
Bintang yang menguping pembicaraan sepasang manusia yang berada dibelakang. Terkadang ikut merasa sedih, terkadang tersenyum dan terkadang tertawa kecil.
Galang dan Mayang yang tak mengetahui bahwa lelaki yang sedang menjadi driver mereka mendengar semua percakapan mereka mulai dari awal.
Sekarang mereka berdua tenggelam sejenak dengan pikiran masing - masing. Mereka berdua larut dalam lamunan yang berlarian tak tentu arah.
Mobil melaju dijalanan yang sepi hanya lampu jalan yang menerangi kiri dan kanan badan jalan.
Bintang tiba - tiba memecahkan keheningan sejenak diantara mereka berdua.
"Broo, aku tak sanggup nyetir, kita cari penginapan. Besok pagi kita lanjutkan perjalanan.
Mayang melirik jam yang tertera didasbor mobil tertuju angka 03.00 dini hari. Jarak tepuh dari rumah Mayang menuju kota sangatlah jauh. Tidak bisa satu hari tembus menuju kota.
"Baiklah, silahkan kau berhenti dan cari tempat untuk kita bermalam, " ujar Galang.
Sekitar 30 menit dari perkataan Bintang, barulah mereka memasuki sebuah daerah yang cukup ramai. Mobil memasuki halaman parkir sebuah penginapan.
Tak ditemukan sebuah hotel, disepanjang perjalanan dari kampung Mayang sampai daerah, tempat mereka berhenti sekarang.
Mata Bintang tak dapat ditolerir. Rasa kantuk yang teramat berat mendera matanya. Mereka bertiga turun dari mobil dan memasuki penginapan tersebut.
Galang duduk dilobi dan diturut dengan langkah Mayang dari belakangnya. Membiarkan saja sahabatnya itu yang memesan kamar buat mereka bertiga.
__ADS_1
Bintang mendekati mereka berdua menyerahkan satu kunci kamar. Galang dan Mayang terkejut, didalam pikiran mereka berdua tak mungkin tidur dalam satu kamar.
"Broo, Kok satu!" Tukas Galang seraya memainkan kunci yang ada ditangannya.
"Tersisa dua kamar! Ok Broo aku duluan dah ngatuk berat nih, " Tukas Bintang seraya melangkahkan kaki dari hadapannya kemudian langkahnya terhenti dan kembali lagi.
"Oya.. Aku bilang pada resepsionis bahwa kalian sepasang suami istri, dan mereka percaya setelah melihat kalian tanpa meminta identitas," ujar Bintang kembali dan berlalu benar - benar meninggalkan mereka berdua.
Mayang dan Galang hanya bisa saling menatap satu sama lain. Akhirnya dengan langkah berat hati mereka menyusuri lorong dari penginapan tersebut.
Mencari nomer yang tertera dikunci yang diberikan Bintang. Mayang mengikuti dengan langkah kaki cemas dan khawatir.
"Bagaimana bisa dirinya tidur bersama lelaki yang bukan muhrimnya."Batin Mayang.
"Dimana nanti aku akan tidur? " Batinnya didalam hati.
Galang mengetahui apa yang sedang dipikirkan gadis tersebut. Terlihat sekali diwajahnya yang cemas dan khawatir.
"Tenang kita akan berbagi kasur, dan aku janji tak akan berbuat yang tak benar pada mu, " ungkap Galang seraya berlalu memasuki kamar mandi.
"Ada sedikit kelegaan dihati Mayang, majikannya tak akan berbuat buruk padanya," ungkap Mayang dalam hati.
"Cukup lama Galang didalam kamar mandi, rupanya dia telah mandi dan berganti pakaian. Galang telah memperhitungkan perjalanannya sehingga telah membawa baju ganti dari rumah.
__ADS_1
Mayang yang terdiam, masih duduk diujung tempat tidur. Galang membaringkan tubuhnya diatas kasur dengan santai. Mayang berdiri lalu masuk kedalam kamar mandi.
Mengalirkan tubuhnya dengan air hangat sehingga rasa lelah terangkat dari raganya. Mayang mengganti pakaian yang dibawanya didalam tas. Mengenakan baju kaos berlengan panjang dengan celana panjang.
Mayang tak ingin jika ia tertidur terlihat kulit putih tubuhnya dimata majikannya. Tercium aroma dihidung Galang yang berasal dari tubuh Mayang.
Sebelum mengenakan baju, sudah menjadi kebiasaannya memakai lotion hand body disekujur tubuhnya. Tercium aroma yang sedap dihidung Galang, dirinya menikmati aroma tersebut.
###
Hy Reader setia, jangan lupa klik jempol manisnya setelah membaca.
π₯π₯π₯
Plus rate bintang lima dan komentarnya.
π’π’π’
Jangan lupa vote sebanyak - banyaknya...
π₯π₯π₯
β€Salam Hangatβ€
__ADS_1
ππLemb@yung ππ