Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 35 Informasi Brian


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu konsentrasi Bram sangat terganggu. Ia tidak bisa fokus dengan apa yang sedang dikerjakan. Wajah gadis itu selalu menghantuinya terlebih rasa bersalah yang terus menyiksa. Ia tak pernah segelisah dan seputus asa ini.


Bram bukanlah tipe laki-laki yang sembarang melakukan pekerjaan. Akan tetapi kejadian malam itu telah merubah sikapnya yang semula selalu menuntut kesempurnaan apa pun bentuknya itu. Hidupnya tertata dengan rapi dan setiap tindakan selalu telah direncanakanya dari awal.


"Akibat minuman itu telah merubah sifat dan sikapku seperti telah merusak jati diriku sendiri ", besitnya.


Kehadiran Brian membuyarkan perasaan yang sedang berputar dikepala.


"Lihat!, ucap Brian sembari menunjukkan beberapa photo.


"Siapa dia?, jawab Bram penasaran.


" Galang kekasih Hanum yang sebentar lagi mereka akan menikah dalam minggu ini", ucap Brian kesal.


"Apaaa! tidak mungkin dan tak boleh terjadi", jawab Bram dengan gusar dan marah.

__ADS_1


" Satu hal lagi Hanum sedang mengandung anak mu", ucap Brian dengan nada keras.


Mendengar perkataan Brian wajah Bram pucat serasa tak percaya akan apa yang barusan ia dengar. Jantungnya melaju dengan cepat. Ada perasaan senang bercampur gelisah bersatu dalam pikirannya.


"Mana janji mu Bram, kenapa setiap hari kamu hanya duduk termenung memikirkan gadis itu tanpa bertindak", ucap Brian dengan nada kesal.


"Apa yang kau tunggu! apa harus rasa bersalah itu kau bawa seumur hidup mu", ucap Brian sedikit emosi.


Kalau bukan Brian mungkin ia sudah memecatnya dari pekerjaan karena suara tinggi yang dilontarkan pada nya tepat menusuk hati dan perasaan. Akan tetapi perkataan sahabatnya itu membuka mata hati Bram.


" Brian tak ku bayangkan aku akan menjadi seorang ayah dengan cara seperti ini", ucapnya seraya tersenyum tipis.


Ada sesuatu yang lain dihatinya ketika mendengar Hanum mengandung anaknya. Suatu perasaan bahagia yang tak bisa ia utarakan.


Bram pria yang mapan dan pantas untuk menikah apalagi mempunyai keturunan diusianya yang sekarang. Kedua orangtua nya juga sudah lama menuntutnya untuk segera menikah.

__ADS_1


Pada saat itu sebelum kejadian peristiwa kelam ia habiskan waktunya untuk berkerja. Tak ada terbesit sekali pun dipikiran untuk menikah apalagi sampai mempunyai keturunan.


Tapi setelah bertemu dengan Hanum, gadis yang ia hancurkan masa depannya dengan mudahnya ia mengikuti saran sahabatnya untuk menikahi gadis itu.


"Aku akan segera bertemu mama untuk membicarakan masalah ini", ucap Bram pada sahabatnya itu.


**************************************


Mama meneteskan air matanya setelah mendengar cerita dari Bram. Begitu juga papa dengan wajah terkejut menerima informasi yang didapat Bram melalui sahabat nya itu.


" Hanum gadis yang baik mama bisa merasakannya. Berbeda dengan wanita-wanita yang ada disekitar mu yang hanya ingin kekayaaan dan kehormatan. apakah kamu tidak bisa merasakan itu Bram?, tanya mama.


"Coba untuk membujuknya dan meyakinkan dirinya untuk bertanggung jawab atas semua yang telah kamu lakukan", ujar mama.


"Mama akan kerumah Hanum dan sedikit menekan mereka agar mau menerima maksud baik kita", ucap lirih mama dengan penuh harapan.

__ADS_1


"Baiklah aku juga akan ikut bersama kalian dan akan berbicara dengan Hanum untuk meyakinkan nya", jawab Bram dengan sorot mata putus asa.


__ADS_2