Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 106 Menjalankan Misi (Part 1)


__ADS_3

Perasaan Hanum bercampur aduk, berusaha untuk mengendalikan perasaan ketika bertemu dengannya.


Nama Galang memang masih ada dihatinya, tak bisa dipungkiri bahwa ia juga menginginkan bertemu dengan lelaki itu.


Hanum telah memasuki cafe tempat perjanjian itu, mencari tempat duduk yang mudah orang melihat pengunjung yang telah ada didalam cafe tersebut.


Pas sekali sebuah meja menghadap kearah pintu masuk dan dengan mudah terlihat ketika seseorang memasuki cafe tersebut.


Sambil menunggu Hanum memesan secangkir minuman yang biasa ia minum disini.


Coklat hangat dengan sedikit krem dan bubuk coklat diatasnya. Entah kenapa Hanum begitu suka dengan minuman yang berbahan coklat.


Ia merasa lebih good mood setelah meminum minuman yang berbahan dasar coklat.


Matanya berusaha melirik pengunjung yang berdatangan disekitar duduknya dan pengunjung yang baru memasuki cafe.


Arlogi ditangan menunjukan jarum jam diangka empat lebih lima menit sedangkan yang akan diajak bertemu belum kunjung tiba.


Hanum menyeruput coklat hangat yang ada diatas meja seraya membaca beberapa pesan singkat yang masuk ke ponselnya.


Deeeg, matanya tertuju pada sepasang pengunjung yang baru memasuki cafe. Hatinya berdetak kencang dari normalnya.

__ADS_1


Berusaha ia kendalikan emosinya agar tak terlihat sengaja menunggu kedatangan mereka.


Dari kejauhan Intan telah mengetahui keberadaan Hanum. Telah memberi kode kepadanya untuk menjalankan misi yang sudah diaturnya.


Hanum berpura-pura tak melihat Galang, berusaha berdiri disamping seolah tak melihat lelaki disampingnya karena sedang sibuk menambah pesanan.


Hanum tahu bahwa lelaki itu sedang menatap kearahnya. Galang telah masuk dalam rencana yang mereka buat.


Galang melihat wanita disampingnya dengan mata terkejut setelah ia pastikan bahwa wanita itu adalah Hanum.


"Hanuuum", sapa Galang dengan wajah tak percaya bertemu denganya dikota ini.


Hanum berpura-pura menoleh dan jujur perasaanya pun ikut merasa tak percaya bisa melihat kembali wajah lelaki yang mengisi hari-harinya pada masa itu.


Galang berusaha mencairkan suasana yang sedang terjadi agar lebih santai. Ia seperti mencari seseorang dengan melihat kekanan dan kekiri.


"Sudah berapa lama dikota ini?, sedang sendiri kah?, tanya Galang dengan penasaran.


Hanum berusaha menjawabnya dengan rileks walau gemuruh dihatinya seperti genderang yang berbunyi keras.


Setelah menjawab ia berlalu menuju tempat duduknya berpura-pura meninggalkan Galang. Hanum berjalan ke meja yang ia tinggalkan sebentar karena berpura-pura memesan snaks.

__ADS_1


Baru dua langkah kakinya berjalan kedepan Galang menghentiknya dengan berkata:


"Apakah boleh kita bergabung? , tanya Galang sambil mengikuti langkahnya dari belakang dan lupa pada Intan yang sedang berdiri disampingnya.


Hanum membalikkan tubuhnya lalu tersenyum seraya menerima tawaran Galang.


Setibanya dimeja barulah galang memperkenalkan istrinya.


"Kenalkan ini Intan", ungkap Galang seraya menunjukkan kearah Intan.


Hanum mengulurkan tangan dan menyebutkan namnya kepada Intan walau sebenarnya mereka berdua telah bertemu beberapa kali.


Tangan Intan menyambut uluran tangan Hanum dangan melakukan hal yang sama berpura-pura baru bertemu.


"Jadi ini wanita yang mas cerita itu? , tanya Intan pada suaminya itu.


Wajah Galang1 berubah karena mendengar perkataan dari istrinya. Ia tak ingin Hanum mengetahui bahwa ia tidak bisa move on dari cintanya.


Intan berdiam dan hanya mendengar obrolan Galang mengulas masa lalu mereka berdua. Hanum dengan sengaja melayani cerita masa lalu dan kenangan itu. Ternyata Ia larut juga merasakan rindu mengenang kenangan mereka berdua.


Ada rasa sedih dan rasa cemburu diwajah wanita disamping Galang mendengar kisah mereka berdua, begitu dekatnya Galang dan Hanum kala itu.

__ADS_1


Diluar dugaan Intan ternyata hatinya terasa lain melihat mereka berdua tersenyum dan tertawa kecil. Sebegitu akrabnya mereka berdua walaupun pertemuan pertama kali setelah sekian tahun tak berjumpa.


__ADS_2