
Semilir angin menyentuh dedaunan, sebatang ranting menari lembut tertiup angin. Hari ini begitu cerah, secerah hati Hanum.
Bunga cinta bersemi disepanjang hari tak menunggu kata musim bunga untuk bermekaran dihati Hanum.
Bram dengan kegigihanya mampu mengisi ruang dihati Hanum. Menggeser sedikit demi sedikit nama Galang dihati istrinya tersebut.
Kini hari - hari Hanum diisi dengan penuh cinta Bram. Bak sang Pujangga yang selalu melantunkan syair cinta disetiap harinya.
Tiada kesan yang tertinggal selain rasa kasih dan sayang disetiap penghujung malam.
Tanpa disadari Hanum segurat kebahagian dan senyuman membingkai diwajahnya. Rona kebahagian terpancar jelas dimata wanita yang sedang jatuh cinta untuk kedua kalinya.
"Tuhan...Terima kasih Engkau telah mengirimkan lelaki seperti dia, walau diawal aku sangat membencinya, " ucap Hanum dengan lirih.
"Nyah... hari ini mau masak apa?" Tanya Bik. Minah dengan serius.
Membuyarkan lamunan Hanum yang sedari tadi duduk ditaman belakang rumah.
Emmm...
"Apa ya Bik...Dari semalam bawaanku malas Bik," jawab Hanum pada Bik Minah.
"Tumben Nyonyah tak bersemangat menyiapkan makan malam buat Tuan," batin bik Minah.
"Saya serahkan pada bik Minah aja, menu malam ini ya?" ucap Hanum kembali dengan senyum menghiasi diwajahnya.
__ADS_1
"Baik Nyah" Jawab singkat asisten rumah tangganya.
Ditemanin secangkir teh lemon buatan Bik Minah, Hanum melanjutkan bersantai duduk disebuah saung yang ada ditaman belakang tersebut.
Novel yang sedari tadi ditangannya baru bisa dibuka lembaran terakhir yang kemaren dibacanya. Hanum terhipnotis dengan bacaannya setelah membaca beberapa lembar kelanjutan dari novel tersebut.
Khusuk sekali Hanum membaca dari kata perkatanya seakan ia hadir didalam cerita tersebut. Tanpa disadari Bram sudah ada dibelakang Hanum.
Merangkul bahunya dan mencium puncak kepalanya.
"Kangen...." Ucap Bram dengan manja dan genit.
Hanum mendongakkan kepalanya sehingga wajah mereka berdua bertemu. Terasa sekali hembusan nafas diantara mereka berdua.
Hanum sudah pandai mengeluarkan ekspresi manja. Semakin membuat Bram gemas dan makin cinta pada wanita dihadapannya itu.
"So sweet honey..."Balas Hanum dengan memajukan bibirnya agar tersentuh dengan bibir Bram.
Terjadilah ciuman yang hangat diantara mereka berdua disenja itu. Hanum akhir - akhir ini banyak menunjukkan sikap kekanak-kanakan dan manja.
Pingin selalu dicium, dipeluk bahkan pingin selalu bercinta. Bram mengikuti saja keinginan istrinya. Toh diapun juga menyukai dan menikmatinya.
"Sayang... gendong" Dengan manja Hanum merengek agar permintaannya dipenuhi lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta kembali.
Bram tersenyum melihat tingkah istrinya. walau tubuhnya lelah sepulang dari kantor, ia tak menolak keinginan istrinya tersebut.
__ADS_1
Digendongnya tubuh Hanum yang lebih berat dari biasanya. Bram merasakan sedikit perbedaan dari sifat dan tubuh istrinya.
Sesampainya dilantai dua, dengan perlahan Bram membaringkan Hanum diatas kasur.
Masih dengan manjanya Hanum meminta Bram untuk memandikan tubuhnya. Lagi Bram tak menolaknya, akhirnya mereka berdua mandi bersama.
Hanum seperti putri kecil kesanyangan mereka, dengan telaten Bram memandikan tubuh Hanum dan mengeringkannya dengan handuk.
Tiba - tiba Hanum kedinginan setelah keluar dari kamar mandi. Tubuhnya menggigil dan bibirnya berubah nenjadi biru terdengar suara gigi yang beradu. Bram menjadi panik, seketika ia balut tubuh Hanum yang masih menggunakan handuk dengan selimut tebal yang ada diatas kasur.
"Sayaaaang dingin, peluk aku cepat!" Dengan suara bergetar Hanum meminta Bram untuk turut tidur diatas kasur tersebut.
Sekitar 10 menit, Hanum mulai merasakan rasa hangat menjalar diseluruh tubuhnya. Terakhir ini tubuh Hanum memang sering merasakan kedinginan.
"Apa tensi darahmu rendah sayang," bisik pelan ditelinga hanum.
"Aku memang tensi rendah, tapi akhir - akhir ini aku sering menggigil ketika udara dingin menyentuh kulit." Balas Hanum pada suaminya yang masih memeluk erat tubuhnya.
"Aku akan telpon dokter Rini untuk memastikan apa yang terjafi pada tubuhmu, semoga tak terjadi apa - apa terhadap mu sayang," balas Bram seraya mencium puncak kepala istrinya.
###
Salam hangat buat Reader semua 😍😘
Yuuup jempol manis plus rate bintang lima 🌟🌟 plus votenya sebanyak banyaknya biar makin mesrah 💓💓💓
__ADS_1