Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 111 Hati Ku untuk Mu


__ADS_3

Pagi ini dilangkahkannya kaki menemui sahabatnya itu. Dengan rona kebahagian Hanum tak sabar bertemu sahabatnya itu.


Diketuknya pintu dan terdengar suara dari dalam menyahut. Terlihat sahabatnya itu membukakan pintu dengan tubuh yang membesar pada bagian perutnya.


"Hay,,,keponakan ku dah tambah gede aja, membuat ibu mu susah berjalan ya", ucap Hanum seraya membelai lembut perut Dian.


Sahabatnya itu tersenyum, ada rona kebahagian yang terlihat jelas diwajah Dian. Berbeda jauh sekali ketika pertemuan pertama Hanum kala itu.


"Silahkan masuk,,,ucap Dian dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Mana Dikri, apa semua jauh lebih baik Yan?, tanya Hanum dengan penasaran.


Setelah kejadian yang menimpa waktu itu telah merubah sifat dan sikap Dikri terhadap Dian.


"Terima kasih sahabatku, kalau tak ada dirimu entah apa jadinya aku. Aku sudah menceritakan semuanya pada kedua orangtua ku dan mertua ku. Awalnya mereka tak mempercayai bahwa Dikri mampu melakukan hal setega itu tetapi setelah ku tunjukkan photo yang kau berikan pada saat itu dan pengakuan Dikri dihadapan kedua orangtua ku dan orangtuanya barulah mereka percaya. Mereka sangat terpukul mendengar pengakuan dari Dikri, ku coba untuk memberikan penjelasan bahwa aku bisa memaafkan maka mereka juga harus bisa memaafkan suami ku dan memberikan kesempatan pada dirinya untuk menjadi anak dan menantu yang lebih baik", ungkap Dian seraya meneteskan bulir bening dipipinya mengingat masa keterpurukannya kala itu.


Mendengar perkataan sahabatnya itu Hanum langsung memeluknya erat dan mengatakan: " Jangan ada air mata kesedihan dimata mu sahabatku biarkan ia mengalir hanya untuk sebuah kebahagiaan, Dikri akan menebus kesalahannya diwaktu yang lalu untuk selalu menjaga dan menyayangi mu".


"Ada hal apa kau kemari ? tanya Dian setelah larut dalam kesedihan waktu itu jadi lupa menayakan hajat sahabatnya.

__ADS_1


"Aku akan menikah Yan, dengan lelaki yang menjadi ayah dari putri ku", ungkap Hanum dengan wajah sedih.


Melihat wajah sahabatnya bersedih bukan bahagia timbul pertanyaan dihati Dian.


"Menurutmu apakah aku bisa membuka hati ku sepenuhnya untuk Bram?, aku merasa khawatir dan takut melangkah karena cinta yang dulu pernah ada harus kandas seperti yang kau ketahui. Ada rasa gelisah ketika Bram salah paham kepadaku dan takut ia akan meninggalkan ku, apakah itu namanya cinta Yan?", ungkap Hanum lirih yang masih ragu tentang perasaan nya sendiri.


"Bram adalah lelaki yang dikirim Tuhan dengan cara yang kita tak mengerti tapi Tuhan tahu yang terbaik menurutNya sahabat ku. Jika sekarang kau ditakdirkan memiliki hubungan dengannya maka itu lah yang terbaik. Bram lelaki yang pantas membuat mu bahagia, ia begitu terpukul dan datang beberapa kali kerumah ku setelah tahu kau menikah dengan almarhum Dika.Terlihat jelas diwajah lelaki itu putus asa dan sangat menyedihkan. Bertahan sampai detik ini menunggu mu Hanum... bukalah hatimu dan terimalah cinta Bram yang sangat besar terhadap mu", ungkap Dian dengan menyentuh wajahnya dan membelai lembut pipinya.


Rasa tak percaya mendengarkan tentang Bram dari mulut sahabatnya yang sangat dipercayai oleh Hanum. Ternyata selama ini aku telah menunda kebahagian ku sendiri dengan tidak menerima ketulusan cinta Bram.

__ADS_1


"Terima kasih sahabatku kau telah membuka mata hatiku yang tertutup selama ini dikarenkan rasa ketakutan dan kesedihan ku yang tak membuat ku berani membuka hati ini", ungkap Hanum dengan sorot mata penuh dengan harapan akan kebahagian yang akan didapatnya dari lelaki yang bernama Bram....


"Sekarang akan ku serahkan hati ini untuk mu...Bram.. ", ungkap Hanum dalam hati.


__ADS_2