Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 51 Cek Kandungan


__ADS_3

Dika sudah berjanji akan menjemput Hanum untuk pergi kedokter hari ini. Praktek dokter buka pada waktu sore jam 16.00 WIB sedangkan Hanum sudah bersiap sejak setengah jam yang lalu.


Hati Hanum mulai gelisah biasanya Dika tak pernah telat. Ia termasuk laki-laki yang disiplin waktu dan pernah ingkar janji. Sudah pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Ada halangan apa yang menyebabkan dia belum datang", tanya Hanum dalam hati.


Sudah tiga puluh menit ia duduk lalu berdiri kemudian berjalan kearah pintu luar tapi sosok yang dinanti tak kunjung tiba.


Dering ponsel mengangetkan Hanum yang sedari tadi pikirannya berputar tak tentu arah. Tertera nama panggilan Dika di ponsel Hanum. Segera ia menjawab panggilan tersebut.


"Dek, maaf sudah lama menunggu ya? Ban motor ku tiba-tiba bocor dan aku harus mencari bengkel untuk memperbaiki nya. Tunggu lima belas menit lagi aku akan sampai rumah". ungkap Dika memberi penjelasan atas keterlambatan nya.

__ADS_1


"Alhamdulillah kk baik-baik saja, Hanum pikir ada sesuatu yang buruk terjadi. Baiklah aku akan menunggu", jawab Hanum dengan hati lega.


Tak lama dari waktu yang telah janjikanya Dika akhirnya tiba juga dirumah. Membutuhkan waktu lima belas menit kembali untuk sampai keprakter dokter yang dimaksud.


Setibanya disana terukir senyum yang mengembang diwajah Hanum melihat hasil USG yang dilakukan dokter. Dokter mengatakan bahwa ia akan dapat melahirkan secara normal dan bayi yang dikandung nya berjenis perempuan.


"Selamat bapak dan ibu perkembangan bayinya dalam keadaan baik dan sehat. Ibunya bisa melahirkan normal, karena ini kelahiran anak pertama usahakan untuk banyak membaca buku untuk menghadapi persalinan serta usahakan untuk melakukan aktivitas yang mempermudah proses persalinan seperti menjonggkok dan posisi sujud". ungkap dokter dengan senyum tak lepas dari bibirnya.


Sampai detik ini Dika memang merasa bahwa anak yang dikandung Hanum adalah anaknya juga. Tidak ada satu kata atau tindakan yang ia perbuat menunjukkan bahwa itu bukan anaknya walaupun pada kenyataannya itu bukan buah cinta Dika dan Hanum.


Dika memegang penuh janjinya pada saat malam pertama. Dengan penuh kesabaran Dika selalu memprioritaskan kehamilan dan kebahagiaan Hanum.

__ADS_1


Dika tak pernah menuntut apapun dari Hanum. Melihat ada senyum dan tawa yang menghiasi wajah istrinya sudah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi dirinya.


Rasa sayang dan melindungi yang dimiliki Dika terhadap Hanum membuat ia lupa bagaimana proses ia sampai menikah dengan sepupunya itu.


Sudah hampir tiga bulan semenjak kepindahannya dari kampung. Hanum tidak mendengar kabar baik Galang ataupun Bram.


Setidaknya ia bisa melupakan masa-masa sulitnya sebelum menginjakkan kakinya kerumah Dika.


Melihat Hanum melamun Dika lalu meledaknya dengan berkata: "Dek kamu lagi mikir bahwa wajah anak mu akan secantik aktris korea yang kamu tonton setiap sore itu ya?


Ledekan Dika membuyar lamunan Hanum tentang dua lelaki yang telah mampir dikehidupan Hanum sebelumnya. Hanum tersenyum mendengar ledekan dari suaminya.

__ADS_1


Aktivitasnya dirumah setelah mengerjakan pekerjaan rumah ia habiskan waktunya untuk bersantai seraya menonton drama korea yang lagi tren saat ini. Begitu lah aktivitas yang dijalani Hanum setiap hari.


__ADS_2