
Hanum masih belum menyadari bahwa telah dipeluk dari belakang. Hanum menikmati dekapan yang menghangatkan seluruh tubuhnya. Ada sebuah kekuatan yang membuat perasaannya tenang dan damai.
"Biarkan aku memeluk mu seperti ini seumur hidupku, berikan aku kesempatan itu sayang", bisik Bram dengan lembut ditelinga Hanum.
Hanum tersadar merasakan hembusan nafas ditelinganya yang sedang berbisik lembut dan mesrah. Refleks ia coba untuk melepaskan dekapan dari laki-laki tersebut.
"Kumohon diamlah sejenak, biarkan aku meringankan beban berat yang selama ini kubawa dengan memelukmu", ucap Bram dengan suara berat dan terdengar menyedihkan.
Hanum membiarkan saja tanpa ada penolakan lagi darinya. Cukup lama Bram merangkulnya dari belakang dan Hanum hanya terpaku dan terdiam merasakan dekapan hangat lelaki itu.
Bram membalikkan tubuh Hanum dan sekarang mereka begitu dekat tak ada batasan lagi bagi mereka berdua. Hembusan nafas terasa si wajah Hanum.
Hanum berusaha menundukkan kepalanya karena Bram menatapnya dengan penuh mesra. Bram mengangkat kepala Hanum yang tertunduk dengan lembut lalu Hanum merasakan bibir Bram menyentuh dahinya dengan lembut.
__ADS_1
"Kumohon berikan aku kesempatan untuk membuatmu melupakan hal buruk yang pernah ku lakukan pada mu", ucap Bram dengan penuh kesungguhan.
Bram memeluk erat tubuh wanita yang setiap malam dirindukannya. Rasa bersalah terhadap wanita ini menyebabkannya jatuh hati. Bukan waktu sebentar Bram memendam perasaannya.
Hanum perlahan melepaskan pelukan Bram seraya berkata: "Maafkan aku yang telah membuat mu tersiksa dengan rasa bersalahmu. Serta sikap egoisku untuk tidak memberitahukan bahwa kau adalah ayah kandungnya. Aku takut kau hanya menginginkan putri mu tapi tidak dengan ku"
Bulir bening jatuh dipipi Hanum tak tertahankan lagi. Selama ini perasaaan itu selalu disimpannya didalam hati.
Bram menghapus bulir bening yang jatuh dipipi Hanum dan kemudian memeluk tubuh wanita itu kembali.
**************************************
Sinar mentari pagi menyentuh lembut wajah Hanum. Teringat akan sentuhan bibir Bram yang menyentuh bibirnya malam itu.
__ADS_1
"Apa yang ada dalam pikiran mu Hanum, kau menikmati sentuhan itu!, besit Hanum dalam hati seraya menyetuh bibirnya sendiri merasa tak percaya dengan yang terjadi.
Segera ia bangkitkan tubuhnya menuju kekamar mandi sebelum putrinya terbangun dari tidur. Kemudian ia membuka pakaiannya dan hanya tersisa pakaian dalamnya saja.
Seketika mukanya berubah menjadi pucat melihat Bram ada dikamar mandi itu juga.
Hanum tak menyadari bahwa Bram sudah lama memperhatikannya dalam kondisi seperti itu.
Segera ia tutupi bagian tubuhnya dengan posisi tangan menyilang serta membalikkan tubuhnya. Hanum tak berani melihat ia mendengar langkah Bram mendekatinya.
Gemuruh dihatinya "Apa yang telah kulakukan kenapa aku begitu sebrono, mana ku tahu juga ia sekamar denganku. Dasar bodoh kau Hanum, habislah kau. Apa yang akan ia lakukan dengan kondisimu seperti ini",,, ungkap Hanum yang berkecamuk dipikirannya.
Bram mengambil handuk lalu menutupi tubuhnya lalu berkata: "Jangan khawatir aku tak kan melakukan apa pun tapi jangan pancing diriku seperti ini lagi ya sayang",,,bisik lembut ditelinga Hanum seraya berlalu pergi.
__ADS_1
Ada senyum tipis diwajah Bram seakan ia mendapatkan kebahagian dari meledek Hanum yang ketakutan bercampur malu melihat ia ada didalam.
"Untung iman mu kuat Bram kalau tak habis lah,,,,, melihat setiap ujung pada lekuk tubuhnya yang menggairahkan", besit Bram dalam hati yang masih membayangkan setiap centi tubuh Hanum.