadapannya.

__ADS_1


"Aku lapar sayang, kau telah membuat sarapan apa pagi ini?" Tanya Bram dengan menjatuhkan kepalanya dipundak Hanum dengan manja.


Dengan wajah tersenyum melihat tingkah suaminya seperti putri kecilnya yang meminta makan dengan gaya manja.


"Baiklah...Sayang aku akan bawa kekamar ini ya," Ucap Hanum dengan mencium pipi Bram dan mengelus puncak kepala Bram seperti membelai seorang putri kecilnya.


Bergegas Hanum kelantai bawah segera menyiapkan sarapan buat suaminya. Dengan rona kebahagian Hanum melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju dapur.


###


Baiklah Reader mohon maaf kalau sedikit up dibeberapa minggu ini karena Author sudah masuk pada kegiatan disekolah. Mohon dukungan Reader untuk tetap beri vote sebayak - banyaknya agar memberi semangat pada Author.


Terima kasi atas dukungan dari Reader semuanya. 🙏🙏


Salam Hangat dari Lemb@yung

__ADS_1


💜💜


__ADS_2