Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 128 Masa Lalu Bram


__ADS_3

Mentari telah mengeluarkan sinarnya menyentuh dedaunan yang tertutup embun pagi. Hari ini mentari bersinar cerah menambah semangat para pencari nafkah.


Hanum sudah bangun sedari tadi, telah sibuk didapur menyiapkan sarapan kesukaan suaminya. Walaupun ada empat orang asisten rumah tangga yang membantu mengurus pekerjaan rumah tetapi Hanum masih turun kedapur untuk menyiapkan segala keperluan suami dan putri kecilnya disetiap waktu makan.


Pagi ini telah siap sepiring nasi goreng sea food plus sayuran didalamnya. Semenjak pertama kali ia memakan nasi goreng buatan Hanum sewaktu divilla Bram ketagihan dibuatkan nasi goreng yang sama oleh istrinya.


Putri kecilnya sudah memasuki sekolah taman kanak-kanak, ia akan pergi kesekolah bersama papanya setiap pagi.


Sepiring nasi dengan telor ceplok kesukaan Fairuz telah siap diatas meja plus segelas susu coklat hangat.


"Sayang ayo cepetan ntar terlambat", teriak Hanum pada putri kecilnya yang sedang diurus oleh bik Wati.


"Pagi sayang", sapa Bram telah siap dengan pakaian kerja turun keruang makan sembari mencium pipi Hanum dengan mesrahnya.


"Pagi", dengan senyum manis yang terukir diujung bibirnya seraya membenarkan dasi Bram yang sedikit miring.


"Wow,,, lezat terasa dari aroma yang tercium dihidungku", ucap Bram dengan menatap sepiring nasi goreng buatan istrinya.


"Hampir tiap pagi kau makan nasi goreng itu sayang, apakah tidak bosan?, ledek Hanum dengan wajah manisnya.


Menggelengkan kepala pertanda bahwa ia tak pernah merasa bosan dengan menu yang sama setiap paginya.

__ADS_1


Hanum pandai mencampur nasi goreng itu dengan varian dari sayur dan sea food yang berbeda. Sehingga Bram merasakan sensasi nasi goreng dengan cita rasa yang berbeda disetiap sarapan paginya.


Mobil telah meninggalkan gerbang utama, disetiap pagi Hanum selalu mengatar mereka berdua sampai masuk kedalam mobil.


Hari-hari Hanum dihabiskan dengan mengurus suami dan putri semata wayangnya. Bram tak mengizinkannya untuk bekerja. Cukup melayaninya dan mengurus putri kesayangan mereka.


Setiba dikantor Bram disambut dengan wanita berpakaian minim dengan belahan dada yang terbuka. Para karyawan memperhatikan wanita itu yang dengan gayanya yang cuek menunggu di lobi.


"Bram", sapa wanita itu seraya mendekat kearahnya Bram.


Dengan wajah menggoda dan gestur tubuh yang memancing orang untuk melihat dan memperhatikan tingkah lakunya.


"Ini kantor bukan club malam, kau salah tempat" hardik Bram melihat penampilan Clara yang mengundang perhatian semua orang.


Tanpa bergeming Bram berkata: "Hentikan dan lepaskan aku, atau kusuruh penjaga menyeret mu biar semua orang melihatnya".


Clara melepaskan pelukannya yang mengelayut ditubuh Bram. Ternyata ia takut juga dipermalukan didepan umum.


"Aku ingin bicara!!, ucapnya dengan kesal karena Bram tak merespon sedikitpun.


"Dengarkan baik-baik, kita tidak ada lagi hal yang harus dibicarakan. kau mengerti!!! , dengan suara tegas Bram mengatakan didepan wajah Clara.

__ADS_1


"Kau bakal menyesal menolak ku Bram, kau akan datang pada ku. Kita lihat saja nanti!!!, ancam Clara dengan sorot mata pembalasan karena tindakan Bram yang tak memperdulikannya kemudian lalu pergi meninggalkannya.


Brian yang melihat dari kejauhan drama Clara terhadap sahabatnya itu datang mendekat.


"Mau apa wanita itu? sewaktu kau tak ada, dia tak percaya dengan yang ku katakan dan memaksa bertemu dengan mu", ungkap Brian dengan kesal dan marah.


"Kalau tidak karena ia temannya adik mu Bram sudah ku seret keluar kantor ini, ucap kesal Brian.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢


Terima Kasih...🙏🙏

__ADS_1


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2