Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 252 Takjub


__ADS_3

Tak hentinya pak Darso dan istrinya memperhatikan setiap sudut dikediaman putri serta menantunya dirumah besar tersebut.


Ada rasa tak percaya atau masih terasa mimpi bisa menginjakkan kaki dirumah tersebut. Bagi mereka berdua memasuki rumah seperti ini adalah hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Pak Darso dan istrinya, apalagi bermimpi memiliknya.


Tanpa disadari bulir bening jatuh diujung matanya, rasa haru bercampur bahagia menyeruak didalam hatinya.


"Pak...Aku bersyukur Mayang bisa merasakan hidup layak dikota bersama suami dan ibu mertuanya, tidak seperti kehidupan Mayang bersama kita dikampung," ujar istrinya dengan nada lirih.


"Bener Mbok...Apalagi kelihatan sekali mertuanya sangat sayang padanya," balas pak Darso.


Sepasang suami istri tersebut saling menatap satu sama lain, ada rasa bahagia dan bersyukur atas perubahan yang terjadi pada putri mereka yang merupakan gadis kampung.


"Aku kangen putri kita pak... Kok lama ya Mayang pulang? " ucap istrinya seraya menatap kosong kearah jendela.


"Sabar Mbok... Yang penting kita sudah ada dirumah Mayang, kita tinggal menunggu saja," balas suaminya.


Istrinya menatap dalam kearah wajah suaminya, rasa rindu ini membuat gemuruh didada semakin bergejolak.

__ADS_1


🍒🍒🍒


Kamar Tamu...


Kini mereka berdua sudah berada pada sebuah kamar, dengan ukuran yang sangat besar. Sebuah kamar tamu yang ada dirumah besar tersebut dipergunakan untuk keluarga, mereka yang datang berkunjung dan harus menginap maka kamar tersebutlah yang digunakan.


Mereka berdua masih terheran - heran dengan segala yang ada didepan mata. Sungguh sangat berbeda 180 derajat dari tempat tinggal mereka. Wajar saja tak hentinya mereka berdua berdecak kagum atas apa yang lihat dihadapanya.


"Mbok...Lihat ini, kamarnya saja sebesar rumah kita ya Mbok," ujar pak Darso masih dengan wajah takjub dan heran.


Istrinya hanya menganggukkan kepala pertanda menyetujui apa yang dikatakan suaminya.


"Eh.. Bapak mau cari kamar mandinya mana ya? Apa kamar mandinya ada dibelakang rumah ini?" ujar pak Darso seraya menatap wajah istrinya yang juga tak memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkannya.


"Tunggu pak, biar ku tanya sama wanita yang bekerja dirumah ini, yang tadi menunjukkan kamar ini pada kita, " balas istrinya seraya bangkit dari tempat duduknya.


Pak Darso memberikan isyarat pertanda setuju akan saran yng diberikan oleh istrinya. Ketika hendak membukakan pintu, wanita yang dimaksud olehnya telah berdiri dihadapannya.

__ADS_1


"Ya Allah... Aku jadi kaget Mbakyu," ucap istri pak Darso.


Bik Ijah tersenyum mendengar ucapan dari orangtua Mayang, dengan memperlihatkan wajahnya yang pucat akibat terkejut melihat sosok dirinya sudah ada didepan pintu.


"Ibu sama bapak diminta untuk makan malam bersama Nyonya besar dan Tuan muda berserta Nyonya muda," ucap Bik Ijah.


"Baiklah...Tapi kami mau mandi dulu, kamar mandinya dimana ya Mbakyu?" Balas istri pak Darso.


Bik Ijah tersenyum kembali setelah mendengar perkataan dari orang tuanya Mayang yang terlihat sangat polos menayakan keberadaan kamar mandi dirumah sebesar ini.


"Sungguh Mayang terlahir dari keluarga yang bisa dikatakan orang kampung yang tak mengenal kemewahan." batin Bik ijah.


"Ada didalam kamar itu Bu, tak perlu keluar kamar ini. Bagian pojok kamar tersebut ada pintu dibuka saja," jawab Bik Ijah yang dengan senang hati menjelaskan apa yang ditanyakan oleh ibunya Mayang.


"Oooalah...Dasar kami orang udik mbakyu, ternyata ada didalam kamar ini. Saya pikir itu ruangan apa...Jadi kami ndak berani membukanya," ungkap ibu Mayang seraya tertawa kecil memperlihatkan raut wajahnya yang polos dan membuang rasa malu atas sikapnya yang terlihat kampungan.


###

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR dan VOTE YA... 😍😘🙏


__ADS_2