Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 22 Hancurnya Hati Ayah


__ADS_3

"Dimana Hanum?, tanya ayah dengan suara bergetar."


Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut ayah. Setelah mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh orang tua Bram. Hanya respon pak Hadi dan Dina yang tersulut emosi.


Ayah hanya terpaku diam seribu bahasa. Terlintas wajah putri kesayangan dipikiran nya dan amat terasa perih menusuk dihati.


Hancur hati ayah melihat keadaan Hanum. Memar ditubuh Hanum masih membekas dan masih bisa terlihat dimata. Lelaki paruh baya itu berusaha menahan bulir bening yang akan jatuh dimatanya.


Tidak diperlihatkan kesedihan di depan Hanum. Ia peluk erat putri kesayangan nya. Seraya membisikkan sesuatu ketelinga Hanum dengan lembut : "Ayah disini jangan takut lagi nak, tetaplah menjadi anak ayah yang tegar."


Tangis Hanum semakin keras terdengar sampai keruangan bawah tempat ayah Dina, Bram dan kedua orangtua nya. Bram mengepal kedua tanganya menahan perasaan dihatinya. Terasa perih menusuk hatinya mendengar tangisan Hanum.


"Apa yang kau perbuat pada anak gadis orang!, teriak ayah Dina dan tamparan keras mendarat di pipi Bram."


"Hanum gadis yang baik, dengan keji dan hina kau perlakuan ia seperti itu !!, sekalli lagi tamparan keras mendarat di pipi Bram."


Bram hanya terdiam menundukkan kepalanya tak ada respon perlawanan darinya atas tindakan spontan pak Hadi.

__ADS_1


Kedua orang tua Bram tak bisa berkata lagi dan hanya bisa melihat tepat dimata semua tindakan pak Hadi terhadap putra mereka.


Perlahan tangisan Hanum mereda kali ini ia bisa sedikit mengendalikan emosinya. "Ayah bawa aku pulang," ucap Hanum dengan lirih.


Dua hari sudah jauh dari keluarganya dengan keadaan yang memprihatinkan.


"Mari kita pulang kerumah nak," ucap ayah dengan suara bergetar menahan tangis.


***


Sesampainya dirumah Hanum hanya diam dikamar. Tak terlihat lagi wajah ceria dan riang. Bahkan untuk tersenyum saja jarang. Membuat hancur hati keluarga melihat perubahan draktis Hanum.


"Hanum." Sapa Galang dengan menyentuh lembut bahu Hanum.


Terlihat Hanum tersadar dari lamunannya melihat lelaki yang sangat dicintai sudah ada dihadapanya.


Hanum langsung menghidar melangkahkan kaki kebelakang. "Menjauh dari ku, aku sangat kotor," ucap Hanum dengan bola mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Galang peluk Hanum erat sambil berkata: "Sayang ini aku kekasih mu." Ucap Galang dengan posisi berhadapan sehingga kedua mata mereka saling bertemu.


Di pakainya sebuah syal merah muda pada lereh Hanum yang ia pegang sedari tadi.


"Terlihat semakin cantik..... Kekasih ku memakai ini, ucap Galang mencuil hidungnya."


Hanum hanya terdiam merasa tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.


"Aku sudah lama menunggu waktu ini sayang, tiada malam yang ku lewatkan tanpa memimpikan mu, bisik lembut ditelinga Hanum."


Seperti tidak pernah terjadi apa pun Galang memperlakukan Hanum. Terlihat senyum di ujung bibir Hanum mendengar perkataan kekasihnya itu.


Ibu yang sedari tadi berdiri di depan pintu melihat bahwa usahanya berhasil. Setidaknya Hanum dapat tersenyum dan terhibur dengan kehadiran Galang.


Galang memang pemuda yang baik dan sangat mencintai Hanum walaupun ia sudah mendengar semua kejadian buruk yang dialami Hanum.


Tetapi mau perduli dan menunjukkan rasa sayang kepada putrinya. Semoga kehadiran Galang disamping putrinya bisa mengobati luka itu secara perlahan.

__ADS_1


###


Apakah Galang akan tetap melaksanakan janjinya, tetap dilapak Author ya tuk tahu cerita kelanjutannya ..Jangan lupa like dan komen yang membangun.. Terima kasih 😊😊


__ADS_2