
Hari demi hari diisi dengan tawa riang sang buah hati yang semakin hari semakin menjadi penyemangat dan perindu jiwa yang lelah.
Sore itu sebox cheesecake telah dibawa Brian. Dirinya tahu benar cake favorit jagoannya itu. Sepulang dari kantor disempatkannya mampir kesebuah toko royal bakery hanya untuk membeli sebox cheesecake.
Zhack putra semata wayangnya yang sekarang sudah berumur 3 tahun setengah itu, sedang lucu - lucunya. Sehingga membuat semua orang gemas melihatnya.
Baru saja menuruni mobil dan menempatkan mobil diparkiran. Rupanya Zhack telah mengetahu jam biasanya Dadinya pulang dari kantor.
Lari kecil dari kaki Zhack berhambur memeluk tubuh Brian dengan senyum manis tak lepas dari wajah putranya itu. Hani yang selalu mengawasi setiap aktivitas putranya turut mengiringi zhack yang berlari kearah suaminya.
Sebuah sentuhan hangat mendarat dipipi dan dahi Hani dari seorang lelaki yang menjadikan dirinya sempurna didalam kehidupan ini.
Dengan menggedong putra kesayanganya tak lupa tangan Brian merangkul mesrah pinggang Hani yang berjalan seiring dengan langkah kakinya itu.
"Apakah hari ini Zhack jadi anak Dad yang pandai?" Tanya Brian dengan mencium pipi merah putranya itu.
Dengan lucunya Zhack hanya menganggukan kepala pertanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"Dad, bawa sesuatu buat zhack..." Ucap Brian seraya menunjuk sebox cheesecake.
"Horeee... Chessecake," balas putranya seraya berlonjak kegirangan.
__ADS_1
Hani meraih sebox cheesecake tersebut lalu membawanya kedapur dan tak butuh waktu lama sepiring kecil cheesecake telah habis oleh putranya dengan mulut penuh dengan keju yang menempel diujung bibirnya.
"Sayang, apakah hari ini sangat melelahkan mu? Akan ku buatkan teh jahe dengan sedikit lemon kesukaan mu." ungkap Hani dengan melepaskan jas yang dipakai suaminya.
Tangan Brian telah merangkul dipinggang istrinya, dengan kepala direbahkan dipundak istrinya dengan manjanya.
"Terima kasih sayang... " Bisikan mesrah tepat ditelinga Hani.
Rona merah menyeruak dihati dan dipipi ibu muda tersebut. Betapa besar kasih sayang dan cinta yang tercurah dari lelaki dihadapannya itu.
"Sayang...Aku ingin kita tetap seperti ini sampai dihari tua kita," ungkap Brian dengan penuh mesrah.
Hani memeluk erat tubuh suaminya, rasa haru dan rasa cintanya dengan refleks membenamkan tubuhnya pada tubuh Brian.
"Aduuuuh..." Teriak kembali putra kesangan mereka.
Spontan mereka berdua mengejar kearah sumber suara dari putra semata wajang mereka.
"Sayang ada apa?" Teriak histeris Hani.
"Ga terjadi apa - apa Nyah...Ini Tuan muda tiba - tiba teriak dengan memegang kepalanya," ucap pengasuh Zhack.
__ADS_1
Brian dan Hani memperhatikan sekujur tubuh putra kesayangan mereka berdua. Tak ada satu halpun yang janggal, hanya saja putranya seperti merasakan sakit yang teramat hebat dibagian kepalanya.
"Sayang... Dimana yang sakit ," tanya Hani.
Hanya dengan menepuk bagian kepalanya, Zhack memuntahkan kembali chassescake yang baru saja dimakannya.
Wajah putra semata wayangnya terlihat menjadi pucat pasi akibat sakit kepala yang didera dan ditambah dengan muntah yang terjadi pada dirinya.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
__ADS_1
Bergabung digroup chat Author yup π©
Author