Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 221 Meminta Restu


__ADS_3

Diliriknya arlogi yang melingkar ditangan kanannya. Tertera jarum jam diangka 16.00, waktunya untuk pulang dari kantor.


Malam nanti berniat akan menyampaikan maksud hatinya pada ibu atas keputusan yang telah diambilnya yaitu mempersunting Mayang.


Mobil berhenti pada sebuah toko bunga dipinggir jalan. Memutuskan untuk memberikan seikat bunga Lili kesukaan ibunya, dan tak lupa pula setangkai mawar merah buat Mayang. Dirinya tak mengetahui apakah Mayang menyukai bunga mawar merah ini.


Dengan senyum membingkai diparas wajahnya nan tampan ditambah dengan lesung pipi yang terlihat jelas dikedua pipinya, membuat wanita mana yang tak jatuh hati padanya.


Namun Galang sangat sulit membuka hatinya untuk wanita selain Mayang. Entah apa sebabnya, Galang sangat tertarik sekali pada gadis muda yang menjadi salah satu asisten rumah tangga ibunya tersebut.


Dikemudinya mobil dengan perasaan bahagia akan maksud hati yang akan segera disampaikan pada ibunya, disaat hari bahagianya, menberikan kejutan pada wanita yang melahirkannya nanti malam.


Akhirnya sampai juga dan Galang memarkirkan mobilnya kedalam garasi rumah. Segera memasuki rumah besar tersebut dengan seikat bunga Lili ditangannya.


Galang melangkahkan kakinya menuju kamar ibu, diketuknya perlahan pintu sampai tiga kali. Terdengar suara sahutan dari dalam kamar tersebut


Tok... Tok...Tok


"Masuk..." Jawab singkat suara dari dalam.


Kreek...Suara pintu secara perlahan dibuka.


Galang menemukan sosok wanita yang sedang duduk disofa seraya memegang sebuah majalah ditangannya. Rupanya ibunya tengah bersantai seraya menyeruput minuman didalam cangkirnya.


"Maaa" Sapa Galang seraya mendekat dan sekarang berdiri , tak jauh dari hadapan wanita paruh baya tersebut.


Tanpa melihat putranya yang telah berada dihadapannya, wanita itu masih asik membaca majalah yang tengah dipegangnya.


"Ini buat mama," seraya menyodorkan seikat bunga Lili yang sedari tadi disembunyikannya dibalik punggungnya.


Mama yang tengah asik membaca melihat seikat bunga kesukaanya telah ada didepan matanya.


Wow...


"Bukannya dirimu yang mengulang hari lahir, kenapa malah mama yang diberikan kejutan," ucap wanita tersebut dengan wajah berseri bahagia.


Galang membalas senyum dari ibunya itu, serta duduk tepat disamping wanita tersebut.


"Ma... Untuk acara nanti malam, Galang akan mengumumkan sesuatu pada semua yang hadir, bahwa akan mempersunting Mayang sebagai istri Galang, " ucapnya dengan penuh keseriusan terlihat pada sorot matanya yang teduh.


"Apa...! Kau sudah yakin gadis itu akan menerimanya? Balas ibunya.


"Aku yakin Mayang tak akan menolakku Ma..." Ujar Galang dengan keyakinan.

__ADS_1


Galang menceritakan bahwa dirinya telah menyampaikan niat hatinya pada gadis muda tersebut.


"Tapi Ma, Mayang setelah menjadi istriku dia tetap menginginkan untuk melanjutkan studynya dan ingin bekerja," Ungkap Galang pada ibunya.


"Boleh, tak jadi masalah buat mama, wanita yang bekerja dan memiliki pendidikan tinggi. Wanita tak harus menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Namun mama tak menginginkan kalau dirinya menunda untuk segera memiliki anak," balas ibu Galang dengan serius.


Dari dulu ibunya Galang adalah wanita karir yang mandiri, setelah ditinggal oleh suami ibunya tidak pernah merasa kekurangan dari segi materi.


Dirinya mampu membiayai kehidupannya dan putranya dengan menjalankan bisnis yang telah dirintis orangtuanya pada masa itu.


"Ya Ma... Aku akan pastikan pada mama akan memberikan banyak anak, " ucap Galang dengan senyum dan tertawa kecil.


Galang adalah anak tunggal dan begitu juga kedua orangtuanya. Hanya ada saudara jauh dari keluarga ibunya. Jadi wajar saja orangtuanya menginginkan Mayang tidak menunda kehamilanya.


"Terima kasih Ma..." ucap Galang seraya memeluk erat wanita yang sangat berarti didalam kehidupannya.


Kedua anak beranak tersebut larut dalam kebahagian yang sama. ibunya tak mempermasalahkan Mayang yang terlahir dari keluarga yang tak sepadan dengan mereka.


Cukup satu kesalahan yang telah diperbuat dirinya dan tak ingin mengulangi kembali kesalahan tersebut. Wanita paruh baya itu dengan ikhlas merestui keputusan putranya untuk mempersunting wanita pilihannya sendiri, untuk memberikan menantu baginya.


"Mayang adalah gadis muda yang baik, pertama kali mama melihatnya telah jatuh hati pada sikap sopan dan raut wajah gadis itu yang enak dipandang. Makanya mama memperkerjakan dirinya langsung pada saat Bik Ijah membawanya kerumah ini untuk merawat dirimu," ujar ibunya mengingat kembali awal bertemu dengan Mayang.


"Siapa yang nyangka bahwa dirimu juga tertarik padanya, " ucap ibunya kembali seraya tersenyum.


***


Semua keluarga ibu yang diundang telah berkumpul dan berada pada pesta jamuan makan malam yang diadakan oleh ibunya.


Galang sibuk mencari Mayang, semenjak pulang dari kantor dan berbicara dengan ibunya dirinya tak melihat gadis muda tersebut.


"Bik, dimana Mayang? Sapa Galang ketika berpapasan dengan asisten rumah tangganya.


"Dikamarnya Tuan mungkin dirinya telah lelah sedari pagi membantu saya unttuk menyipkan acara ini," balasa Bik Ijah seraya beralu dari hadapang Galang.


Ketika Galang mau mengetuk pintu ternyata Mayang telah berdiri dihadapanya.


Ehhh...Terkejut melihat Galang ada didepan pintu.


"Tuan... Ada apa?" Tanya Mayang dengan wajah masih terkejut.


"Gunakan ini, untuk malam ini? balas Galang seraya memberikan satu bungkus pakaian agar Mayang terlihat berbeda dari biasanya.


"Apa aku harus menggunakan ini Tuan? Apa baju yang ku kenakan sekarang tidak cocok untuk acara malam ini? Lagian aku juga akan ada didapur Tuan?" Jawab Mayang dengan polosnya.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya, cepat kenakan ini dan aku akan menunggu mu disini!" Perintah Galang tanpa menjawab satupun pertanyan yang dilontarkan Mayang.


Tanpa banyak pertanyaan lagi, Mayang masuk kedalam kamar dan menganti pakaiannya dengan pakaian yang ada didalam bungkusan tersebut.


Sebuah dress panjang berwarna salem sesuai sekali dengan kulit Mayang yang putih dan bersih. Dengan motif polos berlengan tujuh perdelapan di mix beberapa mutiara melingkar dibagian kerah, dada dan pinggang dress tersebut.


Mayang telihat seperti seorang putri dengan sepatu berhak sedang berwarna senada dengan dress yang dikenakannya.


Tanpa make up tebal dan rambut yang ditata seadanya, Mayang terlihat tampil sederhana namun indah dipandang.


Kreek...Pintu dibuka secara perlahan


Galang yang berdiri didepan pintu menunggu Mayang untuk mengganti pakaiannya, lalu membalikkan tubuhnya setelah mendengar pintu tersebut terbuka.


Betapa terkejutnya Galang melihat gadis muda yang terlihat biasa saja kini tampil bak seorang putri dengan riasan make up tipis diwajahnya.


"Ada apa Tuan? Apa ada yang salah? " Tanya Mayang dengan wajah serius.


Galang terpesona melihat gadis yang ada dihadapannya, matanya tak berkedip sedikitpun menatap gadis muda tersebut dari ujung kaki sampai kepala.


Ternyata gadis ini memiliki Inner beauty dari dalam dirinya terpancar malam ini dengan sempurna.


"Jangan panggil aku Tuan, tapi panggil aku sekarang dengan kakak atau sayang," ujar Galang seraya menggadeng tangan Mayang dipergelangannya.


Mayang bingung dengan ucapan yang barusan dikatakan lelaki dihadapannya, dirinya mengikuti saja langkah kaki lelaki itu menuju ruang utama dimana beberapa keluarga telah berkumpul disana.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya...😊😊

__ADS_1


__ADS_2