Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 23 Depresi


__ADS_3

Setibanya dirumah tak ada aktivitas keluar rumah. Bahkan Hanum sangat enggan untuk keluar dari kamar. Berdiam diri didepan jendela dengan tatapan mata yang kosong.


Ledekan Nina yang biasanya pandai membuat Hanum kesal tak berarti sekarang. Hanum seperti patung yang bergerak tanpa merespon apa yang terjadi pada lingkungan disekitarnya. Hanyut dalam lamunan dan pikirannya sendiri.


Peristiwa kelam itu membuat Hanum sangat sulit mengeluar senyum. Serasa menghilang senyum manis yang biasa terukir dibibir dan tawa yang menghiasi wajah. Terlihat hanya keputus asaan dibola mata indah Hanum.


Semua keluarga merasa sangat cemas dan gelisah dengan keadaan yang terjadi. Perubahan yang terjadi pada pribadi Hanum terlihat dengan jelas. Gadis yang dulunya periang dan memiliki semangat yang tinggi seakan menghilang.


Mereka merasa seperti melihat orang asing ditubuh Hanum. Seorang gadis yang rapuh dan tidak memiliki gairah hidup terlihat dimata keluarga .


Beberapa kali kepala sekolah menelpon untuk meminta Hanum untuk kembali aktif mengajar. Tetapi tak mendapatkan tanggapan dari Hanum. Ia hanya diam dan tak memberikan sepatah kata pun keluar dari mulutnya.


Kehadiran Galang yang sedikit membuat Hanum tersenyum akan tetapi setelah itu ia akan kembali larut dalam rasa sedih yang mendalam. Dengan intensitas kerja Galang tidak akan mungkin untuk selalu ada disamping Hanum.


Rasa menyalahkan diri sendiri dan merasa menjadi beban bagi keluarga selalu menghantui dirinya. Terlebih rasa harga diri yang sudah terlepas dari tubuh.


Hanya aib yang berikannya kepada keluarga. Pikiran-pikiran negatif seperti itu yang selalu menari-nari diotak Hanum.

__ADS_1


"Ia butuh semangat hidup," ujar ibu memecah keheningan malam menahan bulir bening diujung matanya.


"Hanum harus keluar dari peristiwa kelam yang dialaminya Yah, lanjut kata ibu."


"Kita harus membatunya untuk memilik harapan akan hari esok dan aku tak mau ia tenggelam dalam kesedihan yang teramat mendalam !, kata ibu dengan lirih dan mata yang berair."


"Apa yang harus kita lakukan bu ?, tanya ayah seakan putus asa."


"Kita harus membujuknya untuk menjalankan psikoterapi, dengan begitu bisa membantunya menerima kenyataan yang telah terjadi dan berhenti menyalahkan diri sendiri, kata ibu dengan kesungguhan."


Ayah menelpon keluarga Bram. Menyetujui saran kedua orang tua Bram untuk melakukan tindakan kepada Hanum agar kesehatan dan kejiwaanya tidak semakin memburuk dengan cara psikoterapi.


Hati ibu sangat terpukul dengan keadaan Hanum. Merasa bukan pribadi yang dikenal keluarga kini Hanum berganti menjadi sosok pemurung yang menutup diri dengan rapat dari dunia luar.


***


Bram termenung memikirkan keadaan Hanum setelah mendapat kabar yang semakin memburuk dari keluarga Hanum ditambah informasi Brian megatakan bahwa Hanum tidak pernah keluar rumah bahkan tidak kembali mengajar.

__ADS_1


"Apa yang telah kau perbuat Bram ?, pertanyaan yang selalu tak pernah terjawab !, besit hati bram yang terpukul."


Bagaimana pun Hanum harus menjalankan terapi sehingga tak menambah besar rasa bersalah ku terhadapnya.


Semenjak kejadian kelam itu Bram tak fokus dengan pekerjaan terlihat ia sering melamun dan berdiam dengan pikiran yang berlarian entah kemana. "Bagaiman caranya aku membujuk Hanum," gumamnya.


Brian masuk keruangan Bram dan melihat ia sedang duduk termenung didepan laptop yang menyala.


"Bram." Sapa Brian membuyarkan lamunan nya.


"Hanum memiliki kekasih sebelum kejadian itu, mereka sudah punya rencana untuk menikah Bram !, sahabatnya itu memberikan info terbaru yang didapatnya."


Wajah Bram terlihat kaget dan terlihat disorot matanya sebuah harapan untuk menebus dosa serasa pupus.


###


Bagaiman Reader pada episode ini terlihat perbedaan pribadi Hanum. Yup lanjutkan ke cerita selajutnya " Akan kah Hanum mampu bangkit dari keterpurukan ?, dengan tetap di lapak author ya 😊😊😊 jangan lupa like and komen.

__ADS_1


Plzzz rate ⭐5 dan votenya sebanyak banyaknya ditunggu 😊


__ADS_2