Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 97 Terlintas Kembali


__ADS_3

Bram merasa bahwa ia telah melekatkan hak kemilikannya pada Hanum melalui cincin yang telah menghiasi dijari manis wanita pujaannya.


Setelah acara makan malam yang mengharu biru buat keluarga Bram dan Hanum sendiri. Semua orang sedang diliputi kebahagian malam ini terutama terlihat jelas pada wajah lelaki yang duduk disampingnya.


Putri kecil mereka telah tidur dipangkuan papanya. Gadis kecil ini ikut merasakan juga kebahagian bunda dan papanya melalui tatapan mesrah yang diberikan kedua orangtuanya.


"Hanum aku berjanji padamu kau tak akan merasakan kesedihan yang selama ini telah ku torehkan dihatimu. Hanya akan ada cinta dan kebahagiaan pada keluarga kecil kita. jangan ragukan rasa yang ada didalam hatiku", ungkap Bram seraya menggenggam tangan Hanum dan meletakkannya didadanya.


Hanum tersenyum ia bisa melihat sorot mata Bram yang penuh kesungguhan dari perkataannya.


"Aku akan berusaha membuka hatiku untukmu dan jika hati ini terbuka, aku mohon untuk menjaganya karena setelah itu aku akan merasakan kau adalah dunia ku seutuhnya dan tak ingin berbagi dengan wanita lain dan jangan biarkan hati ini hancur kembali karena ketidaksetiaan", ucap Hanum dengan menitikkan bulir bening yang jatuh dipipinya.


Bram melihat Hanum berbicara seraya meneteskan air matanya hatinya merasakan setitik harapan bahwa ia akan mendapatkan hati seutuhnya wanita yang telah membuatnya jatuh hati.

__ADS_1


Bram mencium mesrah kening Hanum seakan memberikan sebuah jawaban agar tak meragukan apa yang telah ia ungkapkan dan rasakan direlung hati yang paling dalam.


Mobil berhenti tepat didepan rumah. Bram kembali menggedong tubuh mungil putrinya yang masih tertidur pulas dan masih terlihat paras cantik dan menggemaskan disaat tidurnya.


Bram mencium kening putrinya yang telah tertidur diatas kasurnya.


"Terima kasih sayang, kau telah membantu papamu untuk meyakinkan bunda mu agar memaafkan kesalahan papamu dimasa lalu", ungkap Bram dihati seraya menatap wajah putrinya yang tertidur pulas.


Bram keluar dari kamar Fairuz dan mencari Hanum. Terlihat oleh Bram Hanum sedang dikamar karena pintunya yang tak tertutup.


Bram mendekat dan dengan refleks membatu membuka sleting baju Hanum. Terlihat kulit bersih putih wanita dihadapan Bram disela baju yang telah terbuka.


Hanum terkejut bahwa Bram telah berada dibelakangnya. Bram yang terbius dengan wanita dihadapanya tanpa sada telah mencium lembut bagian bahu yang terbuka.

__ADS_1


"Aku sudah melamarmu dan berharap setiap pagi ku terbangun dari tidur melihat wajah mu disampingku", ucap mesra Bram ditelinga Hanum.


Bram membalikkan tubuh Hanum dan sekarang posisi mereka saling berdekatan dan tak ada batas diantara mereka.


Hembusan nafas lelaki dihadapan Hanum terasa diwajahnya dan aroma dari parfum lelaki itu tercium sangat terasa dihidungnya.


Hanum hanya terdiam dan tak melakukan perlawanan dari tindakan yang dilakukan oleh lelaki dihadapannya. Sentuhan lembut dari Bram telah mendarat dibibirnya tetapi Hanum masih terdiam dan tak menolak ataupun membalas ciuman itu.


Bram menghentikan ciuman mesranya karena Hanum tak merespon. Ada sedikit kekecewaan dimata Bram.


Bram tersadar bahwa Hanum masih belum terpancing dengan sentuhan yang ia berikan karena hatinya yang masih tertutup untuk Bram.


"Maaf", ucap Hanum setelah melihat perubahan dimata Bram yang kecewa.

__ADS_1


Hanum meraih tangan Bram lalu mencium tangan itu seraya berkata: "berusahalah dan jangan pernah menyerah terhadapku ".


__ADS_2