
Disemua ruangan sudah diperiksa Galang namun tak ada satupun petunjuk selain ruangan yang baru ditinggalkan.
"Beri aku satu petunjuk Ya Allah," jerit hati Galang seraya menegadahkan wajahnya.
Derap langkah Galang lunglai, pikirannya berputar tak tentu arah. Terdengar suara mobil berhenti tepat didepan gudang tersebut.
Berusaha sembunyi dan mengintai siapa yang keluar dari dalam mobil. Galang terkejut ternyata Bram yang datang dengan menjinjing sebuah tas ditanganya.
Galang keluar dari persembunyian dan segera menghampiri Bram. Wajah Bram terkejut melihat Galang dihadapannya.
Lelaki yang masih ada dihati istrinya, seketika Bram melayangkan tinjuannya kearah wajah Galang. Galang yang tak menyangka mendapatkan bogem mentah dari lelaki dihadapannya seketika terhuyung jatuh ke lantai.
"Berdiri kau! Rupanya kau dibalik semua ini! " Teriak Bram dengan amarah menendang kembali tepat dibagian perut Galang yang masih terjatuh dilantai.
"Hentikan...Apa maksud mu?" Ucap Galang berusaha berdiri seraya memegang perutnya yang sakit akibat tendangan Bram.
"Aku kemari mau menyelamatkan Hanum!" Ucap Galang dengan sorot mata penuh keseriusan.
Bram masih tak percaya sehingga masih berusaha memukul Galang namun untuk kali ini Galang mampu menghindar dan tamparan keras mendarat tepat diwajah Bram sehingga menyadarkannya.
Darah keluar diujung bibir Bram akibat tamparan keras Galang tersebut. Kedua lelaki tersebut terkejut seketika sosok lelaki jangkung dan berjambang hadir diantara mereka berdua seraya bertepuk tangan.
"Diluar dugaan..." Ada pahlawan yang datang kemari," Hardik lelaki jangkung tersebut pada Galang.
__ADS_1
Bram baru tersadar ternyata yang datang adalah lelaki yang tak asing baginya. Lelaki yang menjadi kekasih Clara.
"Kau memang bodoh Bram, bisa tertipu dengan cinta palsu Clara," seraya tersenyum menghina Bram dengan salah satu ujung bibir naik keatas.
Bram terpancing emosinya lalu berkata:
"Mana istriku?" Teriak Bram dengan sorot mata tajam.
Bram tak akan memberikan uang yang dipinta kalau tak melihat dengan mata kepala sendiri bahwa istrinya dan saudari perempuannya dalam keadaan baik - baik saja.
"Tenang kau akan melihat mereka dalam keadaan baik - baik saja!" Ucap lelaki jangkung tersebut.
"Mana uang yang ku pinta!" Ucap ketus lelaki jangkung tersebut.
Datang dua orang lelaki yang bertubuh kekar dan berpakaian preman menuntun Hanum dan Laura dalam kondisi ditutup matanya.
Tak berapa lama terlihat wanita yang tak asing bagi Bram. Berjalan mendekati Bram dengan wajah sinis.
"Kau wanita ******!" Umpat Bram pada Clara.
"Bramantio Atmajha..." seraya bertepuk tangan Clara berjalan mengelilingi tubuh Bram.
"Lelaki yang terkenal dingin dan tak perduli dengan wanita disekitarnya bahkan lebih memilih kerja dari pada bercinta, bisa ku kalahkan dengan wajahku dan sandiwaraku," dengan sombong Clara berbicara dihadapan semua orang.
__ADS_1
"Untuk kedua kalinya aku akan memanfaatkan mu serta adik mu yang sama tololnya dengan dirimu, menguras habis hartamu," ungkap Clara dengan penuh kebanggaan.
"Tapi semua hancur gara - gara wanita sialan ini!" Hardik Clara dengan menjolak Hanum sehingga terdorong kesalah satu dinding.
Seketika Clara meraih pistol yang ada ditangan Andrew dan mengarahkan pelatuk tersebut ke Hanum tepat dikepala perempuan yang dicintai Bram dan Galang.
"Apa hebatnya kau sehingga kedua laki - laki ini mengejar mu haa..." Teriak keras Clara pada Hanum tepat ditelinganya.
Bram dan Galang cemas serta saling menatap satu sama lain. Clara terlihat sudah kehilangan kendali pada emosinya.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πdengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ππ