Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 143 Tentang Sebuah Rasa


__ADS_3

Perasaan Galang berkecamuk dihatinya tak dapat bertemu dengan wanita pujaan hatinya itu. Bergegas pagi ini ia akan pergi kerumah sakit menemui Hanum.


Mendapat informasi dari sahabatnya Bintang yang memberitahu bahwa Hanum masih ada dirumah sakit dan segera merujuk saudara perempuannya kerumah sakit swasta yang ada dinegara tetangga.


"Baiklah aku segera kesana pagi ini sebelum berangkat kerja," besitnya didalam hati dengan sebuah harapan bisa bertemu dengan wanita yang sangat dicintai.


Setibanya dirumah sakit Galang bertemu dengan orangtua Hanum. Ayah menatap wajah lelaki yang tak bertanggung jawab dimatanya.


Dengan sorot mata yang tajam tak menyukai keberadaan Galang ditempat ini. Ayah mendekati lelaki itu lalu berkata: "Ada perlu apa kau kemari?"


"Maaf Yah aku ingin bertemu dengan putri mu Hanum," dengan tegas mengatakan kepada lelaki paruh baya itu yang berdiri tepat dihadapannya.


Galang mengetahui benar bahwa lelaki dihadapan nya tak menyukai kehadirannya. Berusaha untuk tidak merespon sikap tidak suka lelaki dihadapannya dengan tersenyum diujung bibirnya.


"Jangan kau ganggu lagi putriku cukup sudah kau permalukan kami sekeluarga dengan kepergian mu secara tiba-tiba pada masa itu," dengan suara gemetar ayah menahan amarah dihatinya.


Galang hanya tertunduk mendengar perkataan orangtua dari wanita yang sampai detik ini masih ada dihatinya. Ingin rasanya mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi.


Bahkan dirinya sendiri tak ingin melakukan itu jika mengetahui dibalik apa yang sebenarnya telah terjadi. Rasa ingin mengulang detik-derik akad yang ada dihadapannya kala itu.


"Galang," terdengar suara Hanum secara tiba-tiba diantara pembicaraan mereka berdua.


Ayah terkejut melihat putrinya ada dibelakangnya. Ia tak dapat melihat kehadiran Hanum karena posisi tubuhnya yang membelakangi Hanum.

__ADS_1


"Tak perlu kau layani lelaki ini Hanum! Ucap suara tegas ayah pada putrinya dengan sorot mata penuh dengan amarah.


Wajar ayah begitu marah besar dengan rasa sakit yang selama ini tersimpan keluar kembali setelah bertemu untuk yang pertama kali dengan Galang.


Besar harapan ayah pada saat itu pada Galang. Menikahkan pada lelaki yang sangat dicintai putrinya.


"Yah biarlah aku akan bicara padanya sebentar " Ucap Hanum seraya berjalan menuju suatu kursi taman yang sedikit jauh dari koridor rumah sakit.


"Bicaralah apa yang ingin kau sampaikan? Ucap Hanum yang telah siap mendengar perkataan yang akan dibicarakannya.


Galang menarik nafas yang panjang sebelum menyusun kata-kata.


"Aku sudah tahu kau menikah dengan Bram yang ingin ku ketahui apa alasan mu menerima lelaki itu? Galang langsung pada topik permasalahan yang selama ini tersimpan dihatinya.


Dengan sorot mata yang teduh dan sendu ia menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut Hanum.


"Kita tidak berjodoh Galang! Sudahlah...Kita jalankan kehidupan kita masing-masing tanpa kembali kemasa lalu," tatapan mata Hanum meyakinkan lelaki dihadapannya.


Seakan tak perduli dengan perkataan Hanum Galang menggenggam erat tangan Hanum secara tiba - tiba. Hanum berusaha melepaskan gengaman tangannya tetapi tak kuasa genggaman itu terlalu kuat.


"Intan sangat mencintai mu Galang? Kembalilah padanya," suara lembut Hanum agar Galang mau mengerti.


"Aku telah ceraikan Intan...Dia adalah wanita pilihannya dengan sandiwara yang diperankan oleh ibu ku sendiri. Kau lah wanita yang tak pernah hilang dalam hati dan pikiran ku Hanum," dengan mata berkaca-kaca lelaki dihadapanya itu mengiba.

__ADS_1


Galang berlutut dihadapan Hanum seraya bulir bening menetes diujung matanya.


"Kau tak berhak meminta ku membuang masa lalu ku apalagi tentang sebuah rasa yang ada dihati ku in!" Dengan suara lirih dan sangat berharap Hanum mengerti akan kesungguhan hatinya.


Hanum terdiam dan terpaku melihat lelaki yang ada dihadapannya dengan penuh keputus asaan.


Hati kecilnya pun masih tak bisa dipungkiri bahwa Galang memang masih menghiasi dibagian relung hatinya karena Bram belum bisa sepenuhnya mengantikan nama Galang dihati Hanum.


Bram melihat dari kejauhan istrinya bersana lelaki yang ia tahu persis siapa lelaki itu.


Ada perasaan sakit menusuk hatinya dan rasa cemburu melihat adegan yang ada didepan matanya.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢

__ADS_1


Terima Kasih...🙏🙏


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2