
Akhirnya sampai juga dipusat kota. Galang bersama sahabatnya itu mencari sebuah penginapan untuk mereka bermalam.
Direbahkannya tubuh diatas kasur, rasa penat tak membuatnya terlelap dari tidur. Diliriknya sahabatnya itu telah berlabuh dipulau impian.
Galang tak dapat memejamkan matanya, pikiran dan hatinya terpaut pada Hanum.
Rencana apa yang akan dibuatnya agar dapat bertemu dengan wanita pujaannya.
"Apa alasanmu sehingga kau menerima lelaki itu Hanum?" Besit dalam hati Galang yang sampai saat ini tak ditemukan jawabannya.
"Apakah rasa cinta yang ku lihat ada dibola matamu itu sudah tak ada lagi buat ku ?" Ucap lirih Galang dengan mata memandang langit-langit kamar dipenginapan tersebut.
Hati dan perasaanya kini menerawang tak tentu arah.Terlintas kembali dipikirannya pada masa-masa indah dirinya bersama Hanum. Seorang gadis mandiri yang berbeda dari gadis lainnya.
Hal itu yang membuat dirinya jatuh hati, dengan kesederhanaan dan harga diri yang sangat dijunjung tinggi oleh Hanum.
Ingat sekali pada saat pertama bertemu dengan gadis Itu. Semua berawal dari pandangan Galang melihat gadis berambut panjang yang melintas dirumah pakde Parlan.
"Siapa itu pakde? Galang tertarik pada pandangan pertama.
"Ooh,,,itu Hanum anaknya sangat sopan dan memiliki kepribadian yang baik. Apa kau menyukainya?" Ledek pakde Parlan dengan tersenyum seakan menggoda diriku.
Bermula dari pandangan pertama Galang telah menaruh hati pada Hanum. Semua tentang rasa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata hingga sampai saat ini.
__ADS_1
"Aaaah,,,sampai saat ini aku tak bisa menghilangkan rasa dihati ini dan melupakan wajahmu yang manis serta kepribadian mu yang sederhana itu," Galang tersenyum dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Jam didinding telah menunjukkan angka tiga dini hari. Rasa kantuk tak jua hinggap dikedua matanya. Galang berusaha memejamkan matanya walaupun pikirannya masih menari-nari dikepalanya.
"Galang bangun..." Guncangan pelan tepat dibahunya membangunkannya yang terlelap tidur.
Entah jam berapa Galang dapat tertidur sehingga pagi ini dibangunkan oleh sahabatnya.
"Aku dah siap, hari ini apa rencana mu?" Tanya Bintang dengan wajah menunggu jawaban dari Galang.
Galang mengucek matanya dan terlihat kantung mata diwajahnya yang tampan karena hampir semalaman tak tertidur.
"Kita akan kerumah Hanum tapi dirimu yang berkunjung dan bertemu denganya lalu memberikan surat yang aku tulis semalam untuknya," ucap Galang yang menatap wajah sahabatnya dengan serius.
Dirinya telah menulis sepucuk surat agar Hanum mau menemuinya. Disebuah tempat yang dijanjikan Galang untuk bertemu dengan Hanum.
Perasaan Galang disepanjang perjalanan berkecemuk ia tak dapat memprediksi apakah Hanum akan setuju setelah membaca suratnya untuk diajak bertemu.
Dengan menggunakan taxy akhirnya sampailah pada sebuah kawasan yang jauh dari penduduk. Sopir Taxy menghentikan kendaraannya tepat disebuah gerbang yang megah dan dijaga oleh Security.
Sebelum memasuki rumah ternyata sudah dijaga oleh dua orang Security dipos penjagaan.
"Maaf pak mau bertanya, apa ini rumah Hanum? Tanya Bintang pada security.
__ADS_1
"Benar, bapak ada perlu?" Tanya singkat lelaki berbadan tegap itu.
"Saya ingin bertemu dengan nyonya rumah ini, ada sesuatu yang perlu saya sampaikan," ucap Bintang pada lelaki tegap itu dengan nada serius.
Informasi yang didapatkan Bintang bahwa Bram dan Hanum sedang tidak dirumah. Mereka sedang pergi keluar kota, karena salah satu dari saudara Hanum mengalami kecelakaan.
Lelaki tegap itu tidak tahu kapan Bram dan Hanum akan kembali. Galang mendengar informasi yang disampaikan Bintang membuatnya lesu dan lemah semangat.
"Siapa saudara Hanum yang kecelakan?" Tanya Galang seraya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Adik perempuan yang tinggal bersama Hanum sebelum pindah ke pusat kota ini," jawab Bintang dengan menyentuh pundak Galang dengan kepala tertunduk tak bersemangat.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
__ADS_1
Terima Kasih...🙏🙏
Salam Hangat Lemb@gung