
Sopir pribadi Brian secepatnya mengendari mobil menuju rumah sakit, setelah mengalami muntah, Zhack kejang - kejang lalu tak sadarkan diri.
Terlihat sekali kekhawatiran diwajah keduanya, wajah mereka berdua tersirat kebingungan dan ketegangan dengan kondisi yang dialami putra kesayangan mereka secara tiba - tiba.
"Sakit sayang yaaa, sebentar lagi sampai rumah sakit, dokter akan berikan obat ya sayang..." ujar Hani dengan bulir bening telah berjatuhan membasahi wajah cantiknya.
Sedari rumah sampai diperjalanan menuju rumah sakit Zhack tak hentinya menangis dan berteriak serta meremas rambutnya.
Karena merasakan sakit yang teramat dibagian kepalanya, sehingga tangannya refleks memukul - mukul kepalanya, bahkan tanpa sadar kepalanya dibenturkan kekursi jok mobil.
"Jangan sayang...Jangan lakukan itu, " ucap Hani seraya meraih tangan dan kepala Zhack yang sengaja dipukul dan dibenturkannya.
Mobil berhenti tepat diruang gawat darurat, dengan perasaan cemas berselimutkan kebingungan Brian menggendong putra kesayangan memasuki ruang tersebut.
Disambut oleh dokter dan petugas kesehatan, zhack langsung mendapatkan pertolongan pertama setibanya dirumah sakit.
"Tuan... Apa sebenarnya yang terjadi? " tanya dokter setelah Zhack tidak berteriak karena diberikan obat penahan rasa nyeri.
__ADS_1
Brian menceritakan kronologis dari awal sampai setibanya dirumah sakit.
"Apakah sebelumnya sudah terjadi demikian?" Tanya dokter kembali.
Brian bercerita bahwa tumbuh kembang putranya seperti anak pada umumnya, bahkan tidak terlihat sesuatu yang janggal sekalipun. jika pun sakit hanya sakit biasa tidak ada satu penyakitpun yang serius.
Kejadian ini adalah pertama kali sampai pada usianya beranjak 4 tahun. Zhack adalah anak yang ceria dan terbilang sehat, kalau dilihat dari postur tubuhnya yang besar tinggi dan motoriknya yang juga tidak ada kendala apapun.
Anak yang tumbuh aktif dan tidak sakit - sakitan, namun entah mengapa putranya begitu saja mengeluh rasa sakit yang teramat sakit dibagian kepalanya.
Sebelumnya juga tidak pernah terjadi kecelakan atau terjadi benturan yang hebat dibagian kepala putra kesayangannya.
Brian menganggukan kepalanya seraya tertunduk menahan rasa sedih dan tangis atas pertanyaan dokter tersebut.
"Baiklah kalau begitu Tuan, ini untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi pada putra Tuan, maka kita harus mencari tahu penyebabnya dengan cara melakukan MRI," ujar dokter tersebut.
"Kita akan lakukan hal tersebut besok pagi, usahakan rambutnya kering dan bersih, karena akan ada dua hal yang dilakukan untuk pengecekan secara keseluruhan," ujar dokter itu kembali.
__ADS_1
Brian tertunduk dan terlihat dengan jelas kesedihan yang teramat dalam diwajahnya. Putra semata wayang yang menjadi penyemangat dan perindu kini tengah terbaring dengan kondisi kesakitan yang belum diketahui penyebabnya.
Tak berbeda jauh dengan Hani, tubuhnya terpaku dengan menatap wajah putranya, bukir bening tak sanggup ditahannya sehingga membasahi paras wajahnya yang cantik dengan mata yang sembab.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
__ADS_1
Bergabung digroup chat Author yup π©
Author