Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 268 Curahan Hati


__ADS_3

Mayang sedari tadi mencari moment yang tepat disaat atasannya sedang tak menerima klien. Akhir pada saat ini, atasannya sedang free alias sedang tak menerima klien.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi..." Ucap Mayang seraya mengetuk pintu diruang tersebut.


"Masuk!" Balas suara dari dalam dengan cepat.


"Ooh...Kamu, Ada Apa? Silahkan duduk," ucap atasannya kembali dan kembali fokus pada layar laptop yang ada dihadapannya.


"Begini Tuan, saya akan menceritakan suatu hal yang bersifat pribadi pada Tuan," ungkap Mayang dengan wajah tertunduk.


"Rasanya tak pantas untuk menceritakan masalah pribadi diperusahaan ini, namun saya mau tak mau harus memberi tahu pada Tuan," ucapnya kembali dengan lirih.


"Ya, baiklah. Ceritakan pada saya! " Balas atasanya dengan wajah serius menatap Mayang.

__ADS_1


"Tuan... Sebenarnya selama ini saya telah menutupi jati diri saya yang sesungguhnya. Rekan kerja dan bahkan anda sendiri tahunya saya adalah seorang single, namun sebenarnya saya adalah wanita yang telah memiliki suami, " ungkap Mayang dengan kata teratur dan pelan seraya menyodorkan buku nikah pada atasannya tersebut.


Lelaki paruh baya dengan kaca mata melekat diwajahnya menatap dengan ekspresi wajah terkejut.


Seraya membenarkan posisi kacamatanya yang sedikit turun lalu menyambut buku nikah yang diberikan Mayang diatas meja kerjanya.


Sejenak terdiam lalu buru - buru membuka untuk memastikan photo Mayang yang terdapat didalam buku nikah tersebut.


"Jadi apa maksudnya dengan memberitahukan hal ini pada saya? " Tanya atasanya yang belum mengerti akan maksud bawahannya itu.


Mayang terdiam, dua kali pertanyaan yang sama dilontarkan atasannya terhadap Mayang.


Atasanya menatap wajah Mayang dengan penuh keseriusan, sedangkan Mayang tak mampu menatap wajah atasannya itu.


"Kemana suami mu?" Tanya atasan dengan tiba - tiba.

__ADS_1


"Ada dikota ini, saya sengaja meninggalkan suami saya lantaran tak mampu hidup dimadu, " balas Mayang kembali.


"Kenapa Dia ingin menikah untuk kedua kalinya? Apakah kamu tahu alasannya?" tanya lelaki paruh baya tersebut dengan wajah penasaran.


"Ibu mertua saya yang menginginkannya karena saya tak mampu memberikan cucu baginya, memaksa saya untuk berbuat nekad meninggalkan rumah tersebut sebelum itu terjadi, karena saya tak ingin lebih dalam tertekan atas permintaan mertua saya Tuan." Ungkap Mayang dengan mata telah berkaca - kaca.


"Setelah lebih empat bulan aku meninggalkan rumah itu ternyata dirahim ku telah terdapat janin yang diharapkan suami beserta ibu mertua ku, tapi... " ungkap Mayang tak melanjutkan perkataanya dengan bulir bening telah jatuh tak tertahankan lagi.


"Tapi! Apa? " Tanya atasanya spontan karena perkataan Mayang yang terpotong.


Mayang berusaha mengendalikan emosinya, tangisnya mulai diredakannya. Berusaha untuk tak terlihat terpuruk didepan atasannya.


"Tapi apa May?" Tanya ulang atasannya kembali.


"Aku tak tahu Tuan...Apakah mereka akan menerima anak yang ada didalam kandungan ku ini setelah kepergian ku dari rumah itu." Jawab Mayang dengan menatap wajah atasannya yang turut merasakan beban yang sedang diderita oleh bawahannya.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti disatu sisi kau bahagia dengan kehadiran janin yang ada dirahim mu namun disatu sisi lain kau tak bisa membungkam suara orang yang ada diperusahaan ini dengan kehamilan mu, dengan status dirimu yang mereka tidak ketahui sebenarnya." Balas atasan seraya menghembuskan nafas panjang setelah mengeluarkan perkataannya.


Pada akhirnya mereka berdua terdiam, Mayang dengan masalah yang seperti melilit lehernya dan atasannya berusaha mencari solusi atas keadaan yang dihadapi wanita muda yang ada dihadapannya itu.


__ADS_2