Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 114 Saran Dokter Rini


__ADS_3

Brian mengatur semua untuk pesta kedua disebuh gedung yang megah. Beberapa media masa juga akan diundang pada pesta pernikahan Bram dan Hanum tersebut.


Semua persiapan sudah fix termasuk rencana bulan madu yang telah disiapkan Brian untuk sahabatnya, yaitu perjalanan selama seminggu ke sebuah pulau nan indah tempat memadu kasih bagi pengatin baru.


"Ntar aku siapkan ruang khusus untuk jumpa Pers setelah acara inti", ungkap Brian pada Bram yang sedang duduk melamun.


Melihat bosnya sekaligus sahabatnya itu tak merespon membuat Brian jadi bingung. Wajahnya penuh dengan tanda tanya. Brian menyentuh pundak sahabatnya itu agar merespon pertanyaanya.


"Bram apa yang sedang kau pikirkan?, tanya Brian penuh penasaran.


Masih dengan wajah tak bersemangat Bram menghela nafas panjang lalu masih terdiam tak bersuara.


"Pengatin baru kok tak bersemangat?, ledek Brian pada sahabatnya.


"Aku bahkan belum menyentuh nya", ungkap Bram dengan suara pelan secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Apaaa!!, teriak Brian dengan wajah tak percaya mendengar perkataan yang barusan didengar telinganya.


Bram berkata: "Hanum tak merespon apa yang ku lakukan pada tubuhnya. Sepertinya ia tak menikmati sentuhan ku bahkan lebih cendrung tak nyaman dengan yang apa yang aku lakukan padanya. Ketika kejantananku meningkat dengan sengaja ia menghentikan ku. Wajahnya seperti ketakutan dan cemas"


Dengan kepala tertunduk dan wajah sedih Bram menceritakan apa yang terjadi pada saat malam pertama.


Tubuh Hanum bergetar seakan melihat sesuatu yang menakutkan ketika sentuhan liar Bram pada tubuhnya. Bahkan ketika tidur Hanum selalu bermimpi buruk.


Terlihat dari bahasa tubuhnya yang bergerak seolah terancam dengan mata yang masih terpejam. Anehnya ketika berusaha membangunkan Hanum akan berteriak histeris.


Dengan menarik nafas panjang dengan raut sedih Bram melanjutkan bicaranya : "Dua malam aku menemuinya dalam kondisi yang sama. Pada saat divilla itu dan pada saat malam pertama kami".


Terdengar ponsel berdering, secara kebetulan tertera nama dokter pribadi yang sedang diceritakan mereka berdua menelpon Bram.


"Selamat Bram atas pernikahan mu", ucap dokter Rini dengan nada gembira mendengar pernikahan Bram.

__ADS_1


"Dok apakah trauma seseorang itu akan lama menghilang dari diri seseorang yang mengalami peristiwa kelam?, tanya Bram langsung yang membuat dokter itu kaget.


"Bisa saja Bram jika ada yang memicu trauma itu sehingga menyebabkan seseorang itu diluar kendalinya dan sebaiknya seseorang seperti itu harus melawan dan mengendalikan pemicu yang membuatnya trauma", ungkapnya langsung menanggapi pertanyaan Bram.


"Apakah yang dimaksud Hanum?, tanya dokter Rini menebak orang yang ditanyakan Bram.


"Ya", jawab Bram dengan suara lirih dan penuh kesedihan.


Dokter Rini menyarankan kepada Bram bahwa dirinyalah yang dapat menyembuhkan trauma istrinya tersebut. Dengan cara mengajak Hanum menerima dan melawan rasa trauma itu.


Mencoba kembali bercinta dengan tidak memaksa atau dengan gerakan yang lembut dan meyakinkan Hanum bahwa ini tidaklah sama dengan gambaran yang pernah terjadi pada dirinya kala itu .


Bram harus pandai mencari celah dan moment dimana Hanum releks untuk menikmati setiap sentuhan yang diberikan.


"Cari sebuah tempat yang membuat hati dan pikirannya bahagia Bram, sehingga kau bisa mencoba mendekatinya", ucap dokter Rini mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Tepat sekali, aku telah menyiapkan bulan madu buat kalian berdua selama satu minggu. Pada saat itulah kau bisa melaksanakan apa yang disarankan dokter Rini pada Hanum", ungkap Brian dengan semangat setelah mendengar perkataan dokter Rini.


Barulah terukir senyum diujung bibir Bram setelah mendapatkan saran dari dokter Rini dan suport yang diberikan sahabatnya.


__ADS_2