
Malam pun tiba....
Setelah menunaikan ibadah solat magrib, Vera dan Davvien juga sempat makan malam, dengan bantuan obat yang di berikan dokter Hana, Vera sudah bisa sedikit sedikit memakan nasi, tapi dia hanya bisa makan dengan beberapa lauk, Vera sekarang juga sudah sangat rakus dalam hal makanan lainnya.
Mereka sudah siap untuk pergi ke pesta papa sahabat Davvien.
Dengan gaun panjang yang indah dan juga elegan berwarna merah membalut tubuh mungil Vera, dia menata rambutnya ke atas dengan memakai beberapa jepit rambut kecil yang tempo hari suaminya belikan, menampakkan leher putih nya, riasan wajahnya juga sedikit di tambah dari biasanya, Vera hanya menggunakan kalung yang simpel namun terlihat sangat mewah, di bantu dengan high heels rendah berwarna hitam yang membuat penampilan nya sangat cocok di padukan dengan sang suami yang memakai jas berwarna maroon.
Mereka pun keluar dari dalam kamar, sudah ada Fero yang menunggu mereka di sofa.
"Kak Fero sudah lama menunggu?"
Tanya Vera, namun Fero hanya menatap takjub pada Vera, pasalnya dia belum pernah melihat istri sahabatnya berdandan seperti malam ini.
"Fero, apa kau sudah tidak ingin melihat dunia?"
Suara dingin dari Davvien mengejutkan Fero, dia melihat wajah Davvien yang sedang menatap nya dengan tajam, seketika ruangan tamu terasa begitu mencengkram, hawa dingin menyeruak masuk pada diri Fero.
"Ah, aku baru juga sampai Vera"
Jawab Fero gelagapan, sedangkan Davvien kembali menarik tang sang istri menuju lift.
"Sayang kita mau kemana lagi?"
"Ke kamar"
Jawab Davvien datar.
"Loh kita nggak jadi pergi?"
"Jadi jika kamu mengganti gaya rambut mu itu"
Vera pun heran, namun dia dapat menangkap dari raut wajah Davvien kalau suaminya itu sedang cemburu.
Vera tidak bisa berkata apapun lagi, dia juga tidak ingin merusak mood suaminya, Vera hanya bisa menggerutu di dalam hati.
"Ini gara gara kak Fero, kalau dia tidak melihat ku begitu mungkin aku tidak perlu mengganti penampilan ku"
Pintu lift terbuka, mereka pun keluar menuju kamar.
...----------------...
Sedangkan di sebuah salon kecantikan, kini Rani sedang menunggu Intan, setelah tadi sore Rani menjemput Intan, mereka sempat membeli kan kado untuk papanya Riki, setelah itu Rani membawa Intan ke salon.
Rani sudah siap dengan pakaian dan juga make up tipis yang menambah kecantikan nya, kini dia hanya perlu menunggu Intan.
Tak berselang lama pun Intan selesai di rias, tentu nya juga dengan make up yang tidak mencolok.
Rani terpaku melihat perubahan Intan, sahabat nya yang tidak pernah dandan begitu cantik dengan balutan dress selutut tanpa lengan berwarna peach, di padukan dengan high heels berwarna senada, dan dompet kecil sebagai alat genggam nya.
Intan mendekati Rani yang masih diam menatap nya.
"Ran loe kenapa, aneh ya gw, kan sudah gw bilang nggak usah begini beginian, gw nggak PD"
"Tan, ini beneran loe?"
Rani memutar tubuh sahabat nya itu.
"Ran, loe kenapa sih?"
" Sumpah Tan, loe cantik bangat"
__ADS_1
"Ih,, apaan sih"
"Beneran Tan"
"Jadi mau muji muji aku aja ni, nggak jadi pergi?"
"Eh ya, habis nya gw tuh takjub melihat loe sangat cantik Tan"
"Ih,, udah kayak lelaki fuckboy yang pandai menggoda aja kamu Ran"
Rani pun terkekeh, mereka segera berangkat ke tempat tujuan.
...----------------...
Suasana di pesta saat ini sedang riuh dari para undangan yang sudah berdatangan, tuan rumah dengan senyuman mengembang di bibirnya menerima setiap tamu yang hadir, pesta yang di buat oleh putra nya begitu meriah, banyak rekan bisnis yang di undang bahkan teman-teman Riki pun mendapat kan undangan.
Para undangan menatap takjub pada dekorasi ruangan tersebut, jika di lihat seperti bukan hanya acara ulang tahun, akan tetapi ada acara yang lebih special lain nya yang mereka adakan.
Di suasana hiruk-pikuk nya ruangan yang sudah di penuhi oleh tamu undangan, di tengah kebisingan para tamu yang bertegur sapa dengan sesama teman atau rekan bisnis nya, tiba tiba dari pintu masuk terdengar sepasang sepatu high heels berjalan dengan begitu anggun, dengan baju yang begitu minim dia melewati para tamu lain yang kini menatap nya, para tamu seketika terdiam terutama kaum adam, mereka terpukau akan pesona seorang Elsa, bagaimana tidak, bodi montok, bakpau menonjol dan setengah dari bakpau nya itu bisa di lihat oleh para tamu undangan lain nya, punggung yang mulus nan putih terpampang nyata menjadi pemandangan indah bagi para lelaki di sana.
Bentuk tubuh nya sangat di minati oleh para lelaki hidung belang, dia tersenyum senang karna merasa jadi pusat perhatian, Elsa tidak tau saja para wanita menggeleng kepala melihat penampilan nya yang hampir sama dengan bertelanjang, tapi ada juga sebagian dari perempuan di sana menginginkan kecantikan seperti Elsa.
"Halo Om, selamat ulang tahun, apa Om masih mengenali saya?"
Tn.Dion membalas uluran tangan Elsa, dia sedang mengingat siapa gadis yang sedang menyapa nya saat ini, begitu pun dengan Riki yang berada di dekat sang Papa.
"Om pasti lupa, saya Elsa anaknya papa Reza"
Ucap Elsa sembari mengembangkan senyumnya di bibir merah nya.
"Oh ya ya, saya ingat, kamu kan Elsa teman nya Riki dulu"
"Hai Ki, apa kamu juga sudah lupa sama aku?"
Tanya Elsa kini dia mengulurkan tangannya pada Riki, dan Riki pun membalas, ada rasa khawatir di relung hati Riki, dia takut kalau Davvien akan bertemu dengan Elsa.
"Gw ingat kok, hanya saja gw sedikit tidak percaya kalau ini loe"
Elsa terkekeh, dia merasa bangga karna penampilan nya pasti sangat di kagumi oleh orang orang yang ada di sana.
Perhatian Riki teralihkan pada pintu masuk, yap Aldi dan Tania masuk dengan bergandeng tangan, Riki pamit untuk menjumpai Aldi dan Tania.
"Aku ke sana dulu ya"
Ucap Riki pada Elsa dan papa nya, kini tinggal Elsa bersama Tn.Dion.
"Kenapa papa mu tidak hadir nak?"
Tanya papa Dion pada Elsa.
"Papa kurang enak badan Om butuh istirahat"
"Oh ya ya, sampai kan salam Om pada papa mu"
"Baik Om"
Elsa terlihat celingak-celinguk seperti mencari sesuatu, tentu saja tujuan nya ke pesta itu hanya untuk bertemu dengan pujaan hatinya.
...----------------...
"Akhirnya loe sampai juga"
__ADS_1
Ujar Riki yang menyambut kedatangan sahabatnya.
"Sorry bro, tadi jalanan macet"
"Eh Tania makasih ya sudah datang, ayo kita aku kenal kan sama Papa ku"
Mereka hendak melangkah, tapi di balik pintu kembali masuk dua orang yang salah satunya mungkin sedang di tunggui oleh Riki.
Riki tersenyum pada dua orang tersebut.
"Akhirnya kalian sampai juga"
"Maaf ya kami terlambat, tadi macet bangat jalanan nya"
Ucap Rani merasa tidak enak, Intan hanya tersenyum, begitu pun dengan Riki.
"Tidak apa apa acaranya juga belum di mulai, ayo kita menemui papa"
Mereka pun mendatangi Tn.Dion yang masih berbincang dengan Elsa.
"Selamat ulang tahun ya Om, semoga sehat selalu dan bahagia selalu"
Ucap Aldi memeluk papa dari sahabat nya itu.
Aldi pun melepaskan pelukan nya, kini giliran Intan, Tania, dan juga Rani yang mengucapkan selamat pada pria paruh baya itu.
Aldi melihat wanita yang di samping Tn.Dion seperti nya wajah perempuan itu tidak asing baginya.
"Hai Aldi, aku Elsa"
Aldi melirik ke arah Riki, seolah menanyakan apa benar dia Elsa dan untuk apa dia di sana.
Riki mengangguk, dia pun mengisyaratkan bahwa dia juga tidak mengerti.
"Oh hy, kamu terlihat beda Elsa"
Aldi pun membalas uluran tangan Elsa, dan itu membuat Tania kesal.
"Pa, ini Rani yang kemaren aku ceritakan, dan ini teman teman nya."
Ucap Riki yang memperkenalkan Rani dan juga teman teman nya.
Tania, Intan terutama Rani mereka tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Riki.
"Elsa kenal kan, ini teman-teman ku dan yang di samping Aldi adalah kekasih nya"
Riki juga memperkenalkan Elsa pada mereka, Elsa memang orang yang ramah dia pun berkenalan dengan mereka bertiga.
"Oh jadi dia gadis yang telah merebut hatimu"
Ucap Tn.Dion sambil tersenyum, Intan dan Tania semakin bingung, mereka menatap satu sama lain, sedangkan Rani sudah tersipu malu.
Riki tersenyum, tidak mau papa nya melanjutkan kalimatnya, Riki langsung mengajak mereka untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia dia sana seolah dia tidak ingin bila sang Papa berbicara terlalu lama dengan Rani.
Saat hendak melangkah pun perhatian mereka kembali teralih kan pada pintu masuk, ya tamu terakhir mereka.
Semua kembali menatap orang yang sedang berjalan masuk.....
~Bersambung.
Maaf ya para Reading, bukan nya ngegantung, cuman aku udah up tapi lama riview nya, ntah kenapa hari ini jadi lama riview, ku harap kalian masih mau membaca cerita ini.
__ADS_1