
Ada perasaan merasa bersalah dihati Bram, atas ketidakpercayaan terhadap istrinya. Bram meminta Hanum untuk membuka hatinya tetapi merasa curiga terhadap cinta yang mulai tumbuh dihati Hanum.
Bram membelikan sesuatu buat istrinya atas rasa bersalah telah mencurigai Hanum dan sebagai permintaan maafnya.
Dicari istrinya itu malam ini, ternyata sedang ada dikamar putri kecil kesanyangan mereka berdua. Hanum telah berhasil membuat putrinya tertidur pulas.
Mencium diubun - ubun Hanum dengan sangat mesrah. Lalu menatap secara bersamaan pada putrinya yang telah tertidur pulas.
"Apakah hari ini Fay melelahkan mu?" Bram menanyakan istrinya bagaimana sikap putrinya seharian ini.
Hanum tersenyum dan menggenggam tangan suaminya lalu mengajak duduk berhadapan dipinggir tempat tidur Fairuz.
"Hari ini putri mu sangat pintar, Fay bahkan sudah dapat menyanyikan sebuah lagu Kasih Ibu, terang Hanum pada suaminya itu dengan senyum kembali mengembang diparas cantiknya."
Mendengar penjelasan dari istrinya ada senyuman kebanggaan pada wajah suaminya.
"Sayang... Aku menginginkan hal yang sama Dengan dirimu. Memiliki bayi dirahimku kembali seperti pada saat aku mengandung Fay...'' Ucap Hanum pada suaminya dengan mata berbinar.
Respon kaget terlihat jelas diwajah Bram mendengar perkataan Hanum.
__ADS_1
"Dulu...Akibat sebuah kesalahan sehingga dirahimku tumbuh janin yang tak berdosa, tak terbesit dihati ku untuk membenci bahkan membuangnya dari rahim ku ini." Dengan mata seakan mengingat kembali kisah pilu pada saat itu.
Bulir bening sengaja Hanum tahan untuk keluar dari ujung matanya. Seakan merasakan kembali keterpurukannya kala itu.
"Jujur cukup sulit aku membuang nama Galang yang telah lama ada direlung hati ku yang terdalam...Akan tetapi swcara bersamaan, aku juga berusaha untuk membuka hati ku untuk mu, berusaha untuk mempatri kuat nama mu dihati ku." Suara pelan Hanum terdengar sangat menyentuh hati Bram.
Terdengar bahwa ini adalah suara hati dari yang rasakan istrinya terhadap Bram selama ini. Hanum kembali mengeluarkan perasaan pada suaminya setelah menarik nafas panjang guna mengendalikan emosinya.
"Aku menginginkannya sayang, buah cinta kasih kita yang sekarang jika Tuhan memberikan kesempatan pada rahim ku untuk kedua kalinya," ungkap Hanum dengan memandang wajah suaminya dengan penuh kesungguhan atas apa yang telah keluar dari mulutnya.
Tak bisa berkata - kata apa-apa lagi Bram, terhadap yang didengar oleh telinganya atas apa yang diucapkan istrinya.
Bram memeluk erat istrinya, ada bulir bening jatuh diujung mata seorang lelaki yang sangat mencintai Hanum. Rasa haru dan bahagia mendengar perkataan istrinya.
Sesaat mereka larut dari cinta kasih sepasang suami istri. Bram memberikan kotak yang sedari tadi disimpannya disaku baju tidurnya.
"Bukalah." Perintah Bram dengan penuh cinta terlihat dari matanya.
Sebuah kalung bermata seribu menghiasi disetiap untaian rantai pada kalung tersebut. kemerlip dari batu permata itu terlihat sangat jelas sekali dimata Hanum.
__ADS_1
"Sayaang kau membuang uang mu lagi!, perhiasan yang ada saja aku masih bingung memakainya karena terlalu banyak menurutku," respon Hanum terhadap surprise yang diberikan suaminya seraya melirikkan mata keruang khusus yang menyimpan semua barang milik Hanum.
Bram makin jatuh hati dengan istrinya itu. Pribadi Hanum yang sangat sederhana dan karakternya yang mandiri serta tak mau menyusahkan suaminya terlihat jelas pada diri istrinya tersebut.
Rasa beruntung yang dirasakan Bram mendapatkan istri dengan kepribadian seperti Hanum. Senyum kembali mengembang diujung bibirnya.
"Yaaaa, Tuhan buatlah rumah tangga ku sesejuk ini, ada kedamaian didalamnya dan tak lupa pula keberkahan dan kerida'an mu terhadap keluarga ku selamanya." Doa Bram didalam hati karena rasa syukur atas apa yang telah dapatkannya.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
__ADS_1
Terima Kasih...🙏🙏
Salam Hangat Lemb@gung