Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Nanti malam saja.


__ADS_3

...Hari pernikahan menjadi hari kebahagiaan dan juga kesedihan bagi mempelai wanita dan juga keluarga nya....


...Senang karna sudah berhasil menjaga anak perempuan nya hingga dia mendapatkan jodoh, sedih karna harus melepaskan dirinya....


...Dari semenjak kecil orang tua lah yang mengurus dan menjaga anak perempuan nya, apapun akan di lakukan oleh orang tua untuk kebahagiaan sang putri....


...Tapi setelah ijab qobul di ucapkan, maka semua berubah, anak perempuan akan di bawa untuk tinggal bersama suaminya, kewajiban berpindah, bukan orang tua lagi yang menjadi pelindung dia, tapi segalanya berpindah kepada suaminya....


...Begitupun sang anak, yang dulu selalu ada ayah yang akan melindungi dirinya, tapi setelah menikah dia tidak akan bisa sedekat dulu dengan sang ayah, bahkan latak surga berpindah dari telapak kaki ibu berpindah pada telapak kaki suami....


...----------------...


Setelah acara akad nikah berlalu, suasana haru pilu pun sudah usai, kini Intan di bawa ke dalam kamar hotel untuk kembali di rias, mengganti pakaian nya untuk melangsungkan resepsi pernikahan.


"Kamu sangat cantik Intan!" ujar Vera yang juga ikut menemani sahabat nya bersiap.


"Iya Tan, kamu sangat cocok dengan Tuan Fero yang dingin itu!" timbal Tania yang membuat mereka semuanya tertawa.


"Terimakasih ya Ra... dan kamu Tania dan Rani, kalian kapan halal nya?" tanya Intan kepada kedua sahabat nya.


"Aku mungkin tidak lama lagi!" jawab Rani.


"Aku belum pasti kapan, kak Aldi sangat sibuk!" celetuk Tania dengan mimik wajah langsung berubah masam.


"Oh... Kamu sabar aja, mungkin dia lagi nyiapin, siapa tau dia kasih kejutan untuk kamu!" Vera langsung angkat bicara, memberikan semangat kepada Tania.


"Heum... semoga!" jawab Tania.


Intan pun sudah selesai di rias oleh MUA yang terkenal, mereka lagi-lagi takjub dengan kecantikan sahabat mereka.


"Eh... sebelum keluar, foto dulu yuk!" ajak Tania, dan mereka pun setuju.


Kini berbagai gambar sudah di ambil, hingga suara ketukan pintu terdengar.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu di buka oleh salah satu MUA, dia mengerutkan dahinya melihat siapa yang di balik pintu.


"Apa kalian sudah selesai merias isti ku?" tanya orang tersebut yang ternyata adalah Fero.


"Sudah Tuan!" jawab seorang MUA dengan menundukkan kepalanya.


"Bisa tinggalkan kami sebentar?" tanya Fero lagi.


Tanpa menunggu lama, para MUA tersebut langsung meninggalkan kamar tersebut.


"Loh, Kakak ngapain di sini?" tanya Vera yang melihat Fero masuk ke dalam kamar.


"Ya mau menemui istri Kakak lah...!" jawab Fero dengan mata menatap pada Intan.


"Cie... yang sudah tidak sabar!" goda Vera, Tania dan Rani hanya diam, mereka tidak berani bicara dengan Fero, karna sikap dingin Fero membuat mereka segan.


"Vera, Davvien sedari tadi mencari mu, dan kalian juga, Aldi dan Riki mencari kalian!" ujar Fero kepada ketiga sahabat Intan.


Merekapun keluar, meninggalkan Fero dan Intan hanya berdua di dalam kamar yang sudah di hiasi dengan dekor yang sangat indah.


Fero terus mendekat, membuat Intan gelagapan karena gugup, dia pun melangkah mundur.


"Ka-kakak mau apa?" tanya Intan yang semakin gugup karna Intan sdah kepentok dinding.


Fero langsung menarik pinggang Intan masuk ke dalam pelukan nya membuat irama jantung mereka berdetak begitu cepat.


"Kak...!" rengek Intan merasa malu karna Fero terus memandangi dirinya.


"Kenapa heum... bukan kah kita sudah bisa melakukan nya!" bisik Fero yang membuat Intan merinding.


"Kak, nanti malam saja... bukan kah kita akan melangsungkan acara, semua orang pasti sedang menunggu kita!" tolak Intan.

__ADS_1


Fero langsung tersenyum mendengar jawaban dari wanita yang baru beberapa jam telah menjadi istri nya.


"Melakukan apa, hingga menunggu nanti malam?" tanya Fero yang pura-pura tidak tau.


"Tadi Kakak bilang..."


"Apa, aku hanya bilang aku sudah boleh melakukan nya, ya memelukmu seperti ini!" Fero semakin senang mengerjai Intan.


Intan semakin merasa malu karna berfikir jika Fero mengatakan hal yang intim, Intan mengutuk dirinya sendiri karna kebodohan nya membuat Fero berfikir jika dirinya sangat menginginkan Fero.


"Bersabarlah sayang... nanti malam kamu akan mendapatkan nya!" lanjut Fero semakin membuat Intan malu.


"Kakak...!" pekik Intan sambil memukul lengan Fero.


Fero tertawa begitu puas, mulai sekarang kesenangan nya adalah mengerjai sang istri, dia pun membawa Intan ke dalam dada nya yang bidang.


"Duh Intan... kenapa mulutmu tidak bisa di rem sih, kan jadi malu" batin Intan.


Keduanya pun larut dalam pelukan hangat yang membuat mereka lupa akan acara yang sedang menanti keduanya.


Fero rasanya ingin sekarang membuat Intan tidak berdaya di bawah kungkungan nya, namu dia harus menahan nya, hingga suara seorang yang masuk ke dalam kamar mengagetkan keduanya.


"Intan apa kamu sudah si...ap?"


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa ya para reader kesayangan, like, komen, vote.


Maad telat up,,, keadaan belum cukup stabil.


__ADS_2