Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 131 Hani Vs Brian


__ADS_3

Hani telah siap berangkat kekampus pagi ini. Dengan celana jeans dan kaos kerah berwarna biru muda. Senyum mengembang diujung bibirnya. Akan ada harapan baru buat kemajuan proposal skripsinya.


Dengan langkah penuh semangat ia keluar rumah dan seperti biasa putra bungsu bude telah siap menunggu didepan rumah.


"Dek, ntar sore kita pergi sesuai rencana kita?, dengan senyum yang mengembang dibibirnya.


Sore ini mereka berdua berniat untuk menonton film bersama. Hani terhibur karena putra bungsu bude pandai menghidupkan suasana disetiap keadaan.


Dengan balasan senyuman dan anggukan kepala Hani mengisyaratkan bahwa ia setuju dengan yang ditanyakan lelaki dihadapannya.


Rasa sendiri dan hidup sebatang kara dikota besar membuat Hani harus pandai menjaga kepercayaan dan martabat keluarganya. Beruntung mendapatkan tetangga sebaik bude dan putranya seperti saudara laki-laki baginya.


Dengan sepeda motor Hani selalu diantar kemanapun. Setibanya didepan kampus sepeda motor milik putra bungsu bude berhenti tepat digerbang perguruan


tinggi tempat Hani menuntut ilmu.


Seperti biasa dengan senyum tak lepas dari wajahnya putra bungsu bude selalu mengatakan: "Semangat ya dek, sore sepulang kerja mas jemput".


**************************************


Sebulan sekali Brian mengunjungi Hani. Awalnya menjalankan perintah atasannya tetapi akhir-akhir ini dalam sebulan sudah tiga kali Brian bolak-balik mengunjungi adiknya Hanum tersebut.


Ada perasaan yang berbeda setelah bertemu dengan gadis muda tersebut. Walaupun setiap bertemu mereka berdua selalu tak akur.

__ADS_1


Brian menikmati wajah Hani yang kesal dan cemberut ketika Brian mengusili atau meledek gadis muda itu. Ada rasa rindu dihatinya jika seminggu saja tak melihat wajah itu.


Dengan pekerjaan yang padat dan intensitas kerja yang tinggi, hanya melihat wajah Hani atau mengingat saat bertengkar dengan gadis itu memberikan oase tersendiri buat Brian.


Bahkan bisa tersenyum sendiri mengingat wajah Hani yang imut dan menggemaskan ketika gadis itu marah ataupun kesal padanya.


Berpakaian santai Brian sudah siap pergi menemui gadis itu. Dengan usia terpaut jauh pada Hani namun Brian masih terlihat tampan diusianya yang matang.


Brian bisa saja mengencani wanita yang lebih dari Hani melihat status sosialnya dan wajahnya yang masuk kedalam kategori lelaki tampan.


"Hy,,,,sapa Brian dengan wajah tersenyum ketika Hani membuka pintu yang diketuknya tiga kali itu.


Wajah Hani terpesona melihat penampilan Brian sore ini. Tidak seperti biasa Brian selalu dengan stelan pakaian kantor menemuinya.


"Tumben berpenampilan begitu? , ledek Hani dengan mata terpesona menatap lelaki yang ada dihadapannya.


"Yaa,,, tak diragukan lagi sehingga tak satupun wanita ada disamping mu", ketus Hani dengan wajah kemenangan setiap meledek Brian mengenai pasangan.


"Isst, itu senjata yang selalu kau keluarkan untuk mengejekku ya", dengan wajah gemas menarik hidung Hani yang tak begitu mancung.


"Aww, sakit tahu seenaknya menarik hidungku", Hani mengelus hidungnya yang memerah dengan wajah cemberut melihat Brian.


"Ayoo ikut aku, bersiaplah akan tunggu dalam waktu 10 menit dari sekarang", ancaman Brian pada gadis dihadapannya.

__ADS_1


"Apaaan sih!!, aku tak mau pergi!!, dengan memalingkan wajahnya.


Brian menghitung 10 menit yang diucapnya, Hani tahu bahwa itu sebuah paksaan terhadapnya yang harus dilaksanakan kalau tidak Brian akan menyeretnya dalam kondisi apapun. Hani tak ingin pergi dengan berpakaian baju tidur.


Dengan setengah berlari Hani masuk kekamar untuk mengganti pakaiannya. Belum habis Brian menghitung 10 menit, Hani telah berdiri dihadapan lelaki itu


Shortdress berwarna peach pilihan Hani untuk pergi bersama asisten pribadi kakak iparnya itu. Polesan make up tipis menghiasi wajah muda Hani yang terlihat bersinar sore ini.


Brian menatap wajah gadis muda dihadapanya dan terlihat sekali menyukai penampilan Hani saat ini.


"Bagus kau tak membuatku malu berjalan dengan mu", ledek Brian pada gadis dihadapannya.


Didalam hati Brian ia merasa tertarik dan bahagia bisa berada didekat gadis muda tersebut.


Ketika keluar dari rumah mereka bertemu diteras depan sama putra bungsu bude yang juga berpenampilan menarik telah siap menjemput Hani.


"Mas, maaf aku jadi lupa kita pergi besok aja ya? seraya melirik kearah Brian dengan wajah bersalah menatap lelaki dihadapanya.


Ada rasa kecewa pada putra bungsu bude dihatinya, melihat Hani pergi dengan lelaki lain. Berusaha bersikap wajar dan menyembunyikan rasa kecewa dihatinya.


"Ga apa dek, kita masih bisa pergi dilain waktu", ucap lelaki itu yang berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ooo, ternyata kau sudah punya rencana kencan yaaaa", ledek Brian pada Hani dengan mata menggoda wanita disampingnya itu.

__ADS_1


"Yaaa, dan kau merusaknya!!, ucap Hani yang sengaja bicara begitu biar tak ketahuan kalau dirinya masih jomblo.


Deeg, rasa tak nyaman dihatinya mendengar perkataan Hani seakan ia tak menyukai kalau Hani memiliki pasangan kencan.


__ADS_2