Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 169 Diluar Kendali


__ADS_3

Entah mimpi apa semalam Laura mendapatkan tamparan keras oleh wanita yang dulu adalah sahabatnya itu. Tak pernah terbayangkan bahwa Laura dapat bertengkar sehebat ini dengan Clara .


Pertengkaran mulut dan berujung fisik diantara dua wanita tersebut tanpa ada yang memisahkan. Clara menjadi kalap karena terpojok oleh ucapan Laura, lalu dengan gerakan cepat memukul kepala Laura tepat dibagian belakang kepalanya menggunakan vas bunga yang ada diruangan tersebut.


Seketika tubuh Laura terkulai lemas dan roboh jatuh kelantai. Clara menjadi panik atas perbuatanya. Melihat darah yang keluar dari kepala Laura.


Tubuhnya gemetar dan wajahnya pucat melihat wanita dihadapannya tak sadarkan diri. Clara berusaha mencari ponselnya, yang diletakkannya entah dimana.


Sekitar 10 menit akhirnya ketemu, diraihnya ponsel yang tergeletak diatas nakas dan segera menekan ponsel tersebut untuk melakukan panggilan.


Terdengar suara lelaki yang menyahut panggilan tersebut. Clara dengan suara terputus - putus menjelaskan apa yang telah terjadi pada lelaki yang diajak bicaranya.


"Cepat kemari, aku telah membunuh Laura!" Teriak Clara mengakhiri panggilan.


***


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya seorang lelaki mengetuk pintu apartemant Clara seperti telah terbiasa masuk kedalam apartemant tersebut.


Lelaki dengan berperawakan jangkung dan berjambang masuk kedalam apartemant Clara dengan mata mencari kesekeliling ruang yang ada diapartemant tersebut.


Terlihat olehnya tubuh seorang wanita yang terbaring dengan posisi tertelungkup kelantai. Kemudian melihat Clara yang terduduk seraya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Lelaki yang merupakan kekasih Clara terkejut dengan apa yang dilihat dihadapannya. Lelaki yang sama membuat Clara meninggalkan Bram begitu saja pada masa lalu.


"Apa yang telah kau lakukan padanya?" bentak lelaki jangkung itu pada Clara yang tak mengetahui kehadiran kekasihnya.


Clara masih terduduk, diam seribu bahasa memandang tubuh Laura yang terbaring dilantai. Matanya hanya memandang wajah lelaki dihadapannya.


Lelaki tersebut mengecek keadaan Laura. Dirasakanya ditangan yang tertempel dibagian jenjang pada leher Laura. Masih terasa denyut nadi ditangannya.


"Dia masih hidup, kita akan bawa ketempat ku!" Ujar Lelaki jangkung tersebut.


Andrew segera menelpon beberapa temannya dan membawa Laura pergi ketempat Andrew.

__ADS_1


Clara mengikuti saja perintah yng diberikan Andrew padanya.


***


Satu jam kemudian Laura berusaha membuka mata dan terasa sangat berat dibagian kepalanya. Diraba kepalanya yang telah diperban.


"Dimana aku..." Batin Laura seraya memandang keseluruh bagian yang ada dikamar tersebut.


Dicobanya untuk bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah pintu untuk membukanya.


Betapa terkejutnya Laura ternyata dirinya tidak berada diapartemant Clara.


"Dimana aku? Kemana wanita ****** itu! " umpat laura dengan rasa cemas.


Laura berteriak seraya menggedor pintu tersebut dengan sangat keras. Tak ada jawaban dari luar kamar.


Laura berteriak berulang kali dengan keras tak satupun yang membukakan pintu. Kemudian Laura beralih, mencoba mencari tas dan mengambil ponsel yang diletakkanya didalam tas.


***


Kedua orangtua Bram menanyakan keberadaan Laura karena dari semalam tak melihat wajahnya.


"Pak Kus, kemana laura? Tanya mama Bram dengan wajah penasaran.


"Non Laura, memang tak pulang," balas Pak Kus dengan wajah yang sama mengkhawatirkan Nona muda.


Kedua orangtua Bram saling menatap, tidak seperti biasa putrinya tidak pulang kerumah.


Tersirat raut dimuka mama Bram penuh kecemasan.


"Terakhir dia pergi dengan siapa? Tanya mama Bram pada asisten rumah tangganya itu.


"Non Clara menjemput Non Laura sekitar jam empat sore Nyah, " Ucap asisten rumah tangga memberitahu kepergian Laura.

__ADS_1


Mama Bram meminta Pak Kus untuk segera menelpon Clara. Dengan sigap Pak Kus menjalankan perintah yang diberikan majikannya.


"Non...Apakah Non Laura tidur dirumah Non? Ujar Pak Kus langsung menanyakan keberadaan Laura pada wanita yang tak disenangi Pak Kus itu.


"Laura sudah pulang Pak," jawab singkat Clara kemudian mematikan ponselnya.


Dengan berbicara sesingkatnya Clara berusaha berbicara seperti biasa agar tak terdengar suaranya yang cemas. Sehingga akan menimbulkan kecurigaan pada Pak Kus.


Setelah berbicara melalui ponsel dengan Clara, Pak Kus memberitahukan bahwa Laura tak ada dirumah wanita tersebut.


Wajah mama berubah pucat terlihat jelas diraut wajahnya penuh dengan kekhawatiran dan kegelisahan.


"Kemana anakmu itu! Ucap papa Bram dengan wajah amarah.


Papa Bram terpancing emosinya dengan kelakuan putri bungsunya itu.


"Dia bukan anak - anak lagi! Kenapa bertindak seenak perutnya saja dan tak dipikirkannya perasaan semua orang," ucap kesal papa Bram dengan sorot mata yang tajam.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎

__ADS_1


__ADS_2