Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 52 Pertemuan Tak Terduga (Part 1)


__ADS_3

Betis dan pinggang Hanum sudah mulai terasa sakit karena beban perutnya yang semakin besar. Dika dengan berat hati mengijinkan Hanum untuk pergi dalam kindisi seperti itu. Pada hal ia meminta Hanum untuk sabar menunggu sampai Dika kembali kerja.


Jiwa tomboy Hanum meronta. Terkadang lupa akan kondisinya yang sudah berbadan dua. Hanum merengek pada Dika agar bisa pergi sebentar ke swalayan untuk membeli beberapa peralatan bayi yang masih kurang.


Melihat perlengkapan bayi yang lucu dan imut Hanum terlena dan keasikan. Walaupun tidak membeli semua, hanya sekedar cuci mata. Dari hasil cuci mata hanya peralatan bayi yang dibutuhkan saja yang dibeli Hanum.


Hanum tidak ingin menghamburkan uang suaminya untuk sesuatu yang tidak diperlukan. Ia sadar bahwa suaminya hanya pegawai staf biasa dengan gaji yang tidak terlalu besar tetapi cukup buat keluarga kecilnya.


Tanpa disadari ternyata ia sudah cukup lama berdiri dan akibatnya betis dan pinggang Hanum mulai terasa sakit. Hanum menyudahi cuci mata dan segera keluar dari swalayan tersebut.


Dengan wajah meringis ia tahan rasa sakit itu. Dicoba berjalan perlahan menuju halte bus yang ada dipinggir jalan. Hanum khawatir akan melahirkan dijalan karena memang usia kehamilanya sudah masuk sembilan bulan dan menunggu waktu lahir saja.

__ADS_1


Dicobanya untuk duduk disebuah halte bus seraya menunggu bus datang untuk pulang kerumah.


"Sudah berapa bulan mbak?. tanya seorang ibu paruh baya yang sedari tadi melihat dan memperhatikan Hanum duduk disampingnya dengan wajah meringis.


"Sembilan bulan". jawab Hanum singkat sambil menahan rasa sakit.


"Waduh mbak kok berani pergi sendiri dalam kondisi hamil tua ntar lahiran dijalan loh mbak". ungkap ibu itu dengan wajah terkejut.


Sebuah mobil mewah berhenti cukup lama dipinggir Halte bus. Tanpa disadari Hanum yang sedang merasakan sakit dibagian pinggang dan betisnya.


Betapa terkejutnya ia sosok laki-laki yang ia kenal.Terlihat sangat tampan dan berwibawa dengan stelan jas yang dikenakannya keluar dari dalam mobil dan menuju kearah Hanum.

__ADS_1


"Mengapa ia ada disini, sudah cukup lama aku tak melihatnya tapi sekilas saja aku bisa mengenalnya dari jauh. Sedang apa dia dikota ini? besit Hanum dalam hati seraya penasaran.


Sudah cukup lama ia didalam mobil memastikan wanita yang duduk dihalte itu adalah Hanum.Tak sengaja ketika melintas ia menoleh kesamping kaca mobil.


Ketika pandangan tertuju pada halte bus, matanya terkejut dengan sosok wanita yang tak asing baginya dan meminta sopir untuk kembali kehalte bus dan berhenti untuk memastikan apa yang sekilas ia lihat.


Ibu separuh baya itu melihat kedatangan lelaki itu juga lalu berkata: " Istri tuan udah terasa lelah kenapa dibiarkan pergi seorang diri disaat hamil tua", ucap ibu itu


" Maaf bu dia memang bandel suka tak mendengarkan saya". ucap lelaki yang tak asing bagi Hanum tersenyum dan mencuil lembut hidungnya.


Ibu paruh baya itu pun tersenyum setelah mendengar dan melihat adegan romantis dari sepasang suami istri muda itu.

__ADS_1


Hanum yang masih bingung dan kaget tanpa disadari ia menurut saja tangan lelaki yang menariknya menuju ke mobil yang berhenti didepan halte bus tanpa sepatah kata pun.


__ADS_2