Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 109 Cemburu (Part 1)


__ADS_3

Apa yang telah terjadi pada Bram sungguh membuat Hanum bingung. Semalam ia berlalu begitu saja setelah kalimat beruntun yang keluar dari mulutnya selalu memojokkan ku.


"Baiklah Bram aku akan mencari tahu, apa penyebabnya", ungkap Hanum dengan bersemangat.


Hani keluar dari kamar setelah semalam ia tidur pulas tak sadar kakaknya mengetuk pintu kamarnya beberapa kali.


"Han, sudah siap kekampus hari ini?, tanya Hanum pada adiknya dengan senyum yang mengembang dibibirnya.


"Ya", jawab Hani dengan nada ketus dan berlalu dari hadapannya.


Hanum bertambah bingung dengan sikap adiknya. Sikap Bram semalam saja Hanum masih belum mengetahui penyebabnya dan sekarang ditambah dengan sikap adiknya pagi ini.


"Mereka berdua kenapa sih jadi bingung aku dibuatnya", ungkap Hanum dengan tanda tanya.

__ADS_1


Seketika Hanum menarik tangan adiknya menahan agar tak berlalu pergi. Dengan sorot mata yang tajam menatap adiknya.


Adik tengahnya itu merasa takut dengan sorot mata tajam kakaknya seakan mau menerkam utuh tubuhnya.


"Dari dulu memang aku tak menyukainya, dia bukanlah tipe ku. Nina aja yang sibuk membanggakannya. Ditambah lagi dengan sikapnya yang ga gentleman, meninggalkan kakak begitu saja tanpa alasan yang sampai saat ini tidak kita ketahui. Kenapa kakak masih menemuinya? dan berbicara dengan tawa bahagia seakan tak pernah terjadi apapun dengan kalian berdua", ungkap Hani dengan nada marah dan kecewa seraya menjatuhkan tubuhnya duduk disofa dengan kesal.


Deeg jatungnya seakan keluar dari tubuh karena detaknya yang terlalu kuat. Mukanya menjadi pucat dan mulutnya tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun mendengar penjelasan Hani.


Ia duduk disofa tak berdaya seakan tubuhnya lemas tak ada lagi kekuatan untuk menopang tubuhnya dalam keadaan berdiri.


Dengan pikiran melayang tak tentu arah. Hanum berpikir bahwa adiknya saja sudah begitu marah dan kesal apalagi Bram pasti merasakan lebih dari adiknya.


Tapi malam itu Bram masih bisa mengendalikan perasaanya terhadap ku. Hanya kalimat perkalimat yang menjatuhkan ku karena aku telah berbohong padanya.

__ADS_1


Segera diambilnya ponsel lalu mencari nama dikontak ponselnya. Terdengar suara diseberang sana menerima panggilan yang dilakukannya.


"Bram bisakah kita bertemu?, tanya Hanum dengan suara pelan.


"Maaf aku sibuk", Jawab Bram singkat lalu menghentikan panggilan tanpa memberikan kesempatan pada Hanum untuk menanya lebih lanjut.


"Ada apa denganku, mengapa hatiku terasa seakan takut kalau ia salah paham dengan pertemuan ku pada Galang", besit hatinya sedih dan menyesal telah berbohong pada Bram.


Malam ini Hanum tak tak dapat memejamkan matanya. selalu terlintas dipikiranya wajah Bram.


"Kenapa aku takut kehilangannya", ungkap Hanum dengan bingung dan tak percaya akan rasa yang ada didalam hatinya.


Terdengar suara pintu diketuk, Hanum cemas siapa yang datang selarut ini. Dicobanya mengintip dari balik jendela. Terlihat mobil yang biasa dibawa oleh Bram telah terpakir dihalaman rumahnya.

__ADS_1


Segera ia membuka pintu tersebut dan Bram sudah ada dihadapan Hanum. Tiba-tiba Bram langsung memeluknya membuat Hanum bingung dengan tingkahnya.


"Ku mohon jangan buat aku seperti ini, aku telah coba untuk menjauhi dirimu tapi ternyata itu sangat sulit. Aku tak bisa menahan rasa ini untuk tak bertemu dengan mu walau sedetik pun", ungkap Bram dengan kesungguhan dan sorot mata penuh cinta.


__ADS_2