Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 118 Ancaman


__ADS_3

Sudah sepekan Hanum menghabiskan waktu dipulau nan indah ini bersama lelaki yang sangat mencintainya. Hanum seperti terlahir kembali.


Hatinya yang dulu rapuh dan kering kini tumbuh bunga-bunga cinta yang bersemai dihatinya. Bram memang lelaki yang tulus mencintainya. Bukan hanya karena Hanum ibu dari putri kecilnya.


"Sayang bangun kita akan pulang hari ini", ucap Bram seraya mencumbui istrinya yang masih enggan bangkit dari tidurnya.


"Tunggu sebentar lagi, aku masih ngantuk kau yang membuatku terjaga disetiap malam Bram", ucap Hanum seraya masih memejamkan matanya.


"Kau juga menginginkannya kan?, balas Bram seraya mencubit hidung istrinya.


Seketika mata Hanum terbuka karena cubitan dihidungnya. Dengan wajah manja Hanum berkata: "Baiklah, tapi gendong aku kekamar mandi ya?.


Bram hanya tersenyum melihat sikap manja istrinya itu. Ternyata Hanum wanita yang sangat menggemaskan kalau sedang bersikap manja seperti itu.


"Apa sekalian aku mandikan sayang?, ucap Bram meledek istrinya.


Hanum menganggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang dikatakan suaminya. Bram terkejut ternyata Hanum memang benar ingin dimandikan.


Hanum berubah menjadi wanita manja dihadapan Bram dan Bram tak merasa keberatan dengan sikap manja istrinya itu.


Tak menunggu waktu lama dan tak ingin menghilangkan kesempatan Bram langsung mengangkat istrinya kekamar mandi.


Bak anak kecil Hanum dimandikan suaminya. Melihat tubuh istrinya tanpa sehelai pun nafsu birahi Bram muncul dan Hanum pun sangat menggodanya.

__ADS_1


Terjadilah percintaan untuk sekian kalinya pada sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Akhirnya mereka berdua mandi bersama.


************************************


"Siapa ini?, sapa Hanum setelah menerima sebuah panggilan yang belum tersimpan nomor dikontak ponselnya.


Wajahnya berubah setelah menerima telpon dari panggilan tersebut. Bram melihat perubahan diwajah istrinya itu.


"Siapa yang telpon?, tanya Bram dengan sorot mata penasaran.


"Galang", jawab Hanum singkat


Untuk kali ini Hanum tak ingin menyembunyikan sesuatu hal lagi pada suaminya. Cukup kejadian dulu berbohong pada Bram dan tak ingin mengulanginya.


"Mau apa ia menelpon mu?, tanya Bram dengan nada cemburu dan penasaran.


Galang ingin bertemu Hanum dan akan mengatakan sesuatu hal yang sangat penting. Kemudian ia mengacam Hanum jika ia tak datang maka sesuatu hal yang buruk akan terjadi.


"Seenaknya saja ia mengancam istri orang", tukas Bram dengan nada marah setelah Hanum menceritakan apa yang diinginkan Galang.


"Kau tak kan ku berikan ijin menemuinya", ucap Bram dengan tegas dan sorot mata penuh dengan keseriusan.


Hanya terdiam dan membisu tak ada sepatah katapun keluar dari bibir merah Hanum. Tak ada jiwa pemberontak pada diri Hanum.

__ADS_1


"Suami adalah pemimpin bagi mu dan harus mematuhi setiap yang tidak diperbolehkannya selagi yang tak bertentangan dengan agama",


Pesan ibu ketika Hanum telah menjadi seorang istri. Kata-kata itu akan selalu diingat oleh Hanum dan akan melaksanakan apa yang dikatakan oleh ibunya tersebut.


Hanum merasa gelisah atas ancaman yang dikatakan lelaki itu. Tetapi apa lah daya kalau tak mendapatkan ijin untuk bertemu Galang.


"Apa yang akan dilakukannya dan sesuatu hal buruk apa yang akan terjadi ?, besit Hanum dalam hati.


Galang memang belum mengetahui bahwa Hanum sudah menikah dengan Bram. Sampai detik ini ia hanya tahu kalau Hanum adalah single parent.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢


Terima Kasih...🙏🙏

__ADS_1


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2