
Ibu Galang sengaja menyiapkan petugas kesehatan yang stand by dirumah untuk membantu pemulihan pasca operasi besar yang terjadi pada Galang.
Tak terasa hampir tiga bulan Galang dirawat secara intensif oleh petugas kesehatan yang sengaja tinggal dirumah itu. Karena sudah lebih baikkan petugas kesehatan yang biasa merawat Galang tidak lagi tinggal dirumah tersebut.
Petugas tersebut kini akan mengecek hanya setiap seminggu sekali, tugas merawat Galang beralih pada gadis muda yang baru bekerja dirumah tersebut.
"Galang...untuk beberapa hari ini ibu akan keluar kota. Ada permasalahan yang ingin segera ibu urus mengenai pembangunan perumahan yang tertunda pada kota X," ujarnya dengan wajah sedikit cemas meninggalkan putranya.
"Ga papa, saya ada Mayang yang jaga kok," ucap Galang dengan wajah tersenyum.
Mayang adalah salah satu asisten rumah tangga yang baru. Bertugas merawat Galang setelah petugas kesehatan tersebut tidak lagi tinggal dirumah. Semejak kehadiran Mayang membuat Galang tak merasa bosan menjalani hari - hari selama pemulihannya.
Wajah yang manis dengan tampilan yang sangat sederhana. Mayang adalah gadis kampung yang merantau kekota. Mencari peruntungan dikota untuk mengadu nasib.
"Tuan....Apakah tuan akan segera mandi?" ucap Mayang pada majikannya.
Sebenarnya Mayang merasa malu dan canggung setiap masuk kedalam kamar Tuan muda. Gadis muda yang terpaksa melayani setiap apa yng dibutuhkan seorang lelaki dewasa, termasuk menyiapkan Tuan muda ketika mau mandi.
"Ya, aku ingin mandi, terasa gerah diseluruh tubuhku ini," balas Galang seraya mengerakkan bahunya.
"Baik tuan, akan ku persiapkan," jawab Mayang dengan cepat seraya berlalu menuju kekamar mandi.
Dihidupkanya keran air dan mengisinya dengan air hangat didalam bathtub. Setelah itu disiapkannya sebuah handuk. Kemudian baju tidur lengkap dengan onderdil dalamnya.
__ADS_1
Mayang mau ga mau menyiapkan itu semua karena merupakan tugasnya dirumah itu. Mengurus segala keperluan Tuan muda.
"Tuan semua sudah selesai, silahkan," ujarnya seraya membatu Galang untuk melepas pakaian tidurnya.
Terlihat sekali dada bidang Tuan muda tersebut. Dengan lesung pipi menambah rupawan wajah Galang ketika tersenyum.
Kemudian memberikan handuk pada Tuannya sehingga sekarang hanya handuk yang melilit dipinggang Galang.
Begitu proporsional tubuh Galang dimata Mayang, berusaha mencuri - curi pandang. Tak berani menatap secara langsung karena takut bersikap tak sopan pada majikannya yang sedang masa pemulihan tersebut.
"Baik Tuan saya permisi dulu... Setelah selesai saya akan menggantikan perban Tuan," ucap Mayang seraya wajah masih tertunduk tak berani menatap wajah Galang.
"Kamu tunggu aja disana, sehingga aku tak sulit untuk memanggil mu setelah selesai mandi," balas Galang seraya menunjuk sebuah sofa didalam kamar tersebut.
Berselang 20 menit Galang keluar dari kamar mandi. Hanya mengenakan celana tidur dengan dada terbuka.
Galang telah siap digantikan perbannya. Dirinya telah tidur diatas kasur dengan posisi terlentang. Mayang melihat Tuannya seperti itu mengerti akan tugas selanjutnya.
Dengan sigap ia mendekati Galang yang telah siap menunggunya. Duduk disamping tubuh Galang dengan tangan memegang kotak P3K.
"Naik keatas sini, biar kau mudah membukanya," ucap Galang seraya menepuk kasur yang ada disamping tubuhnya.
Luka tembak didada bagian kanan sehingga memang sulit Mayang menjangkaunya jika dia duduk disisi kiri dari tubuh Galang.
__ADS_1
Mayang mengikuti perintah Tuan mudanya. Secara perlahan ia naik keatas kasur, kini posisinya sekarang sangat dekat sekali. Tepat dibagian dada kanan Galang, terasa sekali hembusan nafas Galang ketika Mayang membuka perban tersebut.
Aroma dari tubuhnya setelah mandi sangat tercium dihidung Mayang. Wangi dan sangat terpesona dengan dada bidang Galang yang tak tertutup sehelai kainpun.
Jantung Mayang berdetak kencang diluar normalnya. Ada rasa gugup dan canggung disekujur tubuh Mayang.
Galang mengetahui bahwa gadis muda dihadapannya merasa canggung dan gugup.
"Maaf, Tuan jika nanti terasa sakit maka katakan saja," ucap Mayang pada majikannya dengan senyum manis diwajah imutnya.
Dengan menganggukkan kepala Galang memberi tanda mengerti akan apa yang didengarnya.
Secara perlahan Mayang melepas perban yang lama bahkan sedikit basah karena terkena air sewaktu mandi tadi. Dengan lembut Mayang memberikan semacam krem kebagian luka Galang dengan jemarinya yang lentik.
Terasa perih diwajah Galang terlihat menyeringai ketika diberikan kream tepat diluka tersebut. Walaupun telah lama tetapi masih terasa sakit walaupun hanya sekedar diraba.
Dengan hembusan dari nafas Mayang kearah luka tersebut untuk mengurangi rasa nyeri. Terasa sejuk dan dingin ketika udara dari mulut gadis muda itu menyentuh kulitnya.
"Apa masih terasa sakit Tuan? Ketika saya sentuh begini?" Tanya Mayang dengan bola mata bulatnya yang indah menatap Galang.
" Sedikit..." Ucap Galang singkat.
Sekitar 10 menit pergantian perban yang dilakukan Mayang. Gadis itu lalu berlalu pergi melanjutkan tugasnya yaitu untuk mengambil makan malam Galang.
__ADS_1
Setiap makan Galang terbiasa disuap oleh Mayang, bak anak kecil Mayang memperlakukan majikannya tersebut.