Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 122 Derai Air Mata Intan


__ADS_3

Setelah pertemuan kedua kalinya Galang telah bertekad bahwa kali ini ia akan mewujudkan cintanya. Cukup sudah kesabaran yang ia lakukan terhadap pernikahan palsunya.


Tak perduli dengan ibu yang merupakan satu-satunya keluarga yang dimilikinya. Hati Galang hancur oleh orang yang selama ini dipercayanya tega menghancurkan cintanya dengan cara tak masuk diakal pikirannya.


"Begitu penurutnya aku sehingga tak melihat sandiwara diwajah mu ibu", ungkap Galang dengan hati yang sangat terpukul.


Demi memisakan Galang, ibunya berani melakukan sandiwara besar didalam hidup putranya. Tak pernah terpikirkan bagaimana hancurnya perasaan putranya atas sandiwara tersebut.


"Aku akan melepaskan mu, selama ini hubungan kita hanya terbentuk dari sandiwara. Aku tak pernah menganggap mu istri ku. Hanya karena ibu, aku menikahimu dan bermain peran dengan mu sebagai suami yang baik. Sekarang aku tak sanggup lagi menjalankanya, silahkan kau pilih lelaki lain yang lebih membuat mu bahagia karena aku tak bisa melanjutkan sandiwara ini", ucap Galang dengan sorot mata serius menatap wajah Intan.


Bagai petir disiang hari Intan mendengar perkataan suaminya. Ia tak menyangka bahwa Galang setega itu terhadapnya.


Ternyata selama ini ia telah bersandiwara terhadap biduk pernikahan yang dijalani bersama. Tak ada sedikitpun perasaannya terhadap wanita yang menjadi istrinya itu.


Betapa hancur hatinya Intan bahwa ia mengharapkan cinta yang tak kan pernah didapatkan.


"Aku mencintai mu mas, teganya kau bersandiwara terhadap ku selama ini. Wajar kau tak menginginkan anak yang terlahir dari rahimku", ucap lirih Intan dengan bulir bening yang jatuh dengan deras membasahi wajahnya.


Dengan menangis tersedu Intan bertanya kembali: "Apakah kau masih menginginkan wanita itu mas?.

__ADS_1


"Ya, aku masih mencintainya dan tak kan pernah hilang perasaan ini terhadapnya. Maafkan aku", ucap Galang menatap wajah Intan dengan rasa bersalah telah bersandiwara selama ini.


Galang berlalu meninggalkan Intan yang masih terduduk dilantai dengan derai air mata yang terus saja tak berhenti. Hatinya hancur bak debu yang berterbangan tertiup angin.


"Kauuu kejaaaam!!!!", teriak Intan dengan keras dan tangis yang pecah tak tertahankan lagi. Jeritan Intan dipagi itu menggemparkan seisi rumah.


Ibu Galang yang sedang bersantai diruang tengah seketika terkejut dengan teriakan menantunya itu. secepatnya ia bergegas kekamar Intan yang terletak dilantai dua.


"Ada apa dengan Intan?, tanya ibu yang berselisih jalan pada saat menuju lantai dua. dengan Galang.


Tak ada respon yang diberikan putranya ketika pertanyaan itu dilontarkan terhadap Galang. Pergi meninggalkan begitu saja tanpa sepatah katapun keluar dari mulut putranya.


Perasaan ibu Galang cemas dan khawatir dengan apa yang sedang terjadi. Tak pernah ia mendengar pertengkaran selama ini didalam rumah tangga putranya.


"Ada apa sayang, apa yang terjadi. Mengapa Galang pergi begitu saja?, tanya ibu Galang dengan penasaran dan tanda tanya besar.


Intan memeluk erat tubuh mertuanya itu seakan menumpahkan semua kepedihan hatinya ulah dari putra wanita yang dipeluknya.


"Mas Galang ingin bercerai denganku", jawab Intan dengan suara terisak akibat tangis yang amat pilu.

__ADS_1


Tubuh Ibu bergetar mendwngar perkataan yang barusan didengarnya. Rasa tak percaya putranya melakukan itu.


"Apa penyebabnya sehingga Galang berbuat tak masuk diakal itu!, ucap ibu Galang yang kesal bercampur sedih melihat menantunya yang menangis.


"Hanum", ucap lirih Intan dengan suara pelan dengan wajah yang sangat putus asa.


Ibu Galang menunjukkan paras yang penuh amarah dan kebencian mendengar nama Hanum disebut menantunya.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢

__ADS_1


Terima Kasih...🙏🙏


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2