
Derai air mata ibu Galang membasahi wajah wanita paruh baya tersebut. Dirinya tak akan sanggup jika harus kehilangan anak semata wayangnya.
Wajahnya tertunduk, duduk tepat di ruang operasi. Lampu diruang operasi menyala pertanda dokter masih berjuang menyelamatkan pasien yang ada didalam.
Tak berbeda jauh dengan keluarga Bram, yang terlihat cemas dan khawatir disetiap raut wajah mereka.
Hanum harus berjuang karena banyak mengeluarkan darah. Nina tak hentinya menangis didepan ruang operasi tersebut.
Keluarga Hanum telah diberikan kabar oleh Bram perihal keadaan Hanum. Meminta doa dari kedua orangtua Hanum agar diberikan kabar baik atas tindakan yang sedang dokter lakukan terhadap istrinya itu.
Seketika putri kecil Bram berbicara seakan mengerti keadaan yang terjadi pada bundanya.
"Pa...Bunda..." Suara putri Bram memanggil dengan suara terdengar menyayat hati Bram.
Bram memeluk putri kecilnya seraya menitik bulir bening diujung matanya. Berusaha menenangkan putri kecilnya yang ikut merasakan kesedihan yang amat mendalam
"Berdoalah nak, semoga bunda selamat, " sahut Bram dengan kesedihan menyeruak diwajahnya.
Bagai diiris sembilu hati Bram, tak mampu kalau harus kehilangan wanita yang telah mengubah seluruh hidupnya lebih bermakna.
"Sayaaaaang, ku mohon bertahan dan berjuanglah," Ucap Bram dengan lirih seraya menegadahkan wajahnya memohon dan berdoa.
Papa melihat putra yang dibanggakannya larut dalam kesedihan yang teramat mendalam berusaha untuk memberikan suport pada Bram.
"Bersabarlah nak... Semoga Tuhan memberikan kabar baik buat kita semua," ucap papa seraya menepuk pundaknya dengan lembut.
Bram menatap wajah papanya seakan memberikan sedikit kekuatan pada dirinya.
***
__ADS_1
Diruang inap lainnya terbaring Laura yang ditemani oleh wanita yang sedari tadipun mengeluarkan bulir bening yang tak hentinya jatuh kewajahnya.
Laura yang sedari tadi tertidur, kini telah terbangun. Membuka matanya yang sangat berat. Terlihat mama yang berada tepat disamping tempat tidurnya seraya menangis.
"Ma..." Sapa Laura seraya meraih tangan mamanya.
Mama yang tertunduk seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya terkejut mendengar putrinya bersuara.
"Yaaa," sahut mama dengan mata berkaca - kaca.
Menyetuh lembut wajah putrinya yang sedang terbaring. Dengan wajah pucat dan kepala yang dijahit lebih dari 10 jahitan.
"Apa, Hanum baik - baik saja ma?" Tanya Laura dengan wajah penasaran.
Mendengar perkataan dari putri kesayangannya membuat hati mama terenyuh. Betapa tidak bahwa sekarang menantunya itu sedang bertarung nyawa dimeja operasi.
Laura menitikkan air matanya yang tak tertahankan lagi. Berusaha mengusapnya dengan telapak tanganya, namun bulir bening tersebut dengan deras jatuh keparas cantik wajahnya.
"Aku tak menyangka bahwa dirinya mampu berkorban demi menyelamatkan aku ma..." Ucap lirih Laura dengn suara pelan.
"Hanum adalah wanita yang baik, Bram beruntung mendapatkannya, " Ucap mama seraya tersendat - sendat akibat tangis yang melanda dirinya.
"Ya mama benar, wajar selama ini kalian sangat perhatian dan sayang pada dirinya. Hanya aku yang terlalu bodoh tak melihat ketulusan dan kebaikan Hanum karena kesombongan dan keangkuhan ku," ucap Laura dengan sorot mata bersalah, dengan menarik nafas panjang.
Akhirnya kedua wanita tersebut larut dalam kesedihan dan menangis dengan sangat pilu.
***
Lampu diruang operasi padam, menandakan dokter telah selesai melakukan penangan dan penyelamatan Galang.
__ADS_1
Serpihan dari peluru telah berhasil dikeluarkan dari tubuh Galang. Sedikit lagi tembakan tersebut mengenai jantungnya.
Dokter keluar dari dalam ruangan dan mencari salah satu keluarga dari pasien.
Dengan bergegas ibu Galang berdiri dan menatap wajah dokter yang akan memberikan penjelasan pasca operasi besar tersebut.
###
Dear Readers, Terima Kasih sudah setia ditulisan perdanaku yaaaa πππ
πDia Bukan Suami Ku π
Mohon maaf jika masih ada Typo, saya akan berusaha merevisinya π, saya akan terus belajar bagaimana menulis yang baik dan benar.
Mohon dukungan dari Readers untuk Author agar terus melanjutkan tulisan ini dengan cara:
Boom like πππ
rate 5 bintangnyaβββ
Vote sebanyak - banyaknya.
ππSalam Hangat ππ
πππππ
Lemb@yung
ππππ
__ADS_1