Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 172 Penyekapan Hari Ketiga


__ADS_3

Mobil melaju kencang, tak tahu apakah tindakan dirinya ini benar atau malah memperburuk keadaan. Hanya ada dalam pikiran Hanum adalah segera menyelamatkan adik iparnya.


Jam menunjukkan angka empat pagi didasbor mobil. Mobil berhenti dijalan Asfaragus. Sebelum memasuki jalan tersebut Hanum melihat jalanan tersebut gelap dan sepertinya angker sehingga membuat bulu kuduknya berdiri.


Rumah dijalan ini masih jarang dan banyak lapangan luas dan semak belukar. Sepengetahuan Hanum jalan menuju sebuah pemakaman keturunan orang Chines.


Dipaksakan mengendarai mobil memasuki jalan tersebut dengan pelan. Dengan cahaya lampu dari mobil Hanum melihat kanan dan kiri nomor rumah yang ada disana. Tidak ada no 31 sampai akhir dari jalan tersebut.


Mobilpun berhenti pada ujung jalan yang tidak ada lagi rumah penduduk. Tersisa sebuah bagunan tua bekas gudang pabrik.


"Mana rumah No. 31?" Ungkap Hanum dalam hati.


Hatinya semakin gelisah dan cemas, melihat disekitar lingkungan dijalan Asfaragus tersebut. Tidak ada yang lewat, jalannya sangat lengang tak ada satupun aktivitas disana.


Dering ponselnya berbunyi, sebuah panggilan masuk keponselnya. Tertera nama Galang dipanggilan tersebut.


Segera diangkatnya panggilan dari Galang. Terdengar suara dari seberang sana menyapa Hanum.


"Hy... Apa kabar?" Sapa Galang.


Hanum segera memberikan penjelasan bahwa dia tak bisa bicara lama, karena ada urusan darurat yang harus diselesaikannya.


"Ada apa Hanum? Suaramu seperti ketakutan... Kau sedang apa?" Rasa penasaran membuat Galang penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Aku sedang menyelamatkan adik ipar ku! Balasnya singkat.


"Apa... Kenapa kau sendiri, mana Bram? Berikan alamatnya pada ku dan aktifkan GPS dari ponselmu," Ujar Galang dengan suara panik dan cemas mendengar perkataan Hanum.


Hanum segera mematikan panggilanya dan melakukan perintah Galang. Tak berselang lama sebuah panggilan dari ponselnya berdering kembali.


Kini sebuah nomor baru yang tak tersimpan dikontak ponselnya sedang melakukan panggilan.


Dengan tangan gemetar Hanum mengangkat panggilan tersebut. Terdengar suara lelaki dari seberang sana.


"Ikutin perintahku, jangan berani macam - macam! Masuk kedalam gudang yang berada disebelah kanan mu! Tinggalkan kunci mobil disana!" Ucap lelaki yang sedang berbicara pada Hanum dan segera mematikan panggilannya.


Dibukanya pintu mobil dan seperti perintah lelaki yang menelponnya tadi, kunci mobil ditinggalkannya tergantung pada posisi switch off.


Hari sudah mulai terang sehingga Hanum bisa melihat jalan menuju gudang pabrik tersebut. Setiba didalam gudang dihidupkannya lampu dari ponselnya karena suasana dalam gudang tersebut pengap dan gelap.


Cahaya matahari terbit tidak dapat menembus masuk kedalam gudang tersebut. Entah kekuatan apa sehingga Hanum berani memasuki seorang diri didalam sana.


Tiba - tiba Hanum menghentikan langkahnya dan mendengar suara dari langkah seseorang tepat dari belakangnya. Dicobanya membalikkan tubuhnya dan mencari suara langkah kaki tersebut.


Tak ada siapapun dibelakangnya hanya ada segerombol kelewaran yang bergelantung disudut - sudut dari langit - langit gudang tersebut.


"Siapa disana, cepat keluar!" Dengan teriakan Hanum yang keras berusaha memberanikan diri untuk berbicara pada seseorang yang diyakininya sedang memperhatikan gerak geriknya.

__ADS_1


Hanum menyusuri setiap ruang yang ada didalam gudang tersebut. Membuka satu persatu ruangan dan melihat keadaan didalamnya disetiap ruang tersebut.


Tak ada satupun yang ditemukan Hanum sebagai petunjuk, apalagi sosok adik iparnya.


Tiba - tiba dengan cepat seseorang membekap mulut Hanum dari belakang dengan sangat kuat.


Tubuhnya merasa lemas dan pandangan dari matanya mulai gelap, seketika Hanum tak sadarkan diri.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎

__ADS_1


__ADS_2